Pelabuhan Terakhirku (Kamu Bukan Pembawa Sial)

Pelabuhan Terakhirku (Kamu Bukan Pembawa Sial)
Tidak ada alasan lagi untukku menolak mu


__ADS_3

Fabian terkejut. ''Belum sah? Kenapa begitu?'' ucap Fabian dengan suara meninggi.


Gilang tertawa mendengar suara tinggi Fabian. ''Sebentar lagi, Om! Kami sudah sah secara hukum, tapi agama belum. Aku harus berjuang lagi untuk mendapatkan restu kedua orang tua Alisa. Selama lima tahun ini aku menunggu jawaban darinya. Tapi belum juga di jawab. Ck! Kadang aku bingung dengan istri sah ku itu! Apa sih yang ia tidak terima dari diriku? Aku tampan, kaya, baik iya! Lalu dimana letak kekurangan nya?'' imbuh Gilang dengan sedikit sewot, walau sedikit percaya diri disana.


Sedangkan dari arah dapur Alisa sudah mendengar semua ucapan Linda dan Fabian. Termasuk Gilang.


Dengan nampan di tangan, ia berdiri di belakang Gilang. Ia berdiri tepat di belakang suami sah secara hukum yang itu.


Alisa sengaja berada berdiri di belakang nya, ia terkekeh geli mendengar ucapan Gilang. ''Karena kamu istimewa Papi. Maka dari itu, aku harus bersabar untuk mendapatkan mu! Kamu ibarat perahu layar yang sedang terdampar karena tersesat. Jika aku memaksa masuk, itu tidak akan mungkin. Karena kamu adalah perahu yang tiba-tiba muncul disaat aku sudah tidak ingin mengarungi samudera lagi.'' Ucap Alisa, dengan segera ia melangkah kan kakinya menuju tempat Gilang duduk dan duduk di sisi Gilang.


Ia menatap Gilang dengan lekat. ''Terkadang aku berpikir, apakah aku pantas duduk di dalam perahu layar yang indah dan megah itu? Sedang aku hanya penumpang biasa tidak memiliki kriteria apapun. Apakah sang nakhoda mau menerima ku? Seandainya aku ikut menumpang di dalam perahu itu? Aku merasa rendah diri untuk bisa masuk ke dalam perahu setelah aku tau jika sang nakhoda sangat muda dan baik.''


''Ingin sekali aku bisa mengikuti mu sedari dulu. Tapi aku tidak pantas berada disana. Karena aku melihat ada seseorang di dalam perahu itu selalu menatap mu dengan damba. Aku ingin memiliki mu, tapi aku sadar aku tidak pantas berada di perahu itu. Karena aku melihat, nan jauh disana ada keempat orang tua kita dengan wajah sendu. Aku menerima mu, Papi sedari dulu. Tapi semua itu terhalang karena orang tua kita. Jika kamu ingin memiliki ku, maka raihlah restu kedua orang tua ku. Setelah kamu mengantongi restu kedua orang tuaku, kapan pun aku siap untuk kamu halal kan. Untuk menjadi istrimu!''


Deg!


Gilang terkejut. Jantungnya bergemuruh hebat. ''Beneran sayang??''


''Ya, setelah ku pikir-pikir aku bertekad ingin mengarungi samudera bersama mu sampai dimana kita nantinya bersatu di surga Nya Allah. Karena aku melihat di dalam perahu itu ada seorang anak kecil yang begitu ingin ku peluk. Matanya yang bulat jernih, tidak mampu untuk ku alihkan. Wajahnya yang sendu begitu kentara terlihat di sana. Aku melihat jika wajah itu adalah.. kamu, Papi! Rayyan putra Bhaskara! Maka dari itu aku menerima mu sekarang. Tidak ada lagi alasan bagiku untuk menolak mu suami sah ku.''


''Untuk itu segera jemput restu kedua orang tuaku agar kamu segera bisa menghalalkan ku untuk menjadi istri yang halal untuk kau sentuh. Agar ke depannya, tidak ada lagi perbuatan haram yang kita lakukan di dalam rumah ini. Ya.. walaupun ku tau, kamu tidak seperti itu. Kamu sangat menjaga kehormatan ku dari pertama kita bertemu hingga sekarang Papi. Terimakasih..''

