
Sepulangnya mereka berdua dari mesjid hujan pun turun dengan deras. Untunglah mereka berdua sudah sampai kerumah membuat mereka bernafas lega.
Alisa yang melihat Lana tersenyum senyum sendiri merasa heran.
''Abang kenapa?? Dari tadi Mak perhatikan tersenyum terus.. apa ada sesuatu yang sudah Mak lewat kan??''
''Nggak ada Mak.. hanya saja pap eh Om Gilang katanya Minggu ini akan mengajak Abang ketaman safari kota Medan dan juga keliling kota dengan motor Om Gilang boleh kan Mak??'' ucapnya gugup
Alisa memperhatikan dengan seksama ada yang aneh pikirnya.
''Memangnya Om Gilang mau??''
Gilang tersenyum. Ia menjawab pertanyaan Alisa tanpa melihatnya karena sedang menimang Annisa.
''Mau dong.. kan udah janji.. mana bisa di ingkari.. nanti Om Gilang jadi orang munafik pula bukankah salah satu tanda orang munafik ialah bila berjanji ia ingkar?? Om nggak mau ah! jadi orang kayak gitu..''
''Asiiiik... pap eh Om Gilang mau ajak Abang jalan jalan uhuyyyyy senangnya... Abang jadi nggak sabar nunggu hari Minggu..'' ucapnya
Alisa yang melihat Lana begitu antusias sangat bahagia, ia jadi berpikir bagaimana cara nya Gilang bisa dalam sekejap bisa meluluhkan hati anaknya itu padahal selama ini Lana terkenal dingin dengan siapapun kecuali dengan keluarga besarnya saja.
Alisa memandang Gilang yang sedang menimang Annisa sesekali terdengar Gilang bersenandung. Senandung yang menyejukkan hati bukan lah sebuah nyanyian tapi sholawat penyejuk hati. Alisa memandangnya tak berkedip, sedang yang ditatap tersenyum simpul.
Bukannya ia tak tau jika ditatap oleh Alisa hanya saja ia berpura pura tidak tau agar Alisa bisa lebih leluasa memandangnya.
Gilang yang melihat Annisa menguap ia jadi gemas, kemudian menyandungkan sholawat untuk tidur yang baru saja didengar dimesjid saat belajar sholat tadi bersama Lana.
Annisa menguap lagi membuat Gilang mengecup keningnya.
Cup
''Adek udah ngantuk ya..?? Mau Om Gilang Nina bobokan adek??'' Ia bertanya kepada bayi kecil itu sedang bayi itu menjawabnya dengan celoteh lucunya membuat Gilang tersenyum.
''Oke..kita mulai ya..''
Allahumma sholli 'alaa Muhammad
Ya Robbi sholli 'alaihi wasallim
Allahumma sholli 'alaa Muhammad
Ya Robbi Sholihun washila...
Gilang menyandung kan sholawat nabi agar Annisa tertidur sesekali ia menepuk pelan pundak Annisa agar cepat terlelap.
__ADS_1
Suaranya begitu merdu membuat hati siapa saja terharu mendengar nya.
Sungguh pemandangan yang indah terlihat seperti seorang ayah yang sedang menidurkan bayinya.
Alisa yang mendengar Gilang menyandung kan sholawat hatinya bergetar.. Ia terharu bagaimana mungkin Gilang bisa tau tentang sholawat sedang sholat aja iya tak tahu.
Alisa menitikkan air matanya semua itu tak luput dari perhatian Lana .. ia tahu sholawat itu yang tadi disenandungkan di mesjid saat dirinya dan Gilang sedang belajar sholat bersama ustad Dhanu. Ia hanya tak menyangka jika suara Gilang jadi Semerdu itu.
Gilang tak sadar jika suaranya menghipnotis si empunya rumah ia tetap saja menyandung kan sholawat sampai Annisa tertidur pulas.
Setelah lelap Gilang meletakkan Annisa ditempat tidur bayi dan menyelimuti nya tak lupa Gilang berbisik ditelinga Annisa dan juga mengecup keningnya.
Bobok ya sayangnya Papi..
Papi sayang adek..
Semoga jadi anak yang Sholeh ya sayang..
Berbakti kepada kedua orang tua.. patuh terhadap perintah Allah dan menjauhi segala larangannya.
