
''Papa... aku laki-laki. Tanpa tunjangan dari kalian pun aku bisa hidup selama ini. Aku berusaha keras untuk tidak memakai semua pemberian Papa! Tidakkah Papa tau? Jika motor yang Gilang pakai adalah motor Gilang sendiri? Uang hasil kerja keras Gilang sendiri! Gilang tidak pernah meminta apapun dari kalian berdua! Karena Gilang tau... jika hanya rasa sakit yang aku dapatkan dari kalian! Bukanlah kasih sayang. Kalian berdua hanya memikirkan tentang uang, uang dan uang. Maka dari itu aku berusaha sendiri untuk membangun usaha ku! Bersyukur aku bertemu dengan Alisa! Karena pertemuan ku dengan nya adalah suatu keberuntungan untukku dan juga usaha ku! Jika Gilang bisa memilih, pastilah Gilang lebih memilih Alisa dibanding dengan kalian berdua yang jelas kedua orang tuaku. Berbeda denganya yang baru saja Gilang temui. Tapi.. tidak dengan Alisa. Dia malah menyuruhku untuk pulang kerumah ini! Karena bagaimana pun! aku masih punya orang tua! Sedang dirinya jauh disana! bahkan perceraian ia dan suaminya saja kedua orang tuanya tidak tau! Demi apa?? Demi kedua orangtuanya! Ia tak ingin melihat kedua orang tuanya bersedih karena perceraian nya itu. Tapi berbeda dengan kalian. Kalian lebih memilih aku pergi dibanding aku menetap disini. Kalian malah tega mengusir ku hanya karena aku lebih memilihnya sebagai calon pendamping ku..'' ujar Gilang.
Dada nya begitu sesak ketika membayangkan jika dirinya akan berpisah dengan Alisa. Gilang memejamkan matanya sejenak untuk menetralisir rasa sesak dihatinya.
Setelah nya ia melanjutkan lagi.
''Sekali... saja! kalian melihat Alisa dari sisi baiknya. Jangan hanya memandang statusnya yang seorang janda. Papa tau? Bahkan bayi yang baru saja dilahirkan olehnya sangat membutuhkan kasih sayang seorang Ayah. Ayah kandung yang dengan tega mentalak istrinya tepat setelah empat puluh hari kelahiran putrinya. Sampai sekarang bayi malang itu, masih sama. Ia sangat membutuhkan kasih sayang yang lengkap dari orang tuanya. Apa salah, jika Gilang menjadi ayah sambung untuk bayi kecil itu?? Gilang sangat menyayangi bayi kecil itu, walau ia bukanlah darah daging ku, namun setelah ia bertemu dengan ku. Semangat hidup bayi itu kembali lagi. Di mana letak kesalahannya Pa?? Apakah Mama tega melihat seorang bayi tanpa Ayah nya? Bagaiman jika nantinya Gilang memiliki anak, dan anak Gilang itu tidak memiliki Ibu, mampukah Mama membahagiakan nya?? Sementara yang diinginkan oleh bayi itu hanyalah kehadiran sosok Ibu??'' lirih Gilang, ia meneteskan air matanya ketika bercerita tentang Annisa.
Bayi kecil nan malang...
Papa Angga dan Mama Dewi lagi dan lagi tertegun. Mereka tidak bisa berbicara apapun lagi.
Kedua nya terdiam membisu.
''Apa Mama tau?? Jauh sebelum kalian berdua jodohkan aku dengan Vita, Alisa lah yang menjadi jodohku! Setiap malam aku selalu bermimpi tentang dirinya. Semenjak umurku tujuh tahun ia sudah hadir didalam hidupku! Awalnya aku kira itu hanya mimpi. Namun setiap saat mimpi itu selalu hadir di setiap malam tidurku. Alisa selalu muncul dalam keadaan jika aku sedang tidak baik-baik saja! Apa Mama pernah dengar? Jika mimpi itu bukanlah sekedar bunga tidur belaka! Terkadang mimpi itu adalah pertanda dari yang maha kuasa. Jika ada seseorang yang sedang menunggu ku! Kehadiran nya bagaikan air sejuk yang mengalir di Padang tandus. Sangat menyejukkan! Lama aku memikirkan tentang mimpi itu, tapi tak ada tanda Jika mimpi itu menjadi kenyataan. Tapi setelah aku bertemu dengan Alisa, aku baru tau jika mimpi itu menjadi kenyataan! Dialah selama ini yang aku tunggu di setiap malam ku.'' ujar Gilang lagi.
''Tapi.. kau tidak bisa menikah dengan nya Gilang! Kami sudah menjodohkan mu dengan Vita! Itu janji kami! Mama mohon tinggalkan janda itu! Jika kau berani melawan Mama, maka Mama akan menyingkirkan janda sialan itu! Mama akan melenyapkan dia dari muka bumi ini! agar kau tidak bisa bertemu dengannya lagi!'' sela mama Dewi
''Mama! Berani Mama melukai wanita ku??'' sentak Gilang.
''Wanita mu?? Haha...'' Mama Dewi tertawa mengejek.
