
''Sayang?''
Suara lembut itu mengalun lembut di telinga Alisa. Alisa yang masih kesal dengan Gilang, terus saja menimpuk pujaan hatinya itu dengan tas selempang milik seorang MUA.
Gilang masih saja tertawa karena ulah sang istri. Para tamu dibuat tertawa karena tingkah pengantin baru itu.
Lagi Suara lembut itu mengalun di telinga Alisa.
''Sayang ku, Putriku. Tidak inginkah kamu memeluk Papa mu ini Nak?''
Deg!
''Papa!!!'' pekik Alisa saat menyadari jika Papa Yoga juga sedang berada disebelahnya saat ini.
Dengan segera Alisa melepas tas selempang itu dan menubruk tubuh Papa Yoga yang tepat sudah berada disamping kanan nya saat ini.
Sementara Gilang, berada disamping kirinya. Pemuda tampan itu tersenyum haru. Setetes bulir bening mengalir di pipinya.
Papa Angga menepuk lembut bahu Gilang. ''Kamu berhasil Nak. Kamu berhasil menyatukan anak dan Papa nya yang sangat lama tidak bersua. Papa bangga padamu,'' ucapnya masih dengan mengusap lembut bahu Gilang.
Gilang tersenyum. Matanya masih saja menatap sang istri yang masih berpelukan dengan Papa Yoga di iringi dengan Isak tangis ketiga orang itu.
Mama Alina dan Papa Yoga memeluk Alisa dengan erat. ''Putriku.. sayangku..'' lirih Papa Yoga masih dengan memeluk erat tubuh berisi Alisa.
Mama Dewi pun ikut menangis. Semua yang ada diruang itu ikut terharu. Seluruh masyarakat kota Medan menyaksikan keharu biruan keluarga baru itu.
Sementara seseorang yang sedang duduk di kursi di rumahnya, membeku di tempat saat menyaksikan pemandangan yang secara live disiarkan di televisi miliknya.
Wajah itu begitu terkejut, tanpa sadar bibirnya itu memanggil namanya. ''Alisa? Menikah lagi dengan pemuda itu? Bukannya mereka sudah menikah ya? Setau ku seperti itu. Tapi kenapa baru sekarang mereka menikah? Lantas foto itu...''
''Foto itu di ambil saat mereka liburan ke taman safari, Bang. Foto itu sengaja tuan Gilang berikan untuk Mbak Alisa sebagai bukti cinta nya. Ia harus meninggalkan Mbak Alisa selama Lima tahun lamanya untuk kuliah diluar negeri. Setelah selesai, tuan Gilang baru menikahi mantan istrimu itu. Sebelumnya, tuan Gilang sudah mendaftar kan pernikahan mereka di kantor KUA. Dengan kata lain, Mbak Alisa sah di mata hukum sebagai istri tuan Gilang, namun belum secara agama. Dan inilah sekarang yang dilakukan oleh tuan Gilang. Abang senang kan jika istri pertama Abang itu bahagia?''
''Tentu. Aku bahagia melihatnya bisa menikah lagi. Aku tau aku banyak melakukan salah padanya. Namun aku harus menerimanya dengan lapang dada, jika Alisa memang bukanlah untukku. Tapi untuk pemuda itu. Gilang. Pemuda yang aku cemburui walau hanya melihat fotonya saja.'' ucapnya sambil terkekeh-kekeh. Sang istri pun ikut terkekeh mendengar ucapan suaminya itu.
Kembali lagi pada Gilang dan Alisa.
Setelah puas menangis bersama. Kini Alisa di tuntun untuk menuju meja akad, dimana Pak penghulu sedang tersenyum melihat pasangan pengantin baru itu.
Jika kebanyakan pengantin baru sedang duduk bersama sang suami. Tapi ini malah duduk bersama Papanya.
Pengantin wanita duduk nemplok di sebelah Papa nya. Gilang terkekeh saat Pak penghulu menggoda Alisa dan dirinya.
__ADS_1
''Hadeeeuuhh.. dimana-mana tuh ya, Neng! Kalau si Papa udah nyerahin kamu ke suami kamu, berarti kamu duduknya bersama suami kamu. Bukan kembali lagi pada Papa kamu, Neng!'' celutuk nya.
Membuat seluruh para undangan yang ada di ruangan itu tertawa karena ucapan Pak penghulu.
Alisa merasa malu karena di katakan seperti itu. Ia menunduk malu. Papa Yoga memberi kode pada Gilang untuk duduk di sebelah istrinya.
Semua kegiatan itu tak luput dari sorotan kamera yang di khususkan untuk meliput acara Gilang dan Alisa.
Gilang berpindah posisi dan duduk didepan Alisa, bukan disampingnya. Ia tersenyum melihat wajah Alisa merah merona.
Ia terkekeh geli. Gilang mengangkat tangannya untuk mencapit dagu Alisa agar mau melihat padanya.
Ia mendekati dahi Alisa ingin mengecup nya. Namun Alisa mendongak secara tiba-tiba. Muat Gilang terkejut. Hampir saja bibir mereka bertubrukan.
Alisa dan Gilang sama-sama melotot. Sementara para orang tau tertawa melihat tingkah mereka.
