
Alisa dan Ira masih sibuk mengurus segala sesuatu nya tentang acara ulang tahun Rayyan yang diadakan khusus oleh Oma Dewi.
Saat ini ia sedang menyusun kue-kue buatan nya diatas meja prasmanan. ''Mak? Ini di letakkan dimana? Semua meja udah penuh loh..''
''Disitu aja kak! Itu memang khusus untuk kue basah seperti ini. Ibu Dewi sangat menyukai kue basah itu. Jadi letakkan disana, kue bolu itu di ujung sana.'' Ucap Alisa, ia menyuruh Ira untuk meletakkan kue itu pada tempatnya.
Semua dekorasi sudah terpasang dengan rapi. Balon-balon bergantungan di setiap sudut.
Mereka mengadakan ulang tahun Rayyan kali ini diluar. Di bawah pohon alpukat milik Gilang dan juga jambu madunya.
Sesekali Lana dan Ira mencomot buah jambu itu dan memakan nya sambil tertawa-tawa. Oma Dewi yang melihat keseruan kedua anak Alisa pun tertawa.
Nak.. seandainya Gilang mau dengan mu .. pastilah Ray tidak kekurangan kasih sayang. Jika suatu saat kamu pergi, pasti akan membuat Ray terluka.
Aku akan berusaha membujuk Gilang agar mau menerima pengasuh Ray menjadi ibu sambung nya. Batin Oma Dewi.
Ia menatap pada ketiga anak-anak Alisa yang begitu dengan Ray sejak mereka masih bayi. Ia tersenyum melihat kebersamaan itu.
Saat ini Alisa sedang membuka kotak kue ulang tahun yang ia buat langsung untuk putra sambung nya itu.
Ia tersenyum haru melihat kue buatan nya begitu cantik dan sangat menarik. Ia mengangkat kue itu untuk di letakkan di meja khusus untuk kue ulang tahun Rayyan.
Ia berdiri membelakangi pintu masuk rumah Gilang. Dari kejauhan terdengar deru mesin mendekati pagar rumah Gilang.
''Terimakasih, Pak!''
''Sama-sama, Den! Mari.. semuanya sudah siap!''
''Oke!''
Ia turun dari mobil Alphard milik nya dan melangkah masuk ke dalam rumah keluarga Bhaskara.
Dari kejauhan sudah terlihat anak-anak berlarian kesana kemari, membuat seutas senyum terbit dari bibirnya.
Ia menatap ke seluruh lokasi di mana tempat acara ulang tahun Rayyan di adakan. Ia terkekeh mengingat hal itu.
Bagaimana tidak, ia membuat Oma Dewi bingung. Pusing tujuh keliling dengan permintaan nya.
Katanya untuk menyambut seseorang yang begitu spesial di dalam hidupnya. Ia tersenyum mengingat itu.
Ia mendekati putra yang sedang berlari dengan seorang anak kecil perempuan memakai hijab.
''Cantik!'' celutuk nya tanpa sadar.
Sedangkan Alisa sedang sibuk-sibuknya menyusun kue di atas meja prasmanan. Tiba-tiba terdengar suara seseorang yang begitu familiar di telinga nya mengucap kan salam.
''Assalamualaikum, Rayyan....''
Deg!
Deg!
Deg!
Alisa mematung mendengar suara itu. Suara yang begitu di kenal nya. Suara yang berapa tahun ini selalu ia tunggu-tunggu.
Jantungnya berdegup kencang. Ia masih berdiri di depan meja prasmanan kue ulang tahun milik Rayyan.
''Sayang Papi... Rayyan....'' suara bass itu mengalun lembut di telinga Alisa.
Suara itu begitu bass sekarang dibandingkan dengan dulu. Mata Alisa berkaca-kaca.
Rayyan yang mendengar suara seseorang yang begitu di kenal nya menoleh. Ia tersenyum manis saat melihat orang itu.
''Papiiiiii..... Papiii pulaaaangg.. hahahaha.....'' pekik Rayyan kesenangan.
__ADS_1
Tiga orang disana yang sedang berdiri bersama mematung mendengar ucapan Rayyan.
Annisa menoleh dan....
''Papiiiiii... Papiku... Papi pulaaaang....'''
Deg!
Deg!
Matanya tertuju pada seorang gadis kecil yang sedang menangis melihatnya. Sedangkan Rayyan sudah berlari mendekatinya.
''Gilang!!'' seru Mama Dewi.
Alisa memejamkan matanya. Buliran bening itu menetes di pipi mulus nya. Sedangkan Ira dan Lana, mereka berdua masih mematung melihat seseorang yang sudah lima tahun ini tidak di jumpai nya sama sekali.
Hanya melalui video call saja. Itupun hanya Ira tidak dengan Lana.
''Papiii....''
''Adekk!!!'' seru Gilang. Ia mematung melihat Annisa sudah besar sekarang. Putri kecilnya yang dulu pernah ia selamatkan saat kebakaran itu terjadi.
''Hiks.. Papi!!! Hiks.. Papi!!!'' pekiknya lagi dengan berlari.
Sedangkan Oma Dewi mematung melihat putri bungsu Alisa menangis karena melihat Gilang.
''Apa yang terjadi? Apakah aku melewatkan sesuatu?'' gumamnya dengan mata masih terus menatap Annisa yang sedang berlari ke arah Gilang.
Saking senangnya Annisa berlari dengan kencang. Tapi tanpa di duga kaki nya tersandung baju gamis nya sendiri.
Bruuukkk.