''Sejak kapan dia menjadi wanita mu?? heh?!'' tanya Mama Dewi lagi dengan senyum mengejek.
''Sekarang dan selamanya! Bahkan jika Mama ingin menyingkirkan nya, maka aku juga akan ikut bersama nya!'' seru Gilang dengan datar.
Mama Dewi melotot. ''Heh?! dasar janda sialan! janda murahan! janda tidak tau diri!!'' umpat Mama Dewi.
Gilang mengepal tangan nya. ''Mama!! yang Mama panggil dengan janda sialan! janda murahan ! tidak tau diri! Dia... wanita ku!! Jangan sekali-kali Mama menyentuh nya! jika Mama tidak ingin berhadapan dengan ku! Sudah cukup selama ini aku mendengar cacian serta umpatan yang Mama tujukan untuknya! janda yang Mama bilang murahan itu lebih terhormat dari pada calon menantu yang kalian pilih untuk menjadi istriku!!'' hardik Gilang.
Ia begitu geram, hingga rasanya emosi itu sudah memenuhi ubun-ubun nya dan meledak.
__ADS_1
''Gilang!!!! berani kau menghardik Mama mu?! berani sekali kau Gilang!!'' pekik Papa Angga.
Gilang tersenyum kecut. '' Sekarang Papa tau kan? bagaimana rasanya jika wanita kita dihina oleh orang lain?? begitu juga dengan Gilang! Gilang tidak rela kalau Mama selalu menghina Alisa tanpa mengenal nya lebih dulu. Papa aja nggak suka jika Mama Gilang hardik! lalu Bagaimana dengan Gilang? Kita sama Pa!'' tukas Gilang.
Papa Angga geram. '' Beda Gilang! jika Mama mu adalah istriku! sedangkan janda itu-''
''Dia istriku!! Dia, wanita ku! jadi Gilang ingatkan sekali lagi, jangan coba-coba untuk menyakitinya di belakang ku! Karena kalian berdua akan berhadapan dengan ku!!'' seru Gilang dengan dingin.
Aura Gilang begitu menyeramkan di mata Papa dan Mama nya.
''A-apa??!? Kau sudah menikah dengannya??'' tanya Mama Dewi. Ia begitu terkejut mendengar ucapan Gilang.
''Ya, aku sudah menikah dengannya. Kami menikah siri, Sebulan yang lalu! saat aku tinggal dirumah mereka!'' sahut Gilang lagi.
Membuat dua paruh baya itu begitu shock. Terlebih Mama Dewi. Ia sampai pusing dan pingsan. Sedangkan Papa Angga memijit pelipisnya.
''Jadi.. Gilang harap, Papa dan Mama jangan pernah mencoba-coba menyakiti istriku! karena kalau kalian berdua berani menyakiti nya walau hanya seujung rambut pun, maka aku lah lawan kalian!'' tegas Gilang.
Papa Angga menghela nafasnya.
''Baik! jika itu sudah terjadi apa yang harus kita perbuat lagi. Tapi.. Papa punya kesepakatan tentang istri siri mu itu. Heh?! hanya istri siri bukan?? Baiklah, jika itu yang kau inginkan!'' ucapnya dengan senyum smirk di bibirnya.
Gilang tau, pasti akan ada yang dipinta oleh kedua orang tuanya. Karena Gilang sangat tau, seperti apa Papa Angga.
Jiwa bisnis nya ia keluarkan sekarang. Gilang terkekeh melihat nya.
''Bahkan dengan putra sendiri pun, Papa membuat kesepakatan! Sungguh, ini adalah pelajaran berharga untukku untuk Dimasa depan.'' bisik Gilang didalam hati.
''Kesepakatan apa yang Papa inginkan?'' tanya Gilang, sembari terus menatap kedua orang tuanya itu.
''Tunggu sampai Mama mu sadar, baru setelahnya kita adakan perjanjian tertulis dan lisan.''
__ADS_1
Gilang tersenyum tipis. Dia tau jika ini akan terjadi jika ia berani menolak keputusan mereka.
''Baik. Gilang tunggu!'' Imbuhnya, masih dengan menatap kedua orang tuanya.
Papa Angga menatapnya dalam, ingin menyelami apa yang ada di pikiran putra tunggal nya itu.
Keturunan ketiga keluarga Bhaskara.
''Apapun akan ku lakukan demi Alisa. Walaupun nyawa yang menjadi taruhannya!''
💕
Gimana? masih mau lanjut??
Kan othor udah bilang, othor sayang banget sama cerita Gilang ini.
Jadi nggak bisa berhenti untuk update.
Noh.. udah dua bab ya..
Tuntas janji othor.. akan othor usahakan.
Nah.. betulkan? Alhamdulillah othor bisa..
Doakan terus othor agar sehat dan murah rejekinya agar bisa terusin cerita Gilang ini sampai tamat.
Tapi ending nya nanti ada di buku ye.. nggak disini.. 😄😄
Hah lega rasanya.. sampai ketemu besok lagi.. 😘😘
TBC
__ADS_1