''Hehehe.. mau kenalan ya Neng sama suaminya? Nanti aja atuh.. jangan sekarang..'' goda Pak penghulu.
Semua yang ada disana tertawa terbahak. Sangat lucu menurut mereka pasangan pengantin baru itu.
''Nak Gilang, doa kan dulu istrimu setelah itu baru kecup keningnya. Jangan langsung di kecup atuh Tong!'' goda Pak penghulu lagi.
Namun itu hanya sebentar. Gilang mengangkat satu tangan nya dan meletakkan di kepala Alisa. Sementara yang yang satu lagi ia tadahkan untuk berdoa.
Gilang membaca doa untuk sang istri. Alisa memejamkan kedua matanya. Ia terharu. Lagi, buliran bening itu mengalir di pipinya.
Inilah yang dulu Alisa inginkan saat menikah dengan Emil. Namun, tidak ia dapatkan. Alisa akhirnya mendapatkan semua ini dari suami keduanya. Yaitu Gilang.
Setelah berdoa, Gilang kembali mencapit dagu Alisa untuk ia kecup keningnya. Alisa tersenyum saat Gilang memajukan bibirnya ke dahi Alisa untuk ia kecup.
Senyum yang sangat manis, dipenuhi rasa malu-malu sebagai pengantin baru.
Kecupan lembut di dahinya, begitu lama Gilang berikan untuknya. Setelah selesai, Gilang melepaskan bibirnya dari dahi Alisa.
Dilanjutkan dengan memakaikan mahar untuk Alisa darinya. Gilang membuka kotak perhiasan itu, dan memakai kan nya pada Alisa. Untuk anting telinga, nanti saja di kamar hotel, katanya.
Lagi, Alisa terpana melihat perhiasan itu. Perhiasan emas yang dulunya ia jual di toko Alisa store untuk pertama kalinya, hingga ia begitu shock saat itu.
__ADS_1
Gilang tersenyum saat memakai kan mahar itu pada istrinya. ''Sangat cantik! Sesuai dengan orangnya!'' bisiknya lirih di telinga Alisa saat memakai kan liontin merah delima itu di leher Alisa yang tertutup hijab.
Alisa tersipu malu. Papa Yoga tersenyum melihatnya. Ia tau, jika Alisa begitu bahagia saat bersamaan Gilang.
Berbeda dulunya ketikaenikah dengan suami pertama Alisa. Gilang menatap Alisa yang juga kini sedang menatap nya dengan lembut.
''Kenapa?''
''Terimakasih, kamu sudah memberikan sesuatu yang begitu berharga dalam hidupku. Kedua orang tuaku hadir saat pernikahan kita. Kenapa?'' tanya Alisa balik pada Gilang.
Semua itu masih menjadi sorotan kamera. ''Karena aku mencintaimu. Mencintai mu karena Allah. Karena Allah lah yang memilihmu untuk menjadi jodoh terakhirku. Pelabuhan Terakhirku. Tempat dimana Muara cinta kita akan berlabuh bersama, mengarungi samudera untuk mencapai surga Nya Allah kelak. Kamu, adalah seseorang yang selama ini selalu muncul di dalam mimpiku. Kamu adalah seseorang yang selalu ku sebut dalam doaku. Agar kelak kita dipersatukan seperti saat ini. Dan ini semua kejutan ku untukmu, istriku.'' Ucap Gilang sembari menunjuk seluruh keluarga besarnya.
Ada Pakde Tarman, Tante Irma dan Pamannya. Lengkap dengan personil mereka semua.
Berikut seluruh sahabat Alisa. Ada Hani, Shinta, Moly, Umay, Dija, dan terakhir Alvian dan Maya.
Alisa membulatkan matanya. Ia menoleh pada Gilang dengan mulut menganga. Gilang mengangguk namun terkekeh. Ia geli melihat reaksi Alisa sepeti itu.
''Ini beneran?''
''Ya, sayang. Mereka semua datang karena undangan mu!'' sahut Gilang.
''Masyaallah... terimakasih Hubby! Terimakasih... Cup!''
Gilang melotot kan matanya. Setelah sadar, ia mengusap pipinya dan terkekeh-kekeh melihat tingkah Alisa yang menurutnya sangat menggemaskan saat ini.
Alisa tertunduk malu. ''Apapun untukmu istri ku, akan ku lakukan. Selagi itu bisa membuat mu bahagia, maka akan terus aku lakukan.''
Lagi, buliran bening itu mengalir dipipi chubby nya. Gilang mengusap air mata itu dengan lembut.
''Jangan menangis, Kita harus bersiap! Sebentar lagi acara resepsi kita akan segera dimulai. Disana nanti, kamu bisa bertemu dengan mereka semua. Ayo kita bersiap.'' imbuh Gilang, membuat Alisa dilanda kebingungan.
Dengan segera ia di tuntun oleh MUA kembali ke kamar hotel untuk dirias kembali. Untuk mengikuti serangkaian acara resepsi pernikahan mereka berdua.
💕💕💕💕
Huhuhu... terhura othor. Akhirnyaereka menikah juga.
Yuk, ke undangan kita! Siapin amplop yang tebal buat Gilang dan Alisa?
Othor tunggu nih.. 😎
__ADS_1