
''Mak .. Abang mau Papi Gilang...''
''Papi tidak bisa bersama kita, Nak..''
''Kenapa Mak?? Kenapa?? Abang mau Papi... Apakah karena istri muda Papi??''
Deg!
Rani terkejut mendengar ucapan Lana. Sedangkan Alisa semakin tersedu. ''Bukan Nak.. bukan karena itu..''
''Lalu karena apa??''
''Karena Papi memang belum saatnya bersama kita.. jika saat itu tiba pastilah Papi sendiri yang akan mencari kita..'' lirih Alisa dengan bibir yang terus bergetar.
Rani tercenung melihat nya. Alisa menangis melihat putra nya sangat merindukan Gilang. Ia pun sama, tapi harus gimana lagi? Memang seperti itulah takdirnya.
Rani mematung melihat seorang anak kecil begitu mirip kelakuannya seperti Gilang. Bocah berusia sembilan tahun itu terus saja terisak dalam pelukan Mak nya.
''Sabar Nak.. belum saatnya kita bertemu Papi.. Eh? Maaf saya lupa jika ada tamu. Maaf ya Neng??'' Alisa terkekeh setelah memanggil Rani dengan panggilan Neng.
''Tak apa Mbak.. apapun sekiranya yang membuat Mbak nyaman.'' Sahut Rani
''Ayo, kita duduk di dalam. Abang? Abang dengerin Mak kan??'' Ucapnya, membuat putra semata wayangnya itu mengangguk patuh.
Shhhuuutt..
Lana menghirup ingus nya. ''Ih! Abang mah jorok! Iyyyuuuuhhh...'' ucap Ira sembari menunjukkan raut wajah jijik.
Rani hanya tertawa saja. Pantas Gilang sangat betah dengan keluarga ini, ternyata keluarga kecil ini sangat menyenangkan! Bisik Rani dalam hati.
''Kamu kenal dimana sama Gilang??'' tanya Alisa setelah mereka duduk didalam stand toko kue nya.
Ternyata di dalam toko kue itu begitu lebar. Ada sofa bed. Ada juga tv dan juga sebuah gagang besi untuk ayunan anak kecil.
Rani mematung melihat foto yang terpajang disana.
''Itu...''
Alisa tersenyum, saat Rani melihat kearah foto keluarga yang di cetak Ira beberapa saat yang lalu sebelum mereka membuka toko roti itu.
''Semua itu keinginan Gilang. Bahkan toko ini pun dia yang memilihnya.'' Ucap Alisa dengan leher tercekat.
Rani bisa merasakan nya. Sungguh dalam cinta kalian berdua.. usia tak menjadi penghalang untuk hubungan kalian.. tapi bagaimana dengan ku?? Belum mulai saja, sudah kalah duluan! Ishh.. gerutu Rani di dalam hati.
Alisa tersenyum melihat wajah Rani yang kusut. ''Siapa nama mu?'' tanya Alisa.
Rani menoleh dan tersenyum. ''Aisyahrani Mbak..''
''Wooaahh... adiknya Syahrini dong??'' celutuk Lana.
Membuat Alisa membulatkan matanya. Sedangkan Rani sudah tertawa lepas. ''Hooh Bang! Kok bisa ya nama Ibuk jadi Aisyahrani?? Ibuk pun bingung!'' Seloroh Rani.
Membuat Alisa juga ikut tertawa. ''Baiklah, apakah tujuan mu kemari ingin bekerja disini??''
Rani semakin tersenyum lebar. Memang itulah yang ia mau sekarang. ''Iya Mbak.. sebenarnya saat ini saya sedang kabur dari calon suami saya!'' ujarnya dengan sedikit kesal ketika mengingat Reza.
''Kabur??''
''Ya, kabur! Aku kesal dengan Abang sepupu sekaligus calon suami ku itu, katanya ingin nepatin janji sama almarhum Ayah. Tapi malah dia yang mengingkari nya! Kesal aku Mbak! Dan untungnya aku kabur kemari, dia nya nggak ada di tempat. Lagi balik ke Bogor dia. Lagi asik sama istri barunya!'' ketus Rani.
__ADS_1
Membuat Alisa tergelak keras. Rani tersenyum melihat Alisa tertawa.
