
Sementara di kediaman keluarga Bhaskara, saat ini Nyonya rumah itu begitu sibuk dengan panci dan wajan.
Dibantu beberapa asisten dapur dan juga koki terbaik, mereka sedang memasak makanan untuk menyambut kedatangan calon besan nya.
Sedari pagi sampai saat ini Mama Dewi sibuk membantu asistennya untuk menyiapkan segala kebutuhan untuk Besan nya yang akan tiba sebentar lagi.
Saat sedang sibuk-sibuknya, Mama Dewi mendengar suara klakson mobil Gilang. Wanita paruh baya itu tersenyum.
''Itu mereka! Papa! Ayo kita ke depan untuk menyambut calon besan!''
''Ya, ayo kita ke depan!'' jawab Papa Angga.
Mereka berdua jalan beriringan sambil berbicara sambil tertawa. Tiba disana mereka tersenyum melihat mobil Gilang sudah masuk ke dalam pekarangan rumah mereka.
Menyusul mobil pickup masuk dari belakang mobil milik Gilang.
Sementara Ke empat orang di dalam mobil milik Gilang, mulut mereka serempak menganga lebar.
''Kamu bilang ini rumah minimalis? Minimalis apa nya ini?! Ini mah istana euuuyyy!!'' celutuk Om Karim.
Ketiga paruh baya dengan mulut menganga itu mengangguk setuju. ''Hooh, benar itu!'' timpal Mama Alina.
Papa Yoga masih tertegun dengan rumah mewah milik orang tua Gilang. Gilang tertawa saja melihat reaksi kedua mertuanya itu.
Pak Kosim juga ikut terkekeh. ''Ini tidak seberapa dibandingkan rumah Neng Alisa yang dibangun den Gilang di komplek perumahan indah permai, Melebihi ini Pak!''
''Heh? Maksudnya?'' tanya Tante Irma.
__ADS_1
Pak Kosim terkekeh melihat raut wajah bingung keempat orang tua Gilang itu. Gilang menggelengkan kepalanya melihat tingkah Pak kosim.
Dengan segera ia turun. ''Rumah Neng Alisa itu ditaksir hingga lima Milyar dibandingkan rumah orang tua den Gilang, Pak, Bu!''
''Apa?!!?'' pekik mereka serempak di dalam mobil itu. Gilang hanya tertawa saja.
Sementara dua orang paruh baya itu mendekati Gilang dan memeluknya dengan erat.
Semua itu tidak luput dari perhatian Keempat orang yang ada didalam mobil itu. ''Mari Pak, Bu, kita turun. Mereka berdua itu adalah kedua orang tua den Gilang.'' imbuh Pak Kosim.
Dengan segera ia membuka pintu mobil Pajero sport itu dengan lebar. Papa Yoga duluan keluar, di ikuti Mama Alina, Tante Irma dan Om Karim.
Melihat itu Mama Dewi dan Papa Angga mendekati mereka berempat. ''Selamat datang besanku, di keluarga besar Bhaskara!" ucapnya sembari tersenyum manis menatap ke empat orang keluarga Alisa yang baru tiba dari Aceh.
Mama Dewi menyambut kedua besan nya dengan senang hati sembari memeluk dan cium pipi kiri dan pipi kanan Mama Alina dan Tante Irma.
''Ayo Bu Besan! Kita masuk! Jangan sungkan! Kami menerima keluarga kalian dengan lapang dada. Memang inilah yang kami inginkan.'' imbuhnya masih dengan tersenyum.
Membuat keluarga Papa Yoga saling pandang. ''Ayo Pak Yoga! Kita masuk!'' ajaknya lagi pada Papa Yoga.
''Baik.. Assalamualaikum..'' ucap Papa Yoga.
''Waalaikum salam..'' sahut Mama Dewi dan Papa Angga.
Mereka semua melepas sendal milik mereka dan mulai masuk kerumah mewah itu. Ketika masuk kerumah besar itu, mata mereka langsung dimanjakan dengan figura besar Oma Diana dan Opa Satria.
''Ibu Diana, Pak Satria..'' gumam Papa Yoga dengan terus menatap figura besar itu.
__ADS_1
Papa Angga menoleh pada besannya itu. ''Pak Yoga mengenal kedua orang tua saya?'' tanya Papa Angga, membuat keempat orang yang sudah berada didepan sana berhenti seketika.
''Ya, saya mengenal mereka! Benarkan Nak?'' tanya Papa Yoga pada Gilang.
Gilang terkekeh kecil melihat Papa Angga kebingungan. ''Nanti aja ya kita ceritanya. Ayo kita makan dulu! Gilang udah lapar ini! Udah lama nggak makan masakan Istri. Jadi kangen!''
Plaakk..
''Aduh.. Mama! Ih!'' sungut Gilang sambil mengelus tengkuk lehernya yang terasa sakit akibat geplakan Mama Dewi.
''Apa?! Kamu nggak boleh pulang kerumah mu! Sebelum ijab qobul tiga hari dari sekarang!'' ucap Mama Dewi dengan segera membawa Mama Alina menuju ke meja makan.
Sampai disana, lagi dan lagi mulut mereka menganga lebar. Bagiamana tidak, jika suguhan di atas meja itu begitu menggugah selera.
Ada sayur urap, ayam semur, rendang daging, balado udang, capcai, kari kambing dan juga kerupuk udang kesukaan Papa Yoga.
Gilang yang melihat mereka hanya terdiam, mengajak mereka duduk lesehan dilantai yang sudah di gelar oleh Pak Kosim baru saja.
''Papa?''
''I-ini nggak salah Nak? Ini kayak mau pesta pernikahan kamu aja nih makanan nya!'' celutuk Papa Yoga membuat Mama Alina dan tante Irma tertawa.
Begitu juga dengan Kedua orang tua Gilang. Mereka terkekeh geli melihat kelakuan para besannya ini.
💕💕💕💕
Maaf ya telat! Di tempat othor tadi hujan disertai petir, mati lampu lagi! Hadeuuuhhh.. ini baru bisa nulis.
__ADS_1
Like dan komennya ya jangan lupa!
Votenya juga! 😁😁