''Aahhh..''
''Hati-hati, sayang!!''
Annisa meringis tapi ia berusaha bangun dan berlari lagi menuju Gilang.
''Papiiii.. hiks.. Papi... aaaaa... Papiii...'' pekiknya lagi. Dan...
Grep!
''Ya Allah.. putriku ternyata sudah besar!! Masya Allah!!!'' seru Gilang begitu terharu.
Ia memeluk dua orang yang begitu ia rindukan selama ini. Gilang menangis terharu begitu juga Annisa.
Ia semakin tersedu di ceruk leher Gilang. Tidak dengan Rayyan. Anak kecil berusia lima tahun itu tertawa senang karena melihat Papi nya sudah kembali dari sekolah nya di Amerika.
''Holeeee.... Papi Ray udah pulaaaangg... Mamiiii....''
Deg!
Deg!
Gilang mematung mendengar pekikan putra nya tentang Mami. Jantungnya berdegup kencang seperti baru habis lari maraton. Sedangkang Lana disana sudah menangis.
Mereka berlarian ke arah Gilang. ''Papiiiii... Papi pulaaaangg... Maaaakkk.. Papiii pulaaaangg...'' pekik Lana kesenangan.
Gilang mematung melihat kedua anak itu. Ia melepaskan pelukannya pada kedua anak kecil itu dan menurunkan mereka.
Annisa masih menangis tersedu. Tapi ia paham jika Ira dan Lana sedang datang ke arahnya.
Gilang tersenyum melihat dua anak yang dulu ia tinggal kini sudah beranjak dewasa dan remaja.
Gilang membuka lebar tangannya menyambut kedatangan dua orang yang selalu ia rindukan selama ini.
__ADS_1
''Anakku...''
Deg!
Mama Dewi mematung mendengar ucapan Gilang.
''Anakku??'' gumam nya dengan mata masih memandangi Gilang dan kedua anak Alisa yang berlarian ke arah nya.
''Pa.. hiks.. Piiiiii... Papiiii... Papi Abang pulaaaangg... haaaa...aaaa..''
Grep!
''Sayang ku!!!'' seru Gilang saat kedua anak itu berada dalam pelukannya. Gilang menangis terharu.
Begitu juga dengan Ira dan Lana. Mereka sesegukan di dada Gilang. Gilang menciumi kepala Ira yang tertutup hijab juga kening Lana.
''Abang kangen Papi.. hiks.. Abang sayang Papi.. jangan tinggalkan Abang lagi, Pi.. Abang nggak sanggup... Papi Jangan pergi lagi...'' lirih Lana dalam pelukan Gilang.
Gilang mengangguk. ''Ya, Papi tidak akan pergi lagi dari kalian semua.''
Lana mendongak dengan wajah penuh air mata. ''Janji?? Hiks..''
Gilang tersenyum dan mengangguk. ''Janji!! Tugas Papi sudah selesai, sekarang.. kita akan berkumpul bersama seperti dulu lagi!'' sahutnya dengan tersenyum begitu manis.
Lana kembali menangis, ia tersedu di pelukan Gilang. Dua anak kecil di bawah sana juga ikut menangis.
Terlebih Rayyan. Ia melihat jika Papi nya lebih sayang pada kedua kakak dan Abang nya. Gilang yang melihat itu melepaskan pelukannya dari Ira dan Lana.
''Huaaaaa... Papi Ndak cayang nagi.. cama adek... huaaaa... Mamiiii... Papi jahaaaattt...'' pekiknya begitu keras.
Gilang yang melihatnya tergelak. Begitu juga dengan Ira dan Lana. Annisa sudah di gendong Lana.
Tinggal Rayyan saja yang tidak ada yang menggendong nya. Ia cemburu kepada Kakak nya.
Gilang mendekati putra nya dan ingin memeluknya. Tapi belum sempat Gilang memeluknya, Rayyan sudah berlari pada seseorang yang membelakangi nya di meja prasmanan.
Tubuh itu terguncang. Gilang tau itu. Rayyan berlari mendekati nya. ''Mamiiii... Papi jahaaaattt.. Papi nggak cayang adek Nagi... huaaaa... Mamiiii... endoooongg..'' pinta Rayyan.
Alisa yang melihatnya semakin menangis. Ia menggendong Rayyan dan memeluknya dengan sayang.
Alisa melabuhkan ciuman sayang di dahi putra Gilang itu. Sedangkan Gilang masih terpaku melihat seseorang yang selama ini selalu ia sebut di dalam doa nya.
Tanpa sadar kaki nya melangkah mendekati Alisa yang sedang memeluk Rayyan dengan menangis.
''Assalamualaikum, istriku..''
Deg!
Deg!
''Apa?!''
💕
Hiks.. othor syedih bingit nulis bagian ini. Kalian tau nggak, dulu pertama kali othor ingin menulis kisah Gilang ini, inilah yang muncul dalam pikiran othor.
Othor menangis saat semua yang ada dipikiran othor itu seperti nyata adanya. Seperti kaset rusak yang terus di putar.
Dan Alhamdulillah, apa yang othor pikirkan dulu sekarang bisa othor tulis dalam sebuah cerita.
Hiks.. Othor mau promo lagi nih! Jangan kaget ya hiks..
Ini dia karya nya Author Mayya_zha, baca ini dulu sambilan nunggu novel othor update.
__ADS_1
Jangan lupa mampir ye hiks.. like dan komen klean selalu ditunggu.. huhu.. 🤧🤧🤧