Benar kata Gilang. Mbak Alisa ini sangat baik. Apalagi jika orang itu jujur, pastilah ia langsung menerimanya.
Aku sangat beruntung bertemu dengan istrimu Gilang.. Terimakasih.. lirih Rani dalam hatinya.
''Terus, kok bisa ketemu Gilang??'' selidik Alisa, membuat Rani terkekeh.
''Ternyata ya Mbak.. Gilang itu tetangga ku! Aku juga pernah makan buah jambu kesukaannya! Sangat manis. Tapi.. wajah Mama nya itu loh Mbak.. datar! Kayak triplek!'' sahut Rani sekaligus mengejek Mama mertua Alisa.
Alisa semakin tertawa mendengar ucapan Rani. ''Huss.. nggak boleh ngomong gitu! Kalau tau orang nya, habis kamu di labrak olehnya!'' seloroh Alisa pula.
Sekarang gantian, Rani pula yang tertawa. ''Haha... Mbak bisa saja!''
''Sekarang kamu mau tinggal dimana nih??'' tanya Alisa, karena ia merasa jika Rani gadis yang baik.
''Hehehe.. itu dia Mbak.. yang aku tidak tau.. aku mah bukan orang sini euyy.. aku orang Bogor Mbak.. kemari karena ingin ziarah ke makam Ayah yang ada di mesjid raya Medan. Dan sekarang, si calon sialaaaannn itu pergi pulang ke kampungnya! Dan menikah dengan wanita pilihan Ibunya!'' ketus Rani dengan kesal.
Alisa terkekeh mendengar ucapan Rani. ''Ya sudah, kamu tinggal dirumah Mbak aja ya? Disana hanya ada kami dan menantu Mbak! Suami Ira.''
''Eh? Ira putri Mbak yang ini? Sudah menikah? Tidak sekolah kah??'' cecar Rani.
Ira yang mendengar nya terkekeh. ''Pernikahan rahasia saat masih SMP, Ai..'' sahut Alisa
Membuat Rani terpaku. ''Mbak manggil aku Ai??''
''Ya,'' sahut Alisa.
''Kenapa??'' tanya Rani dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
''Karena aku melihatmu seperti aku memiliki seorang adik perempuan. Lagipun nama kamu itu kan Aisyahrani??'' sahut Alisa semakin membuat Rani ingin memeluknya.
''Mbak... hiks..''
''Aku senang jika Mbak menganggap ku sebagai adik. Karena itu yang memang aku mau. Gilang bilang, jika Mbak sangat baik dan murah hati. Dan juga ia menitip pesan buat Mbak!'' imbuh Rani masih dengan sesekali menyusut air bening yang mengalir di pipinya.
''Pesan??''
''Ya, Pesan!'' sahut Rani.
''Pesan apa??'' tanya Alisa lagi.
''Pesan rindu buat Mbak! katanya, jika aku sangat merindukan nya.. tunggu aku lima tahun lagi. Dan selama itu, aku mohon jangan berubah .. itu isi pesan nya untuk Mbak! Sangat romantis! Pengen... hiks, Aku tak punya pasangan apalah daya, hiks!'' seloroh Rani
Membuat Ira dan Lana tertawa. Tapi tidak dengan Alisa. Saat mendengar kan pesan Gilang dari Rani untuknya, Alisa memejamkan matanya.
Ia ingin merasa kan suara Gilang hingga sampai kehati nya. Rani yang melihat Alisa memejamkan matanya tersenyum haru.
Segitu kuatnya cinta kalian berdua.. Aku doa kan semoga kalian bersatu selama nya. Hanya maut yang dapat memisahkan kalian berdua .. Amiiin.. bisik hati Rani.
Rani terus saja menatap Alisa yang memejamkan matanya.
Ting!
Ada pesan WhatsApp masuk ke ponsel Alisa. Alisa tersenyum sangat manis melebihi manis gula dan madu.
Rani terbengong melihatnya.
Tunggu aku lima tahun lagi! Selama itu, aku harap kamu tidak berubah padaku! Aku menyayangimu Lis! Sangat menyayangimu, cintaku!
__ADS_1
Aku menyayangi kalian semua! Tunggu lima tahun lagi. Dan jika nanti kamu mendapat satu hadiah dariku, aku harap kamu jangan menolak nya ya?
