
''Kamu dengarkan kan sayang??''
Alisa menatap Gilang dengan mata berkaca-kaca. Hatinya begitu tersentuh dengan ungkapan perasaan Gilang pada nya.
''Sayang...''
''Aku.... aku tak tau harus berbicara apa pada mu GI.. sungguh ini adalah hal yang istimewa setelah bertahun-tahun aku tidak mengalaminya. Terimakasih.. karena kamu menerima ku apa ada nya.. aku hanya seorang janda Gi.. kamu kan tau, stigma janda itu sangat buruk dimata para masyarakat??''
''Aku tau.. maka dari itu, aku mengatakan pada semua orang jika kamu adalah istriku!" imbuhnya santai.
Membuat Alisa melototkan matanya. "Istri??"
"Ya. Sekarang semua orang akan tau, Jika kamu adalah istriku! Walaupun kita belum sah, tapi aku terpaksa melakukan semua ini. Aku hanya ingin melindungi mu dari orang-orang yang ingin berbuat jahat pada mu sayang! Jadi.. jangan marah ya?'' sahut Gilang, ia terus menatap Alisa dengan instens.
"Tapi..."
"Sudah! usah di pikirkan! Sebaiknya kamu istirahat saja! Biar aku yang jaga Adek."
"Loh? kamu nggak pulang??" tanya Alisa.
"Aku akan pulang, setelah tugas ku selesai disini.." sahutnya.
"Maksudnya??" tanya Alisa lagi. Ia heran dengan ucapan Gilang.
"Tidak ada! Tidurlah! Nanti kita gantian ya?" elak Gilang.
Ia sibuk melihat keadaan Annisa. Setelah melihat Gilang menemani Annisa, Alisa tidur di sofa panjang yang tersedia di ruangan itu.
Mata Alisa terus saja menatap Gilang yang sedang mengusap kepala Annisa dengan sayang.
Lambat laun Alisa yang sudah mengantuk matanya tertutup juga. Rasanya baru sebentar Alisa terlelap, ia sudah di kejutkan dengan suara orang menangis.
Semakin lama semakin lirih. Lagi, Alisa merasa itu hanyalah mimpi. Namun, matanya terbuka tiba-tiba saat menyadari kalau itu adalah suara Gilang.
Gilang menangis begitu pilu di dalam sholatnya. Gilang sujud dalam keadaan menangis.
Alisa yang melihat nya terkejut. Ia mendekati Gilang dan duduk disampingnya.
"Gilang... Gi..." panggil Alisa.
__ADS_1
Gilang tersentak saat mendengar suara Alisa. Ia mendongakkan wajah nya melihat Alisa. Alisa tersenyum, tapi Gilang bertambah tersedu.
"Gi.. sayang.. ada apa?? Kenapa kamu menangis?? Apakah terjadi sesuatu?? Atau.." belum habis Alisa berbicara, Gilang sudah menubruknya hingga mereka berdua terhuyung ke belakang.
"Ahh.. Aduhh... pelan-pelan Gi.." keluh Alisa. Ia tertindih tubuh Gilang yang sedang menangis.
"Ja-jangan ti-tinggalin a-aku Lis... a-aku mo-mohon..." lirih Gilang dengan terisak.
"Gilang..."
"Sayang aku mohon.. berjanjilah pada ku.. jika terjadi sesuatu diantara kita, aku mohon jangan pernah tinggalkan aku.. seperti Oma meninggalkan ku.. aku mohon sayang..." ucap Gilang masih dengan memeluk Alisa begitu erat.
Alisa tergugu mendengar ucapan Gilang. Setakut itukah Gilang kehilangan dirinya? Tapi kenapa??
"Kamu dengarkan sayang? Jangan pernah tinggalkan aku.. walau apa pun yang terjadi.. aku mohon.. hanya kamu yang aku punya di dunia ini.. aku mohon sayang.. please.." ujar Gilang begitu berharap.
Lagi, Alisa tergugu dengan ucapan Gilang.
"Iya Gi.. iya.. aku nggak akan pernah ninggalin kamu apapun yang terjadi. Jika suatu saat ada kejadian diluar kendali kita, maka itu adalah takdir! Seperti yang kamu katakan tadi. Aku akan sabar menunggu mu GI.. sebutkan selalu nama ku di dalam setiap doa mu.. insyaallah.. kita pasti akan bersatu nanti pada waktunya.. kamu harus kuat ya? Sabar dan tawakal. Sekarang lebih baik kita sama-sama memantaskan diri agar bisa bersanding nantinya. Aku cocok dengan mu, dan kamu serasi bersanding dengan janda seperti ku! Benerkan??" ucap Alisa, sengaja menyemangati Gilang yang sedang dalam kondisi manja.
