Pelabuhan Terakhirku (Kamu Bukan Pembawa Sial)

Pelabuhan Terakhirku (Kamu Bukan Pembawa Sial)
Berpisah sementara


__ADS_3

Setelah puas dengan curhatan mereka berdua, kini sepasang anak manusia berbeda generasi itu sedang tidur di sofa dengan saling memeluk dengan erat.


Gilang tidak melepas kan Alisa walau sebentar. Ia tidak ingin menyia-nyiakan waktu yang singkat ini.


Malam ini adalah malam terakhir ia bisa melihat Alisa dan putri kecilnya itu. Seakan tau, bayi kecil itu begitu lelap dalam tidur nya.


Gilang masih saja terjaga. Matanya tidak bisa tertutup sama sekali. Takut, kalau-kalau Alisa akan pergi darinya.


Ia melihat jam yang ada pada tangan nya. Masih pukul 2 dini hari masih panjang waktu kebersamaan mereka berdua.


Ia melihat Alisa begitu nyaman tidur dalam pelukan nya. Gilang tersenyum, namun air matanya menetes hingga jatuh ke pipi Alisa.


Gilang mengusap nya dengan lembut, agar wanita nya itu tidak bangun dari tidurnya.


''Entah kapan aku bisa seperti ini lagi.. terimakasih karena sudah mau menerima diriku yang masih kekanakan ini. Aku harap, dan aku meminta sama Allah, semoga di tahun kelima pertemuan kita nantinya, kau sudah menjadi milikku. Apapun rintangan nya akan kau hadapi. Aku tidak takut dengan apa pun. Terkecuali takdir! Tapi aku bisa meminta sama Allah, jika suatu saat Allah mengambil mu, maka aku juga akan ikut bersama mu! Kita akan di kuburkan dalam satu liang lahat! Aku akan meminta nya pada Allah.. Aku sayang kamu Alisa.. sangat, sangat menyayangi mu..'' lirih Gilang di telinga Alisa.


Alisa yang merasa jika Gilang sedang berbicara padanya, memeluknya begitu erat.


''Aku juga sangat menyayangimu Papi...'' bisik Alisa dalam hati nya.


Setelah nya mereka berdua benar-benar terlelap. Rasanya baru sebentar mereka terlelap, sudah dibangunkan oleh Annisa yang menangis.


Gilang sadar mengendur kan pelukan nya dari Alisa.


''Sayang.. adek nangis.. kayak nya haus deh. Bangun ..'' ucap Gilang dengan suara serak khas bangun tidur.


''Bentar lagi Papi.. masih ngantuk!'' sahutnya masih dengan memeluk Gilang begitu erat.


Gilang terkekeh. ''Udah subuh sayang.. tuh, udah setengah enam. Kamu nggak sholat? Ayo bangun! adek nangis loh..'' bujuknya lagi.


Rasanya Alisa sangat berat melepaskan pelukannya dari Gilang. Alisa melepaskan pelukannya dan duduk di hadapan Gilang, dengan Gilang masih berbaring di sofa.


''Hhhoooaaamm.. adek kenapa?? Haus ya??'' tanya pada bayi kecil yang sedang menangis itu.


Gilang yang melihat nya terkekeh. Setelah nya ia bangkit dan menuju kamar mandi untuk berwudhu.


Setelah selesai dengan berwudhu, Gilang menggelar sajadah nya dan sholat subuh sendiri.


Ingin mengajak Alisa sholat bersama. Tapi tidak mungkin, karena Alisa sedang menyusui Annisa.


Setelah selesai sholat subuh, Gilang beranjak ke tempat Alisa sedang menidurkan Alisa kembali.


''Sayang.. aku pulang ya. Jaga diri baik-baik! Kita akan bertemu setelah lima tahun lagi. Aku harus berangkat ke Amerika dua Minggu dari sekarang. Ingat pesanku! Pakailah uang itu untuk membuka usaha toko roti mu! Renovasi rumah kita, karena setelah kita menikah nanti kita akan tinggal disana. Kalau bisa buat menjadi dua tingkat. Kamar kita ada diatas berdampingan dengan anak-anak. Tanah itu cukup lebar sayang. Aku tau berapa ukuran nya. Bukan seukuran rumah kontrakan itu tapi lebih lebar. Lihatlah nanti. Ingat sayang! pergunakan uang itu untuk kehidupan mu dan anak-anak kita. Karena mulai sekarang kamu adalah tanggung jawabku! Kamu dengarkan sayang?'' ucap Gilang sembari mendekati Alisa dan memeluknya.


Alisa melepaskan pelukan mereka berdua dan menatap Gilang.


''Seperti keinginan mu Papi! Aku akan menuruti apapun yang kamu katakan.'' imbuh nya sembari tersenyum manis pada Gilang.

__ADS_1


''Terimakasih! jangan lupakan aku! Apapun yang terjadi, jangan membenci diriku, jangan juga menjauh dariku! Kamu paham??'' ucap Gilang lagi.


