
Setelah meletakkan benda yang berbungkus kado itu disudut ruangan rumahnya, para pengantar barang itupun pergi.
Alisa yang sangat penasaran langsung saja membuka hadiahnya yang berbungkus kado itu.
Alisa membukanya dengan pelan agar tidak menggangu Annisa yang sedang tidur. Setelah kadonya terbuka Alisa kaget bukan main.
Mulut Alisa menganga lebar Ia sampai tak berkedip melihatnya karena ternyata isinya kulkas dua pintu model terbaru POLYTRON PRM 491 B INVERTER.
Alisa terbengong memikirkan nya. Bagaimana mungkin benda yang baru kemarin dilihatnya dipasar sekarang sudah ada di depan mata.
Apakah Gilang tau apa yang diinginkan nya? Apakah Gilang ini seorang cenayang hingga tau isi hatinya?
Ditengah lamunannya tentang kulkas, Annisa menangis karena terkejut dengan suara klakson motor tetangga diluar.
Membuat Alisa terkejut hingga ia sadar dari lamunannya tentang Gilang. Ah Gilang, seolah pemuda ini tau apa saja yang diinginkan olehnya.
Alisa mengangkat anaknya dan disusui hingga terlelap kembali. Disaat yang bersamaan lewatlah para tetangga di depan rumahnya, mereka kepho ingin tau aja apa urusan orang berhenti tepat didepan pagar rumah Alisa.
''Eh, eh, kamu tau nggak itu tu tetangga baru yang berapa hari baru pindah ke blog kita udah bikin heboh aja lho?'' Ucap Ibu kepo.
"Yang mana ya??" tanua ibu tulalit.
"Itu loh.. tetangga baru kita yang kemarin didatangin mobil mewah.." Ibu pintar bantu menjelaskan.
''Ho.. iya tau.. namanya Alisa yang baru beberapa hari ini sering nitip barang jualannya diwarung Mbak Mila kan.. emang kenapa sama dia?'' tanya Ibu judes.
''Kemarin baru saja dia kedatangan tamu bermobil mewah. Nah hari ini nih ya.. dia mendapatkan sebuah bingkisan! kayaknya dari orang yang datang kemarin deh!" jelas Ibu kepho.
Mereka mengangguk. ''Bener Bu.. saya lihat kemarin ada dua orang laki laki yang satu udah paruh baya yang satu lagi masih muda banget.. kayaknya tuh bocah masih SMA kali ya..?" sahut Ibu judes.
"Ih kok bisa sih Alisa ini kenal sama orang kaya? Kira-kira menurut kalian yang mana tuh gebetan nya? Yang tua? Apa yang muda ya? secara Alisa kan janda?''
Alisa yang sedang meletakkan Annisa dalam ayunan mendengar ucapan mereka menghela nafas panjang, inilah yang Ia takutkan.
Mereka melanjutkan lagi gibahannya untuk Alisa.
"Bisa jadi yang tua! sepadan lah sama dia.. secara kan dia udah janda tiga anak? lah kalau yang muda kan nggak cocok euuy..."
"Penyuka berondong kali..."
"Bisa juga sih... coba menurut kalian diantara tua dan muda mana yang terlihat seperti orang kaya?''
"Kalau aku sih yang muda. Secara kan dia yang paling bening? lah sikakek, udah tua keriput lagi nggak ada muka orang kayanya! muka susah iya!''
Alisa melototkan matanya mendengar cibiran tetangga nya tentang pak Kosim. Tapi bener juga sih Gilang lebih terlihat kayanya ketimbang pak Kosim..
Astagfirullah!! Alisa menggeleng kan kepalanya. Ia jadi terkekeh sendiri dengan pemikiran nya.
''Kalau aku sih nggak dua duanya nih.. mana mungkin seorang janda direbutkan oleh dua pria beda generasi.. ada ada saja kalian ini!''
