Pelabuhan Terakhirku (Kamu Bukan Pembawa Sial)

Pelabuhan Terakhirku (Kamu Bukan Pembawa Sial)
Godaan untuk calon istri


__ADS_3

Papa Angga tertawa terbahak bersama dengan Om Karim. Sekilas Alisa mendengar suara gelak tawa itu.


Ia berhenti berbicara pada Rayyan. Gilang yang sadar jika Papa Angga dan Om Karim sedang tertawa mendatangi mereka.


Alisa terdiam. ''Pa! sssstttt.. jangan ketawa gitu napa?! Bisa gagal dong kejutan aku buat Alisa besok? Ck!'' lirih Gilang begitu pelan.


Papa Angga menutup mulutnya. ''Oh Oke! Maaf! Habisnya Besan Papa ini sangat lucu wajahnya ketika di goda sang istri!'' bisiknya pelan di telinga Gilang.


Gilang dan Om Karim terkikik geli. Begitu juga dengan Mama Alina. ''Ehem.. udah dulu ya Lis? Mama mau mandi. Udah ashar ini mau sholat juga. Ayo, Pa! Assalamualaikum....''


''Tunggu Ma! Tadi aku dengar seperti suara Om Karim. Dan satu lagi..''


Mama Dewi menegang, begitu juga dengan yang lainnya. Suara yang begitu di kenalnya. Walaupun cuma sekilas. Tapi Alisa sangat mengenali suara itu. Tanpa sadar, bibirnya mengucapkan kata..


''Papa? Papa kah itu?''


Deg!


Jantung ketiga orang itu berdegup kencang. Mata Papa Yoga mengembun. Ingin sekali ia menyahuti, tapi Gilang sudah menguncinya dengan pergerakan satu jari di mulut.


Papa Yoga hanya memilih menunduk. Mama Alina mengusap bahu Papa Yoga. ''Alisa...'' bisiknya pada Mama Alina.


Mama Alina hanya bisa mengangguk untuk menenangkan hati suaminya. Gilang berdehem untuk menghilangkan sunyi senyap diruangan itu.


''Ehem.. Abang! Ambilkan Papi jus! Kakak sedang sibuk itu harus membetulkan pekerjaan kalian yang mengacak-ngacak kursi!''


''Oke,'' sahut Lana. Dengan segera Lana ke dapur dan mengambil jus.


Sementara Alisa masih termangu di dalam ponsel itu. Gilang mengambil alih ponsel yang ada di tangan Mama Dewi dengan memberi kode kepada mereka semua.


''Sayang-,''


''Kamu menyembunyikan apa dariku, Gilang?! Apa yang kau tutupi dariku?! Aku merasa aneh dengan pernikahan ini! Ada apa sebenarnya? Tadi sekilas, aku mendengar suara Papa ada di sana? Apakah itu benar, Gilang?!'' tanya Alisa dengan tatapan tajamnya.


Papa Yoga dan Mama Alina melotot kan matanya mendengar ucapan tegas dari Alisa untuk Gilang.


Ingin sekali Papa Yoga berbicara, tapi di tahan oleh Papa Angga. Ia menggeleng kan kepala nya pertanda cukup dengan diam saja.


Gilang merubah raut wajah terkejut nya karena mendengar ucapan Alisa baru saja di depan keluarga besarnya. Ia menghela nafasnya.


''Nggak ada yang aku sembunyikan dari kamu Lis.. nggak ada! Kamu salah dengar tadi. Itu suara orang yang sedang menghias rumah Mama. Nggak mungkin kan rumah ini kosong melompong tanpa hiasan sedikit pun? Lagipun keluarga besar kami akan berkumpul disini malam ini. Jadi yang kamu dengar tadi hanya pekerja.'' Jelas Gilang dengan wajah serius.


''Beneran??''


Gilang mengangguk, ''Beneran sayang. Aku nggak bohong sama kamu! Apa perlu aku tunjukkan orang pekerjanya biar kamu percaya?''


Papa Angga dan Om Karim melototkan matanya. Mama Dewi dan Mama Alina terkekeh-kekeh.


Alisa tersenyum lembut, ''Tidak usah. Aku percaya Padamu.. aku hanya takut.. kejadian yang sama terulang lagi padaku..'' lirih Alisa begitu pelan.

__ADS_1


Gilang tersenyum, ''Tidak akan ada yang seperti itu! Jika aku sudah mengatakan ya, maka tak ada seorang pun yang bisa menggoyahkan keinginan ku. Termasuk kamu, sayang!'' tegas Gilang sambil tersenyum lagi menatap Alisa.


Alisa mengangguk, ''Ya, aku percaya padamu. Karena itu aku memilihmu sebagai tempat akhir untuk aku berlabuh. Tempat dimana untuk terakhir kali aku melabuhkan hatiku, yaitu kamu Gilang Bhaskara! Assalamualaikum.. klik!''


Layar ponsel Mama Dewi menghitam seketika. Gilang melotot namun setelah itu ia tertawa.


Sangat lucu jika melihat wajah langsung Alisa yang sedang malu seperti itu. Ke enam paruh baya itu pun ikut tertawa.


Besok, ya besok pagi. Gilang dan Alisa akan melaksanakan akad nikah untuk kedua kalinya.


Semoga yang kedua ini, mereka berdua bersatu selamanya. Hanya maut lah yang memisahkan mereka berdua.


