Pelabuhan Terakhirku (Kamu Bukan Pembawa Sial)

Pelabuhan Terakhirku (Kamu Bukan Pembawa Sial)
Masa lalu Gilang 2


__ADS_3

Gilang mendorong motornya ke tempat parkir. Saat ingin mendorong nya lebih dalam, dari belakang bahunya di tepuk oleh seseorang.


'' Gilang..!!''


Deg!


''Mampus gue !!'' gumamnya. Gilang ingin berbalik tapi tak berani karena ia tau siapa yang baru aja menegur nya itu.


'' Gilang ! kok diam sih?''


Aduhhh gimana ini.. Kok bisa sih Papa ada disini?? Duh piye Iki??


Gilang berdehem untuk meredakan detak jantungnya yang berdegup kencang. Ia berbalik dan melihat seorang pria paruh baya ada dibelakang nya.


'' Ehhmm.. hehehe.. Papa! kok bisa disini Pa? Ini kan tempat tongkrongan anak muda? Hayoo ngaku??'' ucapnya seraya meledek papanya.


Papa Angga berdecak.


'' Ck!! Papa nanya kamu! sedang apa kamu disini? Sama siapa?'' imbuhnya seraya melihat kanan kiri berharap melihat ada seseorang bersama Gilang.


'' Papa cari siapa?? Kok kayak cari seseorang??'' tanya nya bingung melihat Papa Angga celingak celingukan.


'' Kamu kesini sama siapa? Sama Vita?? Vita nya mana?'' tanyanya lagi


'' Ada.. tuh udah duluan masuk kedalam kafe bersama yang lain.'' jawab Gilang.


'' Ya sudah, kalau begitu Papa balik dulu. Kalau kamu sudah selesai cepat pulang! Jangan kelayapan lagi. Jagain tuh Vita!.'' Ujarnya serta melangkah pergi meninggalkan Gilang disana.


Gilang memandang papanya yang sudah berlalu. Setelah nya ia bergegas masuk kedalam cafe. Udara yang tadinya sangat panas, kini berubah menjadi dingin ketika Gilang masuk kedalam cafe.


Gilang masuk kedalam sambil melihat ke sekeliling ruangan untuk mencari keberadaan Vita.


Tapi yang dicari tidak berada dimana pun. Gilang bingung, ia jadi berfikir apakah Vita pulang? Atau sedang ke toilet? Jika sedang ke toilet, seharusnya sudah dari tadi dong Vita disini.


Sedangkan Gilang saja sudah lama berbicara dengan papa nya tadi diluar.


Gilang terus saja melangkah kan kakinya masuk lebih dalam ke ruangan cafe. Cafe yang dipenuhi pernak pernik anak muda, kursi dan meja yang berhadap hadapan, dan juga dinding berwarna pink muda menambah cerah suasana didalamnya.


Terlihat sekali seperti cafe para cewek-cewek. Sebenarnya Gilang risih, tapi demi sahabat sekaligus calonnya dimasa depan dia rela. Bahkan sangat rela ketika ia diejek oleh sahabatnya.


Gilang terus menyusuri jalan masuk ke cafe, hingga tanpa sengaja ia melihat sosok yang sedang di carinya sedang duduk berdua dengan seorang pemuda yang begitu dikenalnya. Mereka sangat akrab.


Gilang mendekati mereka berdua dengan memasang senyum manisnya. Sedikit lagi Gilang hampir tiba disana, kakinya mendadak berhenti.


Gilang menatap dua sejoli disana sedang berciuman. Sangat mesra, hingga si gadis memukul lengan pemuda itu dengan manja. Setelah ciuman itu selesai.


Gilang mengepalkan tangannya.

__ADS_1


Gilang menatap horor pada mereka berdua. Senyum yang tadi begitu cerah kini berubah menjadi suram. Wajahnya berubah menjadi masam! Kecut! Sangat tak enak dipandang.


Gilang menatap nanar pada mereka berdua. Sedang yang diperhatikan tidak perduli dengan sekitar. Mereka berdua asyik dengan dunia mereka sendiri.


Gilang susah payah meredam emosi nya agar tidak meluap. Ia tetap berfikir positif mungkin hanya perasaan nya saja melihat Vita sedang berciuman dengan sahabatnya Kevin. Ia hanya salah paham.


Ya, hanya salah paham.


Gilang berdiri mematung disana dengan pandangan lurus menatap mereka berdua. Ia melamun.


Saking asyiknya melamun, Gilang tak sadar jika Aldi sudah ada disebelah nya. Dan memperhatikan apa yang sedang Gilang lihat di depan sana.


Aldi melihat tatapan Gilang yang begitu datar tanpa ekspresi, sedetik kemudian ia melihat apa yang Gilang lihat. Aldi shock, matanya membulat sempurna melihat pemandangan yang ada didepannya.


Bagaimana tidak, Aldi melihat Vita sedang merebahkan kepalanya di pundak Kevin, sedang Kevin mengusap kepalanya dengan sayang. Aldi melongo. Ia menatap Vita dan juga Gilang.


Karena penasaran akan hal yang dilihatnya, Aldi menepuk pundak Gilang dengan keras membuat Gilang tersentak kaget. Dan tersadar dari lamunannya.