"Tapi memang seperti itu kenyataan nya! kemarin aja sebelum mereka datang dengan mobil mewah, tuh bocah SMA udah sering kemari dari pertama janda itu pindah dia udah datang! pulangnya malam lagi gimana tuh coba?''
"Apa mereka kumpul kebo kali ya? Tapi masa' sih Alisa mau begitu? Sedang dirinya taat dalam beribadah bukan macam kita boro boro mau sholat, baca bismillah aja kadang sering lupa! kayaknya nggak mungkin deh!"
Alisa yang mendengarnya melotot lagi. Dikira apa dirinya hingga kumpul kebo? Aneh ni Mak Mak ghibahin orang langsung didepan rumahnya lagi. Nggak takut apa digampar sama orangnya. Pikir Alisa.
"Lah terus, kalau bukan kumpul kebo apa dong namanya?"
"Lah mana ada Alisa kumpul kebo emang Mbak Alisa pelihara kebo ya.. tapi mana? Nggak ada tuh.. emang kumpul kebo apaan sih?"
Mereka menepuk jidat bersamaan jika situlalit sudah nimbrung jadilah gosipnya buyar seketika. Alisa yang mendengar nya terkekeh geli.
"Ni Mak yang satu usah ikutan napa? Pusing akunya! lagi enak enak ngegosip malah ancur!"
__ADS_1
"Siapa yang mau makan es campur ikutan dong.." tiba tiba dari belakang ada yang nimbrung.
"Ini lagi apaan es campur kepala Lo! gue tempur tau rasa Lo..!"
"Jiaaaahhh.. kumat Mpok gilanya?"
"Udah, udah! stop dulu Napa tempur nya! nanti aja dilanjutin ini yang lebih seru tau.. malah di cut aja!!"
"Lagi syuting ya Mak? Film apaan? Mau dong jadi artisnya?"
Mereka memijit pelipisnya berhadapan dengan Mak Mak lugu Bin songong alias tulalit.
Jadilah seperti ini, kacau semuanya. Sedangkan Alisa yang mendengarnya dari dalam rumah tertawa geli.
"Udah Napa sih? belum kelar nih ceritanya gimana sih..?? Udah! lu diem! mingkem! tuh mulut ntar gue gampar peyaang tuh pipi lu.." ucapnya sewot sedang terdakwa ingin menjawab tapi keburu ditutup mulutnya.
Alisa cekikikan..
"Terus nih ya, tuh bocah SMA pulangnya malam saat hujan deras pun sama! pulang malam juga tapi besok harinya dia gak datang tapi malah seorang wanita paruh baya datang menjemput anak anaknya beserta rantang makanan juga lho.."
"Oh ya? yang bener lu?"
"Iya bener aku lihat dengan mata kepala ku sendiri saat itu aku sedang keluar mengangkat jemuran, aku melihat anak Alisa pergi bersama wanita tua! ya.. sepadanlah kayak Mak nya Mpok Mila! kayaknya tuh orang pembokat nya deh!"
"Hmm.. bisa juga sih, eh? tapi tadi aku lihat ada yang datang lagi bawa barang berbungkus kado besar banget aku penasaran deh apa isinya? Yuk kita intip apaan coba isinya?"
Mereka semua melihat kedalam rumah Alisa dari pintu depan. Mulut mereka menganga lebar dengan mata melotot hampir keluar.
Alisa yang melihat mereka tersenyum kecil. Ia jadi penasaran seperti apa reaksi Mak Mak julid itu.
"Wooaaahhh kulkas model terbaru euuuyyy... baru aja promo kemarin dipasar! beruntung banget nih janda dapetinnya!"
"Hooh! kulkas promo euuuyyy pingin aku? Ayah... belikan Mak kulkas baru merek Polytron kayak punya Alisa!!" jeritnya.
"Halah... palingan kulkas itu ditukar dengan tubuhnya.. kalau nggak mana mungkin pemuda kaya itu mau membelikannya.. iya toh ??"