"Beneran??"
Gilang terkekeh melihat Alisa.
Cup.
Kecupan hangat mendarat di kening Alisa begitu lama. Alisa memejamkan matanya. Terasa buliran bening mengalir hingga ke pipi Alisa.
"Gilang..." bisik Alisa.
"Aku takut kehilanganmu.. aku tidak bisa membayangkan bagaimana jika itu benar adanya? Aku takut Lis.. aku takut.." lirih Gilang sembari menyuruk kan kepalanya ke ceruk leher Alisa yang tertutup hijab.
"Jika kita memang ditakdirkan berjodoh, sejauh apapun dan di mana pun maka ia akan menemukan jalannya untuk mempersatukan kita berdua. Minta lah sama Allah, agar kita selalu dalam naungan nya hingga nanti kita di pertemukan kembali.." lirih Alisa begitu pelan.
Bukan ia tidak takut, ia juga sama. Tapi apa yang harus ia perbuat jika memang seperti ini jalan takdir yang harus di lalui nya.
Aku juga takut Gi.. aku juga takut kehilanganmu.. aku tidak tau.. apa yang terjadi padaku.. hingga aku menyukai berondong seperti mu.. kadang aku berpikir, apakah aku ini memang penyuka berondong? Atau bagaimana?
Aku hanya bisa berdoa. Dan dalam setiap doa ku ku selipkan nama mu.. agar nanti kita di persatukan pada saat nya nanti.. Untuk sekarang.. biarlah seperti ini.. aku tidak bisa menentang arus.
__ADS_1
Aku harus mengikuti arus kemana pun ia membawa ku.. Di mana pun nantinya aku singgah, berarti disanalah tempat terakhir aku berlabuh. Dan jika itu adalah kamu.. maka kamu lah Pelabuhan Terakhirku Gilang Bhaskara..
Aku sayang padamu.. sangat sayang..
Tanpa sadar Alisa memeluk Gilang begitu erat. Membuat Gilang semakin nyaman dalam pelukan Alisa.
Aku sangat, sangat, sangat menyayangi mu Alisa. Sampai kapanpun di hati ini.. hanya akan ada nama mu saja.. Tak kan ku biarkan ada yang lain mengisi hatiku..
Kamulah satu-satunya yang ada dihatiku.. sejauh apapun aku melangkah, kaulah tempatku aku kembali.. kau lah tempat aku berpulang.. karena kaulah Pelabuhan Terakhirku..
Aku sangat mencintaimu Alisa Febriyanti.. Aku mencintai mu karena Allah.. Karena Allah lah yang menyatukan kita berdua.
Aku yakin, kita pasti akan bersatu pada saat nya nanti. Sampai waktu yang di tentukan, aku akan sabar menanti mu..
Ya Allah.. jika kami memang ditakdirkan untuk bersama.. maka dekatkanlah kami berdua. Namun, jika kami tidak ditakdirkan untuk bersama, maka hilangkan lah perasaan ini untuk diri nya.
Agar kami sama-sama ikhlas dalam menerima keputusan takdir mu ya Allah..
Gilang semakin memeluk Alisa begitu erat. Gilang menggulingkan tubuhnya agar berbalik dan memeluk Alisa dari depan.
Alisa menurut. Karena ia tau jika sekarang, Gilang sangat membutuhkan semangat darinya.
''Terimakasih sayang.. karena sudah mau menerima diriku yang kecil ini.. akan ku pastikan! Bahwa tidak akan ada wanita lain di dalam hidupku selain kamu, Alisa Febriyanti!" imbuhnya masih dengan memeluk Alisa.
"Sama-sama sayang.. semoga kita dipersatukan oleh Allah dan bersama selamanya hingga ke surga Nya nanti."
"Amien... biarkan seperti ini sebentar sayang.. karena malam ini adalah malam terakhir aku bersama mu.. setiap detik dan menit sangat berharga untukku. Karena setelah ini aku akan jauh darimu selama beberapa tahun lama nya. Aku harap, saat kita bertemu nanti, kita sudah saling memantaskan diri. Aku hanya ingin kamu sayang.. bukan yang lain.." lirih Gilang masih dengan memeluk Alisa begitu erat.
"Aku sangat mencintaimu Alisa Febriyanti.. sekarang ataupun nanti.."
Malam ini adalah malam terakhir kebersamaan Gilang dan Alisa sebelum semuanya akan berubah.
Akankah Alisa mampu menerima keputusan takdir yang nantinya akan terjadi pada GIlang??
Nantikan kelanjutannya!
💕
TBC
__ADS_1