Pelabuhan Terakhirku (Kamu Bukan Pembawa Sial)

Pelabuhan Terakhirku (Kamu Bukan Pembawa Sial)
Alisa store


__ADS_3

''Alisa store??'' gumam Lana.


Mulutnya menganga lebar. Ia mendongak hingga leher dan tulang belakang nya bersentuhan.


''Kok bisa sih ada nama toko yang mirip banget sama Mak??'' tanya nya pada diri sendiri.


Ia masih berdiri mematung disana, sedang Gilang sudah berdiri di teras. Dengan seorang pemuda yang sama seperti dirinya.


''Bos!''


''Hem, Ada perubahan??'' tanya Gilang


''Sedikit, bagian dalam toko furniture dan houseware yang sedikit dirubah. Semuanya sudah siap! Apakah bos ingin melihatnya??'' tanya Andi.


''Ya! mari kita lihat seperti apa perubahan yang terjadi disana!'' ucap Gilang sambil terus melangkah.


''Gimana Bang! Abang suka nggak sama toko Papi??'' tanya Gilang.


''Apa Bos??'' tanya Andi keheranan.


Siapa pula Abang ini?? Bukankah Gilang selalu memanggil nya dengan Bro?? Kenapa sekarang jadi berubah? pikirnya.


Hening .. tak ada sahutan. Karena merasa sepi, Gilang menoleh. Betapa terkejutnya Gilang saat melihat jika Lana tidak ada di sisinya.


Gilang panik. Andi yang melihat Gilang panik keheranan.


''Ada apa Bos??''


''Kamu lihat anak kecil nggak dari tadi??''


''Hah?? nggak ada Bos! Sedari tadi Bos mah sendiri atuh... saya hanya melihat Bos datang sendiri! Nggak ada anak kecil bersama dengan Bos!'' sahut Andi.


''Mati aku!! Lana kemana sih?! Apa Jangan-jangan ketinggalan dibawah lagi??'' tanya dengan menepuk jidatnya.


''Siapa Bos??''

__ADS_1


''Putra ku!!'' imbuh Gilang, seraya berlari kedepan dimana tadi ia dan Lana memarkir motor sportnya.


''Putranya??'' beo Andi. Ia masih belum ngeh tentang putra Gilang siapa.


Setelah sadar barulah ia ikut berlari mengejar Gilang. Seluruh karyawan terkejut melihat pemilik toko berlarian. Juga tangan kanan nya.


Ya, mereka semua sudah tahu jika Andi adalah tangan kanan Gilang. Yang menjabat sebagai manager nya.


Mereka berbisik-bisik, sedang apa Bos nya itu. Kenapa harus berlari segala. Rasa panik dan khawatir menghantui mereka.


Sesampainya disana, Gilang berhenti mendadak. Karena aksinya itu, hampir saja Andi menubruknya dari belakang.


Saking kencangnya Andi berlari, ia keterusan hingga di tempat Lana.


Brukkk..


''Aduhh... sakit euuuyyy.. ishh.. kenapa harus keterusan begini sih?! Ini lagi anak kecil! Mengapa pula kau berdiri disitu kayak patung??'' tanya nya, sesekali mendesis menahan sakit.


Lana yang mendengar seseorang menggerutu menoleh.


''Ish... kau bocah! mengapa kau berdiri disitu sih?! Nggak tau mau Maghrib apa?! Mau kau dibawa Wewe, ntar nggak pulang lagi??'' tanya nya.


''Wewe?? Ya enggaklah! Siapa pula yang mau di gondol wewe! Abang aja sana! Gue mah.. ogaaahh...!!'' ujar Lana.


Membuat seseorang disana tertawa. Andi menoleh dan juga Lana menoleh.


''Papiii...'' panggilnya.


''Kenapa Abang disini?? Kok nggak masuk?? Papi cariin dari tadi, diajak ngobrol malah orang nya kagak ada! Malah kamu nya disini! Benar kata Andi, Abang mau di gondol Wewe??''


''Hehehe.. ya nggak atuh Papi.. mana mau Abang di gondol nyai wewe! Kalau di gondol bidadari cantik yang jatuh dari surga.. Abang mah.. mau!'' ujarnya cengengesan.


''Haishh.. ni bocah! ingat umur woi! elu itu masih kecil! bahkan perkutut elu belum di potong kan??'' tanya Andi.


Lana menggeleng, '' Abang emang nya udah??'' tanya nya polos.

__ADS_1


''Ya elah.. ya gue udah di potonglah.. Mak gue tuh ya.. motong kambing seekor untuk motong perkutut gue! lah elu? Belum juga di potong, udah pingin cari bidadari aja!'' sewotnya.


Gilang terkekeh, ''sudah, sudah! Abang ayo ikut Papi! Andi elu juga! sekalian gue mau sholat Maghrib dulu disini!'' ujar Gilang.


Andi mengangguk, ''nggak makan dulu Bos??''


''Nanti, di rumah Abang! Kami akan makan bersama disana!''


''Oke! akan segera saya siapkan! Apa yang harus Bos bawa pulang! Kebetulan restoran kita hari ini sedang ada menu baru dan dimasak oleh chef baru!'' imbuhnya dengan wajah berbinar.


''Chef baru??''


''Astaghfirullah! maaf Bos! saya lupa menyampaikan nya! Bahwa Mbak Dini kan cuti melahirkan, jadi beliau menggantikan seseorang untuk posisi nya. Sementara ia belum bisa masuk? Begitu bos!'' ujar Andi menjelaskan.


''Oke!'' sahut Gilang.


Setelah nya mereka masuk ke Mushola untuk menunaikan ibadah sholat Maghrib karena adzan sudah berkumandang.


Setelah selesai sholat, Andi mengajak Gilang ke restoran yang baru saja di buka dua bulan yang lalu.


Hari ini setelah dua bulan lalu, barulah ia bisa melihat restoran nya. Restoran dengan menu sederhana. Seperti masakan yang dimasak oleh Alisa.


Lagi, Lana melongo dengan logo restoran itu.


ALISA RESTO.


''Selamat datang Bos!''


Eh??


💕


Nah hayoo.. siapa itu??


TBC

__ADS_1


__ADS_2