Deg!
Pernyataan yang nyelekit banget membuat Alisa terdiam dari tertawa gelinya.
"Ah masa sih Alisa seperti itu? nggak mungkinlah.."
"Coba kamu pikir dari mana janda ini bisa beli kulkas mahal model terbaru pula, kalau nggak dia jual tubuhnya sama bocah itu sedang rumah aja dia masih ngontrak?"
Alisa memejamkan matanya sakit.. tapi ia tetap sabar.
"Kan bisa aja dia punya uang terus beli gitu.. nggak baik loh menghujat orang tanpa melihat nya dulu.."
"Lah ni orang nggak sadar diri dari tadi dia ngedengerin kita ghibah dia santai aja.."
"Kan aku cuma bilangin siapa yang tau kan?"
"Alaaahh... usah ikut campur dah lu.. noh si Nino udah pulang! ntar elu kena semprot lagi! jemuran udan diangkat belum?"
"Ah ya ampun suami ku udah pulang??"
"Udah pergi lu! puyeng kepala gue!" ketusnya kesal.
Alisa keluar dari dalam rumah untuk. menjemur pakaian. Ia memandang mereka semua lalu tersenyum, ''Pagi Bu ibu.. ada apa ya ngumpul disini ?"
Mereka melihat Alisa keluar dari rumah, jadi gelagapan. "Oh, hah iya kami hanya mampir sebentar karena penasaran. Tadi tuh mobil pickup ngantar apa buat kamu, kami kira untuk warga sini eh nggak taunya kamu!"
Alisa tersenyum, "Oh... memang benar seperti dugaan ibu-ibu, kalau kulkas itu saya tak mampu membelinya, saya orang tak punya. Untuk sesuap nasi saja saya harus jualan dulu apalagi membeli kulkas? Tapi tak pernah terpikirkan oleh saya ingin membeli sesuatu dengan menjual diri, itu bukan saya! saya tau diri kok, lagi pun menjual diri itu kan dosa buat apa coba ?? Dosa yang ada aja belum terhapus malah ingin nambah lagi!'' imbuhnya, sambil berbicara tangannya terus bergerak menjemur pakaian.
__ADS_1
"Mereka yang tidak tau tentang kehidupan orang lain, mudah saja bagi mereka untuk menghujat nya karena apa ?? Karena mereka tidak merasakannya ! coba kalau dibalik posisinya, sanggup nggak mengalami hal seperti itu? Mudah untuk mengatakannya tapi sulit untuk mengerjakannya! Bener nggak ibu ibu??" tanya nya.
Mereka semua mengangguk.
"Semua manusia itu sama di mata Allah SWT. Yang membedakannya adalah amalannya. Jika hidup didunia hanya untuk menghujat orang, gimana tuh dosanya? Belum lagi yang sudah lalu belum juga terhapus karena tidak bertaubat dan memohon ampun ? Apakah layak masuk surga? Orang yang mengatakan dirinya pantas masuk surga itu bohong ! Dia berbohong pada dirinya sendiri..!!''
"Jangan memandang orang dari luarnya saja! lihatlah kedalamnya pasti banyak yang tersembunyi. Jangan menilai orang dari luarnya saja karena apa yang kita lihat tidak sesuai dengan kenyataan nya.''
''Ibarat menilai sebutir telur, dari cangkangnya kita melihat telur itu bagus, lalu kita beli. sesampainya dirumah kita masak dan apa hasilnya?? Telur itu busuk didalam.''
''Begitupun sebaliknya, telur yang cangkang nya kusam terlihat buruk tapi isi didalamnya siapa yang tau kalau itu bagus?? Begitu juga dengan penilaian, lihat dulu! pahami dulu! saksikan sendiri baru bisa dikonfirmasi jangan asal jeplak aja ! kalau informasi itu sesuai, oke lah! Kalau tidak gimana tuh ? Pasti malu kan ?"
