
Lana dan Ira membulatkan matanya saat Gilang mengeluarkan handphone itu dari paper bag.
''I-itu.. po-ponsel yang di toko Papi, kan??'' tanya Lana.
Gilang tersenyum, ''ya! seperti yang Abang inginkan!'' sahut Gilang.
''What?'' beneran Pi?? Ini ponsel mahal loh.. nggak rugi apa? Dikasi kan ke Abang sama Kakak??''
Gilang terkekeh.
''Emang berapa sih harganya??'' tanya Ira penasaran.
''Ponsel ini harga nya tuh ya, kak! Satu buah motor baru!'' sahut Lana.
''Maksud kamu, sekitar 18jutaan begitu??'' tanya Ira lagi.
''Ya! 18jeti kak! wow.. mihil amat??'' sahut Lana.
Ira membulatkan matanya. ''Apa?! Beneran Pi?! Ini hape seharga satu buah motor baru???''
''Ya! khusus untuk anak-anak Papi!'' ujarnya santai.
''Hah???'' Ira menatap Gilang dengan cengo. Setelah nya mereka tertawa bersama.
Setelah letih tertawa bersama, kini waktunya Gilang untuk membuka handphone itu. Ia mengambil KTP Alisa dan langsung mengaktifkan kartu nya.
Setelah selesai Gilang mulai membuat alamat email untuk bisa membuka akun WhatsApp, untuk mempermudah Ira mendapatkan setiap pesan yang disampaikan melalui grup sekolahnya.
Begitu juga dengan Lana.
''Kak.. untuk email nya, Papi buat siapa ya namanya??'' tanya nya pada Ira.
''Terserah Papi aja! Kakak mah ikutan wae lah...'' sahutnya
Membuat Gilang terkekeh. ''Pasrah amat neng??''
''Gimana kalau nama Mak sama Papi aja? Nama yang digabung gitu maksudnya? Gimana??'' celutuk Lana.
Gilang mengerjab mendengar ucapan Lana.
''Oke! kita coba!''
Kemudian ia mulai mengutak ngatik ponsel itu. Setelah selesai baru ia menunjukkan nya pada Ira dan Lana.
Mereka berdua cekikikan. Alisa yang melihatnya keheranan.
''Ada apa??'' tanya Alisa.
''Nggak ada! hanya salah ketik aja! oke! kita buat sandinya ya??'' ucap Gilang, dengan segera membuat sandinya. Hanya ia yang tau sandi email itu apa.
__ADS_1
''Apa sih?? Coba Mak lihat! Apa yang kalian tertawa kan ?''' ucap Alisa. Ia jadi penasaran. Karena penasaran nya, ia mendekati Gilang dan duduk disebelahnya.
Gilang yang melihat Alisa duduk disebelahnya tersenyum tipis. Saat melihat email itu Alisa membulatkan matanya.
''AlisaBhaskara99@gmail.com??'' beo Alisa.
Lana dan Ira cekikikan. Gilang tersenyum. ''Kenapa?? kamu nggak suka??'' tanya nya.
''Bu-bukan nggak suka.. hanya saja... Alisa Bhaskara.. itu tidak pantas jika disandingkan dengan namaku..'' ujar Alisa pelan.
''Pantas! bahkan sangat pantas! Karena sebentar lagi, kau akan menjadi nyonya Bhaskara! Jadi di mana letak tidak pantasnya??'' tanya Gilang, sambil menoleh Alisa yang duduk disampingnya.
Alisa terdiam. Ingin sekali ia menjawab, 'jika aku bukanlah joddohmu!' tapi lidah nya terasa kelu walau hanya untuk menjawab saja.
Gilang yang melihat Alisa melamun, menyadarkan nya dengan menyentuh punggung Alisa. Gilang mengusap nya pelan. Alisa merinding. Bulu-bulu halusnya berdiri karena sentuhan Gilang.
Alisa menoleh ke Gilang, Gilang tersenyum manis. ''Kenapa?? Apa yang kamu pikirkan?? Hem??''
''Nggak ada! Ya sudah, jika sudah selesai sebaiknya istirahat. Bukankah besok mau ke taman safari Medan??'' tanya Alisa.
Gilang dan Lana kompak membulatkan matanya. Ira tertawa melihatnya. Alisa hanya menggeleng melihat kelakuan dua orang itu.
''Astaghfirullah! Papi lupa, Bang! Kita jadikan besok ke taman safari??'' tanya nya pada Lana.
Lana mengangguk, ''jadi dong, Pi.. Kan sebulan yang lalu Papi udah janji sama Abang, mau ngajak Abang keliling kota Medan dan singgah di taman safari. Papi lupa ya??'' tanya Lana sedikit jutek.
''Hihihi.. ngambek dia, Pi!'' ujar Ira masih dengan cekikikan nya.
''Mi?? Mi apaan?? Mi ayam kah??'' tanya Lana.