Amiiin...


Sementara di kediaman Alisa, saat ini wanita yang sudah cukup matang itu tersipu malu. Wajahnya menghangat tiba-tiba.


Ia menggeleng kan kepalanya berulang kali. Berharap rasa malu itu pergi dari dirinya. Namun, bukannya pergi. Wajah itu semakin merah padam.


Alisa menutup wajahnya dengan kedua tangannya yang terukir Henna. ''Ishh... aku malu...'' rengek nya pada diri sendiri.


Jika ada Gilang disana, pastilah Alisa sudah habis di goda oleh pemuda tampan itu. Lagi, Alisa tersipu malu.


Ia menatap kedua tangannya yang terukir Henna begitu cantik. Alisa tersenyum. ''Aku tidak sabar menunggu hari esok. Besok kita akan menikah seperti keinginan mu lima tahun yang lalu. Cantik sekali ukiran Henna ini? Kara orang sih, jika Henna nya begitu merah di tangan si wanita. Pertanda si pria begitu mencintai nya. Ya Allah... malu aku... ishh.. kenapa pula wajah ini panas?! Ishh...'' gerutu Alisa pada diri sendiri.


Lagi, ia menatap Henna yang terukir begitu cantik di kedua tangan dan kakinya.




Tapi kali ini ukiran Henna begitu cantik. Warnanya begitu merah. ''Pantas saja Gilang sering tersenyum sesaat sesudah Henna ini kering di kaki dan tanganku! CK! Jadi malu..'' rengek nya sendiri.


''Besok! Ya besok! Aku harus bersiap. Bajuku pun sudah tersedia dan tergantung di sudut lemari. Semoga nanti Papa akan datang saat akan menikahkan ku dengan Gilang. Bukan pakde Tarman lagi..'' lirih Alisa dengan menatap baju pengantin yang sudah tergantung di depan lemari baju nya.


Ting!


Sibuk dengan lamunannya, satu pesan masuk ke ponsel miliknya. Dengan segera ia buka dan membacanya.


Wajahnya menghangat lagi. Semburat merah timbul lagi di pipinya.


''Siap-siap sayang! Besok malam kita akan bertempur bersama. Aku tidak sabar menunggu hari esok! Kamu pasti sangat cantik dengan baju yang sudah aku sediakan di dalam lemari. Jangan lupa di pakai ya? Aku tunggu loh.. ingin mengarungi surga dunia bersamamu... 💕😘😘😍😍''


Alisa menggeleng kan wajahnya karena godaan Gilang baru saja. Alisa membalas godaan Gilang.


''Aku juga sudah tidak sabar untuk mengarunginya bersamamu.. tapi jangan marah ya jika aku sudah kendor!' 😌'' balas Alisa.


Ting!


Pesan itu masuk ke ponsel Gilang. Gilang membacanya dan terbahak karena balasan Alisa.

__ADS_1


Sementara Mama Dewi dan Mama Alina saling pandang. ''Ada apa?'' tanya Mama Alina pada Mama Dewi.


''Palingan lagi menggoda Alisa!'' jawab Mama Dewi dengan terkekeh.


Papa Angga yang melihatnya pun ikut terkekeh. Begitu juga dengan Papa Yoga.


Lagi Gilang membalas pesan Alisa. ''Kamu tidak kendor sayang! Tapi legit! 😋😋,''


Ting!


Alisa membuka dan membacanya lagi. Ia melototkan matanya kembali. ''Ishh... mana ada legit! Emang makanan legit? 😒,'' balas Alisa.


Ting!


Lagi Gilang tertawa terbahak setelah membacanya. Ia tersenyum-senyum sendiri saat membalas pesan itu di sofa dimana Ada Lana dan Rayyan yang sedang bermain.


''Kamu memang legit sayang! Oke! Aku buktikan besok malam! Kalau beneran legit, aku minta nambah! 😎😎,'' balas Gilang.


Ting!


''Apa sih! Udah ah! Aku mau tidur! Tidur Papi! Tidur! Aku nggak mau ya, mataku kayak mata panda gegara aku sibuk sms-an sama kamu! 😒,'' balas Alisa.


Ting!


''Hahaha.. iya sayang! iya! Kita tidur! Malam ini kita tidur terpisah, tapi malam besok? Aku yang nidurin kamu! 😎😎,'' balas Gilang lagi.


Ting!


Lagi, mata Alisa melotot membaca pesan itu. Namun bibirnya tak berhenti menyunggingkan senyum manis.


''Tidur Papi!!!! 😤😤😤,'' balas Alisa.


Ting!


Gilang tertawa terbahak saat membaca pesan terakhir dari Alisa. Ia sangat puas menggoda calon istrinya saat ini.


Bibir tipis itu tidak berhenti menyunggingkan senyum manis. Begitu juga dengan Alisa. Dua insan yang sedang di mabuk cinta akan akan terikat halal pada esok hari.


💕💕💕💕


Hehehe .. garing nih bibir othor tersenyum mulu!


Ada aja nih Papi Gilang. Suka banget godain Mami Alisa? 😁😁


Sabar ye! esok kita akan ke acara ijab qobul Papi Gilang dan Mami Alisa.


Siapin amplop yang tebal untuk mereka berdua. Karena othor akan sediakan kejutan yang begitu menakjubkan esok pagi di acara pernikahan mereka.


See you... 😘😘

__ADS_1


__ADS_2