Papi sayang adek...
Cup
Setelah itu Gilang ingin pulang.. Ia berpamitan pada Alisa dan juga kedua anaknya.
''Om pulang ya.. jaga diri kalian baik baik.. jika ada sesuatu segera hubungi Om ya nomornya sudah Om titipkan sama Abang..''
Alisa jadi heran kok bisa sampai nomor handphone pun sudah ditinggalkan. Alisa menatap Lana sedang yang ditatap nyengir kuda.
Gilang mengeluarkan motor sport nya dari teras rumah Alisa karena waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Seperti perjanjian nya dengan Alisa dan Ia menepatinya.
Diluar hujan sangat deras membasahi bumi tak tanggung tanggung hingga menggenangi jalan raya. Gilang yang sudah bersiap akan pulang tiba tiba dikejutkan dengan suara Annisa yang menangis lagi. Motornya sudah menyala karena Ia akan pulang tapi diurungkan ketika mendengar Annisa menangis lagi. Ia mematikan mesin motor nya. Sesaat suara Annisa terdiam Ia bernafas lega. Karena Annisa sudah tidur kembali Ia pun bergerak mendorong motornya agak kedepan agar tak mengganggu tidurnya Annisa.
Tapi semua itu hanya hayalan ya saja baru saja Gilang menghidupkan motornya Annisa kembali menangis. Ia jadi berat untuk meninggalkan rumah itu. Akhirnya sekuat tenaga Ia kebalkan telinganya dari suara tangisan Annisa, Ia tetap keluar dari rumah itu. Belum jauh masih didepan rumah Alisa, Lana keluar dengan berlari Ia menyetop Gilang yang akan pulang.
''Tunggu Papi..'' Gilang menoleh melihat Lana berdiri didepan pintu dan mengejar dirinya
''Kenapa Abang keluar...?? diluar hujan Lo.. ayo masuk nanti Abang sakit.. Papi mau pulang karena sudah malam ya besok Papi kesini lagi oke..??''
''Ih Papi Abang nggak dijiinin ngomong apa dari tadi papi nyerocos Mulu..'' Ia jadi cemberut karena tak diberi kesempatan untuk berbicara.
Gilang tertawa
__ADS_1
''Ih kok malah tertawa sih.. tuh Mak nyuruh papi masuk katanya adek mau bobok sama Papi.. kalau nggak adek akan nangis terus sepanjang malam.. ayooo Papi masuk hujannya deras ini..''
Gilang mematung mendengar ucapan Lana. Bagaimana mungkin Alisa menyuruh nya menginap padahal dari tadi Ia sudah mencoba berlama lama disana tapi apa?? Alisa malah diam aja, Ia seolah tak peduli jika Gilang pulang atau tidak.
''Hahh nggak usah ya bang.. Papi tetap harus pulang besok aja ya Papi kesini lagi..''
''Papi dibilangin nggak percaya kan oke..! Abang panggilin Mak ya..'' Ia bergegas masuk kedalam untuk memanggil Alisa. Gilang yang melihat Lana masuk kembali menyalakan motornya dan keluar dari pekarangan rumah Alisa.
Baru saja sampai didepan pagar Gilang mendengar suara orang memanggilnya.
''Gi... jangan pulang dulu.. menginapkan disini.. Annisa membutuhkan mu..''
Deg!
Deg!
Gilang mematung.
"Masuk atuh Gi.. diluar hujan deras.. nanti kamu sakit lagi... ayo.. Annisa udah nungguin kamu tuh..." ucapnya seraya beranjak masuk kedalam sedangkan Gilang tetap berdiri mematung disana.
"Menginap?? Mbak Alisa menyuruh ku untuk menginap?? Ini bukan mimpi kan??" ucapnya pada diri sendiri ia mencubit tangannya sakit! berarti ini bukan mimpi ini nyata.
''Ayo masuk Gi...''
''Apakah kamu tak ingin menginap disini Gi?? Mbak mohon menginap lah demi Annisa.. dia membutuhkanmu Gi...''
''Kamu ayah nya Gi...''
Deg!
''Aa-aayah??''
💟💟💟💟
Noh bang.. keinginan mu terkabul tuh..
Ayo nunggu apa lagi..??
Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan nya.
See you..
🤗🤗🤗😘
__ADS_1