Tak tahan Ira menyemburkan tawanya. Hati nya sangat geli dengan pertanyaan Lana. Gilang yang tersadar karena keceplosan, menggaruk tengkuknya.
Ia jadi salah tingkah di depan Lana. Lana menatapnya meminta jawaban. Gilang menoleh kesana kemari untuk menghindari tatapan Lana.
''Ada apa?? Ada yang salahkah dengan pertanyaan Abang?? Papi??'' tanya Lana.
''Hem, Hem.. aduh gatal pula ini leher! sebentar ya Papi minum dulu!'' ujarnya seraya berlalu menghindari Lana.
Alisa yang melihat Gilang menuju kedapur, mengikuti nya dari belakang.
''Mau minum??''
''Eh? Astagfirullah! sayang! kamu ngagetin aku aja sih??'' bisiknya pada Alisa.
Alisa mengernyitkan dahi nya bingung.
''Kenapa kamu berbisik sih?! Ada apa??'' tanya dengan suara pelan.
"Tadi aku keceplosan, manggil kamu dengan Mi, yang berarti Ma mi. Abang kan belum tau tentang panggilan itu, kecuali Kakak?? Aku bingung mau jawab apa? Salah jawab, nanti Abang ngambek lagi! Gimana ini?? Nanti bantuin jelasin ya? Sayang? Ya? Bantuin.." rengek Gilang seperti anak kecil.
__ADS_1
Alisa tergelak. ''Kamu kenapa jadi kayak Lana?? Merengek seperti ini? Kamu itu bukan bocah! Gilang.. kamu udah dewasa! Masih aja bersifat seperti anak-anak," ujar Alisa masih dengan tertawa nya.
Gilang yang melihat Alisa tertawa, terpana.
"Cantik!" ucapnya tanpa sadar. Ia masih saja menatap Alisa.
"Hah??"
"Kamu tau Lis? Pertama kali bertemu dengan mu.. aku merasa jika diriku ini hidup kembali setelah puluhan tahun! Ada saat di mana aku bermimpi bertemu denganmu di bawah pohon rindang, dan kita bercerita bersama di sana. Saat itu, aku yang sedang dalam keadaan gundah, dipertemukan dengan dirimu! Kamu masih ingat nggak mimpi itu??" tanya Gilang.
Alisa merenungkan kejadian yang sudah sangat lama menurut nya. Lama ia termenung memikirkan hal itu.
Hingga terdengar celutukan seseorang membuat mereka tertawa.
"Ya elah.. malah nostalgia an didapur! Mak sama Papi kenapa sih?! Kok menghindar dari Abang? Ada yang salah ya dengan pertanyaan Abang tadi??" tanya nya dengan wajah bingung.
Gilang tertawa melihat wajah Lana yang kebingungan. Begitu juga dengan Alisa. Ia terkekeh melihat wajah Lana yang bingung seperti orang bodoh itu.
"Ada apa sih?!"
"Nggak ada, Nak.. Papi tadi hanya keceplosan! Salah sebut! Jadi.. usah dipikirkan ya? Ayo.. udah malam! sebaiknya istirahat! Besok kita mau ke taman safari Medan kan??" tanya Alisa dan Lana mengangguk.
Gilang bernafas lega.
"Ya sudah! Ayo, Pi! kita bobok! Abang udah ngantuk! Nggak sabar jumpa pagi.. hihi mau ke taman safari! Yeey.." serunya senang.
Alisa yang melihat nya tersenyum, begitu juga dengan Gilang.
"Sayang.."
"Hem.."
"Kata sandi ini hanya kita berdua yang tau. Akan ku beri tahu apa sandinya! Kamu harus ingat ya?? Sandinya ialah Gilang66@lisa. Kamu harus ingat! Sandi ini suatu saat nanti akan berguna untukmu dan untuk kita. Ingat sayang! ini rahasia kita berdua. Hanya kita berdua yang tau! Sandi email ku yang lama pun sudah ku ganti dengan yang ini. Bahkan email nya pun sudah ku ganti dengan yang baru. Mau tau??'' tanya Gilang dengan menatap Alisa.
Alisa menatap nya dan mengangguk.
''Ini email ku yang sekarang Gilang66Alisa@.gmail.com dan sandinya ialah Alis@66Bhaskara. Beda sedikit dari sandi ponsel mu! Dua email ini harus kamu ingat! Jangan sampai lupa! Aku tau kamu sangat cepat dalam menghafal. Aku tau kamu pintar sayang! Jadi jangan sembunyi kan kepintaran mu dariku!'' imbuh Gilang.
Alisa melotot kan matanya.
Cup!
''Ayo kita tidur! anak-anak udah tidur duluan tuh! ayo..'' ajaknya.
Membuat Alisa mengikuti langkah besar Gilang. Gilang membawanya masuk ke dalam kamar dan tersenyum melihat Alisa yang masih terkejut akibat aksi spontan Gilang yang mengecup keningnya.
💕
Mau lagi??
__ADS_1
TBC