Alisa mengangguk mantap. ''Pasti!''


''Ya sudah, aku pulang! Jaga diri dan anak-anak kita! Sampai dimana kita nanti dipertemukan kembali.'' imbuhnya sembari memeluk Alisa lagi.


Cup.


Alisa memejamkan matanya saat Gilang mengecup keningnya begitu lama. Setelah puas dengan kening Alisa, kini beralih ke pipi kanan dan kiri Alisa.


Terakhir, Gilang mengecup hidung Alisa. Alisa mengerjab. Terlihat sangat lucu dimata Gilang.


Gilang terkekeh. ''Belum saat nya untuk di sini..'' imbuhnya dengan menyentuh bibir Alisa.


Alisa tersipu malu. Wajahnya merah merona. Gilang gemas melihat Alisa.


Cup.


Lagi Gilang mengecup kening nya. Alisa tetap diam dengan gemuruh di dada yang terus bertalu-talu.


''Aku pergi! Papi pulang sayang.. jaga diri adek baik-baik ya.. jangan buat Mak marah. Nurut apa kata Mak. Baik budimu ya sayang.. papi sayang adek..''


Cup.


Cup.


Cup.


''Selamat tinggal sayang.. kita berjumpa lagi setelah lima tahun kedepan. Saat aku pantas bersanding dengan mu! Jaga diri baik-baik dan anak kita. Aku pamit! assalamualaikum..'' lirih Gilang dengan menahan sesak di dadanya.


''Waalaikum salam sayang...'' lirih Alisa dengan mata berkaca-kaca. Tanpa di duga ia menggamit tangan Gilang dan membawanya ke bibirnya untuk di kecup.


Salim tangan untuk yang terakhir kalinya. Gilang terpaku dengan perbuatan Alisa. Setelah sadar, ia mengusap kepala Alisa dengan tangan kiri nya.


Alisa menangis. Gilang tau, ia pun sama. Setelah nya ia melepaskan tangan itu dan menatap Gilang.


''Pergilah! doaku selalu menyertai mu! Jangan khawatir kan aku dan anak-anak! kami pasti baik-baik saja. Semoga kamu sukses dan cepat kembali untuk menjemput kami disini.'' lirih Alisa dengan air mata bercucuran.


''Ya,'' sahut Gilang dengan bibir bergetar.


Setelah nya ia berbalik dan meninggalkan Alisa seorang diri disana. Tiba nya di depan pintu, Gilang bertemu dengan pak Kosim.


''Sudah Den??''


''Sudah! Ayo pak, kita pulang!''


''Baik.''

__ADS_1


Setelah nya mereka berlalu pulang ketempat dimana ia berada sesungguhnya. Tinggallah Alisa yang berdiri mematung dengan suara tangis yang begitu pilu.


Sesampainya di parkiran, Gilang menangis pilu. Pak Kosim yang melihatnya pun ikut menangis.


''Sabar Den.. ini yang terbaik! yakinlah! jika kalian berdua berjodoh, sejauh apapun dan dimana pun kalian pasti akan di pertemukan kembali.'' lirih pak Kosim sambil memeluk Gilang yang sudah terduduk di aspal parkiran.


''Gilang nggak kuat, Pak!''


''Aden kuat! Aden pasti bisa! yakinlah pada Allah, bahwa semua ini memang kehendak nya. Ayo.. tadi tuan Angga udah nelpon bapak untuk menyuruh kita pulang segera.''


''Ya.'' sahut Gilang.


Walaupun berat tetap dijalani juga. Kini tersisa hanya rasa pilu di hati. Berharap, perpisahan ini akan ada ujungnya. Yaitu penantian untuk mereka berdua.


Setelah nya Gilang masuk kedalam mobil dan meninggalkan Alisa yang berdiri mematung di depan lobi melihat kepergian Gilang.


''Selamat jalan GI.. semoga kita berjumpa lagi..'' lirih Alisa dengan mengusap air mata yang tidak berhenti untuk mengalir deras menjatuhi pipinya.


Sedangkan seseorang disana, di komplek perumahan tempat tinggal Alisa. Ia sedang menunggu dua bocah kecil itu keluar dari rumah nya.


Saat melihat dua anak itu, ia bergegas menghampiri mereka.


''Assalamualaikum kakak.. Abang...''


Deg.


Deg.


Deg.


''A-ayah?!''


💕


TBC


Hiks othor sedih nulisnya .. 😭😭


Oh iya mampir juga yuk! ke cerita othor yang baru hiks.



Ini cerita ketiga othor, udah ada 40 bab sih hiks.. yuk ramaikan disana! karena cerita ini juga akan hadir dalam cerita Gilang dan Alisa.


Semoga kalian berkenan ya.. hiks hiks..


Othor sedih euuuyyy babang Gilang pisah sementara dari Alisa 😭😭😭😭

__ADS_1


Othor tunggu ya 😖😖


__ADS_2