Gilang menoleh menatap Aldi yang juga menatapnya dengan heran.


'' Lang! gue nggak salah lihat kan? Bukannya itu cewek elu kan? Kok bisa sama si Kevin? Jangan bilang si Vita nyelingkuhin elu?! Benarkan??'' desaknya pada Gilang.


Gilang menghela nafasnya.


'' Nggak tau Al.. gue juga kaget ngeliat nya! mereka seperti sepasang kekasih! Gue nggak bisa nuduh, barangkali mereka cuma bercanda iyakan?? Dan juga gue melihat mereka sebagai kakak dan adik saja. Loe kan tau jika Kevin sangat menyayangi Vita. Vita seperti adik kandung baginya, karena selama ini ia tidak memiliki adik perempuan..'' jelasnya membuat Aldi mengangguk.


'' Iya juga sih.. tapi nih ya.. tapi.. jika seandainya Vita memang selingkuh dengan Kevin, apa yang akan loe lakukan pada mereka berdua??'' tanyanya pada Gilang. Membuat Gilang menatapnya tajam.


Mereka semua memandang Gilang dan Aldi aneh. Hingga matanya bersiborok dengan mata Vita. Vita terkejut mendapati Gilang berdiri disana.


Vita yang ditatap Gilang seperti itu menjadi takut. Ia melepaskan tautan tangannya dengan tangan Kevin dibawah meja. Ia jadi salah tingkah seperti baru saja ketangkap basah sedang selingkuh.


Padahal memang itu kenyataan nya!


Gilang melihat pergerakan tangan Vita di bawah meja. Ia melihat Kevin menggenggam tangan Vita erat hingga Vita sulit untuk melepasnya.


Vita terus saja berusaha melepas tautan tangannya dengan sesekali memandang Gilang disana yang berwajah dingin. Ia tersenyum pada Gilang, senyum kaku dan salah tingkah.


Gilang menatap Kevin yang juga menatapnya. Mereka berdua seolah sedang berbicara melalui tatapan mata. Gilang mengatakan jika Vita adalah milik nya. Sedangkan Kevin mengatakan jika Vita bukan milik siapa siapa. Membuat Gilang semakin menahan amarahnya.


Jika ia tak menahannya, maka akan terjadi hal yang tidak diinginkan. Karena mereka belum tau seperti apa sisi lain dari Gilang Bhaskara.


Suasana terasa mencekam. Apalagi Aldi yang ada disebelah Gilang. Ia menatap takut pada Gilang. Karena yang dia tau selama ini jika Gilang tidak pernah menunjukkan sisi lain dari dirinya. Ia selalu ceria dalam keadaan apapun.


Tapi pada hari ini, Aldi melihat sendiri jika Gilang sedang berusaha meredam amarahnya. Terlihat wajah Gilang memerah sampai ke telinganya.


Ia mengepalkan tangan hingga kukunya memutih.

__ADS_1


Vita yang merasa sudah tidak nyaman, ia bangkit berdiri dan mendekati Gilang. Ia melepas paksa tautan tangannya dari Kevin.


'' Lang!'' panggilnya


Gilang menoleh. Vita terkejut melihat wajah Gilang begitu dingin, Tak ada ekspresi apapun di wajahnya. Vita perlahan mencoba menggenggam tangan Gilang.


Gilang menerimanya, tapi pandangan matanya fokus pada Kevin yang duduk mematung disana.


'' Lang! gu-gue bi-bisa jelasin!'' ucapnya tergagap.


'' Pulang.'' ucapnya seraya menatap Vita tajam.


Vita yang ditatap seperti itu menciut. Ia takut pada Gilang yang seperti itu.


Mampus loe Vita! Bego! kok bisa sih loe nggak ingat jika disana ada Gilang? Apa yang harus loe jelasin sekarang padanya?


Kevin juga sih.. kenapa suka banget cari masalah sama Gilang? Padahal ia kan tau seperti apa Gilang? Ini kok sengaja dipancing!


Dasar bego!


Bodoh dipelihara!! Bodoh loe Vita*!!


Gumam nya pada diri sendiri, serta melirik Gilang yang juga melirik Kevin disana.


'' Lang...'' panggilnya lagi membuat si empunya menoleh dengan tatapan yang mematikan.


Deg!


💟💟💟💟


Hai hai.. othor kembali lagi nih.. maaf ya.. lama updatenya..


Maklum othor lagi berusaha nyelesai in yang disebelah.. biar ceritanya nyambung kan nggak mungkin dong cerita ini bab nya banyak sedang yang disana belum selesai?


Tapi insyaallah othor akan berusaha sekuat mungkin agar bisa update tiap hari tapi nggak banyak ya..


Semoga masih ada pembacanya! Dan nggak kabur dari cerita remehan othor ini hiks!


Semoga kalian setia menunggu Yee..


Karena masih dalam suasana lebaran othor ngucapin selamat hari raya idul Fitri mohon maaf lahir dan batin 🙏🙏


Semoga tetap setia menunggu ya..


Hiks hiks apalah daya othor remeehan ini dan belum banyak pengalaman!


Semoga klean nggak bosan ya nunggunya..!

__ADS_1


See you


😘😘🤗🤗


__ADS_2