__ADS_1


Gilang tersenyum sangat manis. Matanya berkaca-kaca melihat Alisa. ''Tidak ada kata terima kasih di antara kita berdua. Aku memilih mu karena memang Allah lah yang menjodohkan kita berdua. Dari pertama aku memimpikan mu puluhan tahun silam, hati ini sudah terisi nama mu. Namun, karena takdir yang belum mengizinkan kita untuk bertemu maka aku mencoba untuk melabuhkan hatiku pada yang lain.''


''Dan ternyata, semua itu memang sudah menjadi kehendak Nya. Aku beruntung bisa mengenal mu sayang.. sangat beruntung. Usia tidak akan menghalangi untuk aku bisa menikahi mu. Karena aku hanya menginginkan mu, bukan yang lain.. Alisa Febriyanti binti Yoga Sebastian! Istri sah Gilang Bhaskara, Nyonya Alisa Bhaskara.''


''Kedua orang tuaku sudah merestui kita berdua. Bahkan mereka menyuruhku hari ini juga untuk menemui kedua orang tua mu untuk meminta restu mereka.'' Imbuh Gilang panjang lebar, membuat dua mata bulat bening nan sayu itu mengeluarkan buliran kristal membasahi pipi nya.


''Terimakasih Papi Gilang.. aku sangat beruntung bisa bertemu dengan mu. Semoga kamulah orang yang selama ini selalu ku sebut dalam setiap doa ku. Di mana kamulah tempat terakhir aku melabuhkan hatiku. Aku sangat beruntung bisa bertemu dengan mu. Sungguh!'' Imbuh Alisa dengan segera mengusap bulir bening yang terus menetes di pipi chubby nya.


Gilang terkekeh melihat itu. ''Jangan menangis.. kamu harus kuat sama seperti dulu. Sebelum aku mengenal mu. Kalau kamu cengeng, adek pun ikut cengeng! Lihat tuh, putramu!'' tunjuk Gilang pada Rayyan yang sudah berdiri tegap di belakang Alisa.


Mata pemuda kecil itu berkaca-kaca melihat Alisa yang sedang menangis. ''Mami... jangan nangis.. adek Ndak mau Mami nangis.. hiks.. hiks..''


''Ndak! Mami bohong! Pasti Papi yang buat Mami nangis kan?'' tanya Rayyan dengan menatap Papi nya tajam.


Namun terkesan lucu di mata Gilang. Ia tertawa melihat tingkah putra nya itu. Begitu juga dengan Alisa.


Linda dan Fabian terharu melihat Alisa dan Gilang. Mereka tak menyangka, jika akhirnya Alisa melabuhkan hatinya kepada Gilang.


Pemuda kaya yang terpaut usia begitu jauh. Karena kejadian masa lalunya, membuat Alisa menolak untuk menikah lagi.


Padahal Linda dan Fabian sering mengenalkan para sahabat Fabian yang sudah duda untuk di kenalkan pada Alisa.

__ADS_1


Tapi Alisa menolaknya. Alasannya, ia tidak ingin menikah lagi. Eh, tak taunya hari ini mereka menemukan fakta kalau Alisa telah memiliki tambatan hati lain.


''Hem.. ternyata kamu menolak setiap lelaki karena pemuda ini ya Lis?'' goda Fabian pada Alisa.


''Eh? Maksud Abang apa tuh?''


''Ya, selama lima tahun ini, aku mencoba mengenalkan mu pada seluruh teman serta sahabatku. Kamu menolaknya Alisa. Ternyata semua ini karena pemuda tampan disamping mu ini yang telah berhasil meluluhkan kebekuan di hati mu selama ini ya? Kalau boleh ku tau, mengapa kamu menyukai Gilang? Apa yang kamu lihat dari Gilang, hingga kamu memilihnya sebagai tempat terakhir untuk kamu berlabuh? Padahal selama ini kamu tau, kalau aku banyak mengenalkan mu pemuda yang sama bahkan sangat mirip seperti Gilang ini. Boleh aku tau Alisa? Apa yang membuatmu hingga kamu tetap menunggu Gilang kembali dari studi nya?'' tanya Fabian begitu dalam.


''Karena aku mencintai nya jauh sebelum kami di pertemukan!''


Deg!


💕


Hiks.. sebentar lagi Gilang mau ke Aceh minta restu. Doa in ya semoga berhasil? 🤧🤧


Like dan komen selalu othor tunggu! Kalau boleh vote juga. Sekalian buatin othor kolam bunga ya?


Biar othor bisa mandi sepuas nya! 😄😄


TBC

__ADS_1


__ADS_2