Pelabuhan Terakhirku (Kamu Bukan Pembawa Sial)

Pelabuhan Terakhirku (Kamu Bukan Pembawa Sial)
Masa lalu Gilang 7


__ADS_3

Playgirl..


Playgirl..


Playgirl...


Kata-kata itu terus menghantui pikiran Gilang. Apa benar, jika Vita seorang playgirl? Tapi.. mana mungkin seperti itu, Vita aja selalu bersama Gilang, kapan pula ia beraksi menjadi playgirl?


Gilang termenung. Lama ia melamunkan Vita. Ia tersentak kala Aldi menepuk bahunya. Gilang menoleh membuat Aldi mengusap bahunya supaya ia tenang.


'' Sabar bro.. apa yang dikatakan oleh mereka usah di dengerin ya.. usah elu masukin kehati.. jika memang elu percaya pada Vita, sebaiknya usah dengar omongan mereka ya..'' imbuhnya, membuat Gilang menghela nafasnya.


'' Enggak kok.. gue nggak apa apa.. hanya saja gue heran, kok bisa sih mereka nuduh Vita jika ia seorang playgirl? Secara elu kan tau jika Vita selama ni selalu nemenin gue, kemana pun gue pergi! jadi kapan Vita nya seperti itu? Aneh nggak sih??'' tukasnya sambil menggelengkan kepalanya.


'' Kita nggak pernah tau seperti apa cewek yang ada sama kita! bisa jadi didepan kita dia baik, namun bisa jadi dibelakang kita ia berubah? siapa tau Men? bener nggak ??'' tanyanya, membuat Gilang terdiam.


'' Iya juga sih. Walaupun selama ini gue deket banget sama Vita! kan belum tentu juga Vita itu baik di belakang gue! sama kayak elu sekarang!'' tekannya, membuat Aldi melotot.


'' Enak aja lu! gue nggak begitu ya! gue itu apa adanya! apa yang gue rasa! itu yang gue ungkapin! gimana sih elu malah nuduh gue pula! kesel gue!'' gerutunya cemberut, membuat Gilang tertawa.


'' Hahaha.. iya iya .. gue tau elu kok.. canda Men!'' ucapnya sambil merangkul bahu Aldi.


Dan Aldi pun tersenyum kembali. Dan akhirnya mereka pun makan. Aldi memesan nasi goreng plus jus jeruk, sedang Gilang memesan mie goreng dengan jus pokat. Salah satu minuman kesukaannya.


Setelah nya mereka makan dengan lahap, sambil sesekali mereka tertawa. Setelah selesai, mereka kembali ke kelas. Tapi saat ingin berbelok ke kelas, Gilang berhenti.


Gilang ingin sekali kebelakang sekolah, dimana tempat tongkrongan mereka ketika jam istirahat tiba. Kebetulan Vita tidak ada, jadi ia bebas kali ini.


Ngomong-ngomong tentang Vita, itu gadis kemana ya? Kok nggak nongol dari tadi? Aneh? biasanya ia yang paling berisik diantara sahabat Gilang.


Gilang dan Vita berbeda kelas, Gilang di IPA1 sedangkan Vita di IPA2. Aldi lah yang sekelas dengannya.

__ADS_1


'' Kok berhenti sih? katanya mau kekelas? Jangan bilang elu mau kebelakang? Tadi katanya nggak mau.. malas ketemu Vita.. kok malah mau kesana sih?!'' tanyanya kesal.


Gilang hanya diam saja, ia seperti merasa kan sesuatu yang nggak beres. Tapi entah apa. Gilang tidak memperdulikan omongan Aldi ia terus saja melangkah menuju kebelakang sekolah.


Sambil sesekali Aldi menggerutu, karena Gilang nggak konsisten dengan ucapannya. Gilang hanya menanggapinya dengan senyuman.


Gilang terus saja melangkah kan kakinya kesana, jantungnya berdetak dengan kencang. Seperti baru habis lari maraton. Gilang gelisah.


Gilang gelisah akan firasatnya. Benar atau tidak, ia tetap berjalan kesana. Saat sudah sampai disana, Gilang berdiri mematung.


Deg!


Deg!


Ia terkejut, jantung nya bergemuruh hebat, berdentum dentum bak pukulan palu besar. Matanya melotot melihat sejoli disana sedang bercumbu mesra.


Lenguhan dan desa han Vita begitu keras terdengar hingga ke telinganya. Bagai ditusuk belati tajam, telinganya sakit mendengar lenguhan Vita.