Mereka semua terdiam mendengar ceramah Mami Alisa.
Lama mereka terdiam hingga salah satu dari mereka meminta maaf, setelahnya mereka bubar walau saling berbisik bisik sambil berjalan.
Alisa tak memperdulikan nya lagi, hal terpenting baginya ialah Ia sudah meluruskan apa yang seharusnya diluruskan.
Nan jauh disana dibawah pepohonan rindang seorang pemuda memandangnya terpesona. Ia bertambah kagum dengan Alisa.
Siapa lagi kalau bukan Gilang. Ia rela keluar di jam istirahat untuk melihat hadiahnya sudah tiba atau belum.
Dan saat ingin melanjutkan perjalanan kerumah Alisa, dia melihat sekumpulan Mak Mak sedang bergosip ria didepan rumah Alisa.
Gilang ingin mendekat, tapi urung takut terjadi sesuatu yang nantinya akan berakibat untuk Alisa. Jadilah dirinya hanya memandang saja dari jauh.
Dan syukur nya Gilang memakai jaket Hoodie serta masker untuk menutupi wajahnya jadilah ia seperti seorang detektif lagi. Gilang memikirkan hal itu terkekeh sendiri.
Gilang salut pada Alisa yang mampu menghadapi cibiran tetangga langsung didepan rumahnya.
Gilang bertambah kagum padanya. Gilang merasa kalau Alisa adalah pilihan yang tepat. Walaupun nanti Alisa menolak, Ia tetap akan meluluhkan hatinya. Begitulah tekad Gilang, semoga saja terwujud.
Gilang terus saja memandang Alisa dari kejauhan hatinya terasa tenang. Tiba-tiba saja Alisa melihat kearahnya.
Deg!
Alisa tersenyum.
Gilang terpaku ditempat. Sesaat Ia merasa terbang melayang di udara karena senyum manis dari Alisa.
Tak lama setelahnya Ia masuk dan tak keluar lagi. Berbeda dengan Gilang, ia berfikir apakah Alisa mengenali dirinya? Sedang dirinya pakai masker? Dari mana Alisa tau coba?
Alisa yang sedang menjemur pakaian ia merasa seperti diawasi. Kemudian ia memandang kedepan.
Terlihat jelas seorang pemuda berdiri disana memakai jaket Hoodie, masker serta yang lebih signifikan ialah seragam sekolahnya beserta motornya.
Alisa mengenali siapa pemuda itu ia tersenyum manis kemudian pergi masuk kedalam dan tak keluar lagi.
Aku tau itu kamu Gi... terimakasih karena tidak datang kemari jika tidak, aku pasti akan mendapatkan masalah lagi.. sedangkan ini saja sudah menjadi cibiran buat mereka.
Lama Gilang termenung hingga akhirnya ia mengingat Lana yang mengatakan ingin hadiahnya dengan jalan jalan dengan motor.
Seperti nya Gilang ingat ! Hah, Motor ? Ia tertawa.
''Hahaha motor rupanya! pantas saja Mbak Alisa mengenaliku, orang motorku ini kan unik ?? Haishhh... jadi malu nih sama dia mampir nggak ya nanti ?? Jika mampir malu jika nggak mampir nanti Mama ngomel lagi pulangnya lama. Pusing gue hadeuuh.. jalani sajalah seperti biasa.''
Gilang beranjak dari tempat persembunyian nya, ia pergi untuk kembali kesekolah. Alisa yang mengintipnya dari celah jendela tersenyum.
Lain Alisa lain juga dengan Gilang, saat ia pulang kemarin malam mama Dewi mengomeli dirinya habis habisan jadilah dirinya merasa bosan lagi berada dirumahnya.
Ia bertekad secepatnya meluluhkan hati wanita itu agar ia dan Alisa bisa tinggal bersama.
TBC
__ADS_1