Terima dia dengan sepenuh hatimu! Jadikan dia seperti Lana ku! Agar ketika aku pulang nanti, kata pertama yang ingin ke dengar darinya adalah nama mu!
Aku pergi sayang.. Aku sangat, sangat mencintai mu Alisa Febriyanti! Sekarang maupun nanti!
Tunggu aku lima tahun lagi!
💗💗 I LOVE YOU ALISA! 💗💗
😘😘😘😘😉
Alisa yang membaca pesan itu tergelak keras. Membuat Rani, Ira dan Lana terheran melihat tingkah Alisa.
Alisa membalas Gilang.
😄😄 I LOVE YOU TOO PAPI GILANG BHASKARA! 😘😘
Aku akan menunggu mu sampai waktu itu tiba! Aku akan sabar menantimu suamiku! I love you so muuucchhh... 😘😘😘😘😘😉
Ting!
Pesan itu masuk kedalam ponsel Gilang. Gilang tersenyum, setelah itu tergelak keras. Membuat Vita yang sedang istirahat terheran.
Karena Gilang saat ini sedang berada di balkon kamarnya yang menghadap ke jalan raya komplek perumahan Griya M.
''Bagaimana aku bisa melupakan mu sayang, jika kelakuan mu begitu manis pada ku! Aku bukan makin bisa melupakan mu, tapi semakin mencintai mu!'' imbuh Gilang pada diri sendiri, sambil sesekali terkekeh ketika membaca pesan balasan dari Alisa.
Sedangkan Vita tersenyum melihat Gilang begitu bahagia saat ini. ''Aku akan berdoa siang dan malam, agar apa yang kamu inginkan tercapai Gilang.. setelah semua itu aku berikan padamu, maka aku pun akan pergi dan kembali dimana tempatku seharusnya berada.. Disana ada seseorang yang selalu menanti kepulangan ku..''
''Aku akan sabar menanti hingga sembilan bulan ke depan. Setelah itu, aku pergi Gilang. Semoga kamu selalu bahagia bersama Mbak Alisa nantinya. Dan aku pun berharap, jika nantinya mbak Alisa tidak akan pernah melupakan ku sebagai madunya. Istri kedua mu Gilang Bhaskara!'' lirih Vita, ia masuk melangkah kan kaki nya naik ke ranjang king size milik Gilang.
Nan jauh disana, seorang wanita masih saja tersenyum-senyum melihat isi ponsel itu. Sesekali terkekeh, sekali tertawa.
Karena sang pujaan hati sedang membuat status jika dirinya sedang jatuh cinta pada istrinya.
Jatuh sejatuhnya.
Alisa tertawa melihat status Gilang. Pesan rindu yang ia sampaikan kepada Rani dan juga pesan WhatsApp dari Gilang, membuat semangat hidupnya kembali lagi setelah kejadian beberapa saat yang lalu.
Sekarang hanya menunggu saja. Sabar untuk menunggu. Tapi...
''Apa maksudnya dengan dia? Dia siapa?? Aku harus mendidik nya sama seperti Lana ku?? Lana?? Putraku?? Maksudnya??'' ucap Alisa pada diri sendiri.
Pesan rindu berselimut ambigu itu membuat Alisa jadi bingung.
''Lana ku?? Putra ku?? Apa maksudnya! Ishh.. kenapa sih, harus kata-kata ambigu yang di kirimkan?! Buat aku jadi pusing tujuh keliling! Haissshhh...'' gerutu Alisa.
Saat ini Alisa sudah pulang kerumah nya. Dengan Rani ikut serta. Rani tidur dikamar tamu di ruang bawah.
Sedangkan mereka semua ada diatas. Gilang saat ini masih saja terkekeh saat membayangkan jika Alisa sedang kesal dan menggerutu karena pesan rindu berselimut ambigu dari nya.
''Kamu pasti akan tau sayang! Tunggu sampai sembilan bulan! Jika sudah waktunya, kalian berdua pasti akan di pertemukan oleh alam semesta!''
💕
Hiks, pesan rindu dari orang tersayang.
Tapi berselimut ambigu.
__ADS_1
Ada yang tau apa itu??
TBC