Sepasang anak manusia itu sedang bercumbu disana, tanpa melihat keadaan sekitar. Mereka sangat asyik disana tanpa menyadari seseorang disana yang menatapnya nanar.


Benar! Pemuda itu adalah Kevin. Sahabat Gilang.


Sedangkan Aldi yang tadinya berhenti karena tali sepatunya lepas, kini kembali berjalan dan mendekati Gilang yang berdiri mematung disana.


'' Elu ngapain berhenti disini sih? bukannya kita mau kebelakang ya?? Elu liatin apa sih-'' Ia menatap Gilang yang hanya berdiri mematung disana.


Sesaat ia beralih kemana arah mata Gilang menatap. Matanya membulat sempurna. Mulutnya menganga.


'' Astagfirullah! apa yang mereka lakuin?! ya Allah! astagfirullah Kevin ! Vita !'' Sentaknya.


Gilang hanya diam saja menyaksikan adegan live dihadapannya. Aldi kepanasan, ia seperti orang kebakaran jenggot. Tak tentu arah ia melangkah.

__ADS_1


Ingin kesana, melepas paksa tautan mereka. Tapi Gilang sendiri. Disini Gilanglah yang terluka. Aldi bingung, ia harus kemana lebih dulu.


'' Astagfirullah! kenapa mereka nggak nyadar sih ada kita disini?! Jika mau ngelakuin itu, kan bisa di hotel woi.. nggak dibelakang juga kali..!!'' serunya gusar.


Gilang tetap diam. Ia tak mampu berkata sepatah katapun. Bibirnya kelu hanya sekedar untuk membalas ucapan Aldi.


Aldi semakin marah melihat mereka berdua. Mereka berdua bodoh atau gimana sih? Tak sabar dengan Gilang yang hanya diam saja, ia melangkah kesana. Tetapi tangannya di cekal oleh Gilang.


'' Apa? elu mau bilang jangan kesana?! Maaf Lang.. kali ini gue nggak setuju sama elu! gue mau gampar mereka berdua! berani-beraninya berbuat mesum disekolah! Kalau memang ingin banget tuh burung ingin makan serabi, jangan disini dong.. noh hotel banyak! lebar dan luas! lebih menyenangkan lagi nggak panas! ini malah disini! Ck! ternoda mata suci gue!!'' gerutunya kesal.


Melihat Vita dan Kevin semakin beringas, membuat Aldi semakin kepanasan ingin menggampar mereka berdua. Darahnya mendidih, mereka berdua seolah lupa jika itu disekolah.


Bagaimana tidak, Vita dan Kevin sudah setengah polos, Kevin dengan kulit putihnya, sedang Vita dengan melon nya sedang dicumbui oleh Kevin.


Benar benar pemandangan yang menjijikkan. Aldi bergidik jijik pada mereka berdua. Gilang hanya diam, dan tetap ingin melihat sejauh mana perbuatan senonoh mereka berdua.


Tiba saatnya Gilang melihat Kevin yang ingin membuka CD Vita, Gilang melepaskan cekalan tangannya dari Aldi.


Aldi menoleh dan paham apa yang di inginkan oleh Gilang. Dengan langkah gusar Aldi mendatangi Vita dan Kevin yang sedang bercumbu mesra.


Aldi ketar ketir melihat pemandangan live di depannya. Ia berusaha menetralkan detak jantungnya yang bergemuruh hebat.


Sial! umpatnya ketika menyadari jika miliknya menegang disana, ketika melihat wajah Kevin sudah masuk kedalam rok Vita. Tanpa berlama lama ia berjalan menghampiri mereka berdua disana.


'' Hooo.. enak lu ya disini mainnya?! nggak takut ketahuan lu hah?! main makan serabi disekolah pula! noh... hotel banyak! kenapa sih lu lebih milih disini ketimbang ditempat yang aman?! hah?! Elu juga! jadi laki kok nggak modal banget sih!? masa' mainnya disini!? bego lu! bodoh dipelihara!?'' umpatnya kesal kepada mereka berdua.


Kevin dan Vita tersentak saat mendengar suara orang berbicara. Mereka membuka matanya , mereka terkesiap melihat Aldi sudah berdiri didepan mereka dengan berkacak pinggang.


Vita dan Kevin buru-buru bangkit dan menutup tubuh mereka yang setengah polos. Saat ingin lari dari Aldi, ia melihat seseorang berdiri mematung disana.


'' Gi-gi-Lang..''

__ADS_1


Deg!


💟


__ADS_2