Pelabuhan Terakhirku (Kamu Bukan Pembawa Sial)

Pelabuhan Terakhirku (Kamu Bukan Pembawa Sial)
Chef baru


__ADS_3

Mereka bertiga berjalan bersisian dengan Lana yang di tengah sedang mengapit jari Gilang.


Ia melangkah sambil melihat sana sini. Saat tiba di depan Restoran itu, lagi Lana melongo.


ALISA RESTO


Lagi, Lana menggumam kan nama ibunya. Sejenak ia terpaku pada sosok gadis yang berjalan menghampiri mereka.


Dari kejauhan sudah terlihat bentuk tubuh yang semok dan bohai. Andi tersenyum lebar, saat gadis itu mendekati mereka.


Gilang mengernyitkan dahinya melihat gadis itu. Gadis dengan kulit putih, hidung mancung, dan juga memakai rok span selutut.


''Selamat datang Bos!'' sambutnya dengan menundukkan sedikit tubuhnya di depan Gilang.


Gilang berdehem. Ada sesuatu yang aneh ia rasakan pada gadis ini. Sesuatu yang entahlah! sulit untuk di di jabarkan.


Tapi sejenak ia perhatikan mata itu, mata itu seperti menghipnotis nya agar mendekati gadis itu.


Refleks saja Gilang melangkah. Tapi tertahan oleh tangan Lana.


''Jangan sentuh Papiku! Kau!'' tunjuknya pada gadis itu, ''bukanlah siapa-siapa disini! jangan coba-coba memikat nya dengan ajian sihir mu itu! Aku tahu, jika kau menggunakan ini untuk memikat Papiku! Jika kau berani mendekati Papiku, maka kau akan berurusan denganku!'' tegas Lana dengan raut wajah yang begitu dingin.


Gilang tersentak, saat Lana menyentaknya begitu kuat. Andi yang melihatnya keheranan.


''Kenapa?? Kenapa Abang narik Papi kayak begitu?? Ada yang tidak bereskah??'' bisik Gilang saat berjongkok disebelah Lana.


Lana mengangguk. ''Papi harus menundukkan mata Papi di hadapannya! Abang rasa.. cewek ini pakai ilmu pelet untuk memikat lelaki kaya kayak Papi! Maka dari itu, Papi harus menunduk! Paham??'' bisik Lana masih dengan berjongkok di sebelah Gilang.


''Bos! Bos tak apa??'' tanya gadis itu.


''Ya! berbalik! jangan menghadap saya, sebelum saya perintahkan!'' titah Gilang dengan suara dingin.


Gadis itu terkejut, bagaimana mungkin lelaki muda itu tidak terpengaruh dengan pelet yang digunakannya.


''Ba-baik Bos!'' sahutnya.


Setelah nya Lana mendekati Andi dan berbisik. ''Bang! menunduk!'' titahnya.

__ADS_1


Andi menurut, kemudian berjongkok didepan Lana. Lana membacakan sesuatu dan mengusap ke wajah Andi. Setelah nya ia berdiri.


''Jangan menatap wajahnya Bang! cewek ini ada pemikatnya! Makanya Abang sangat suka melihatnya! Padahal sebenarnya tidak! Abang ingin tahu seperti apa wajah cewek itu??'' tanya Lana sambil berbisik.


Andi mengangguk.


''Tuh lihat dicermin!'' tunjuk Lana.


Betapa terkejutnya Andi saat melihat sosok yang sesungguhnya itu. Ia bergidik ngeri. Bulu kuduknya meremang.


''Hii sereeeeemmmm... Bos lihat juga??'' tanya Andi.


''Ya. Bahkan jika Abang nggak nahan aku tadi maulah aku ikut sama dia!'' ujar Gilang, membuat gadis itu heran.


'Ada apa sebenarnya? Apakah mereka tau aku seperti apa? Siapa sebenarnya bocah itu? kenapa dia bisa tau jika aku memakai ajian pelet nyai rombeng?? ishh.. bisa hilang nih mangsa aku!' gerutunya dalam hati.


''Sebaiknya Papi dan Abang berwudhu! Abang rasa wudhu kalian sudah batal kan??'' tanya Lana.


Mereka berdua mengangguk. Setelah nya mereka berdua menuju ke Mushola untuk berwudhu kembali.


Lima belas menit kemudian.


Deg!


'Kok bisa tau aku pakai pelet nyai rombenng??'


''Jangan memakai sesuatu yang akan menghancurkan dirimu! Carilah Rizki dengan cara yang halal! Jangan memakai pemikat seperti ini! Perbuatan mu yang seperti ini sama saja dengan kamu menyembah pada nyai rombeng! Sadarlah Kak! sebelum terlambat!'' ucap Lana.


Membuat gadis itu menoleh kearahnya. Bertepatan dengan Gilang dan Andi tiba disana.


Saat melihat gadis itu, Gilang dan Andi langsung saja menunduk serentak. Semua itu tak luput dari tatapan Lana. Membuat Lana terkekeh geli.


''Kau siapa?? Berani nya kau mengajariku! hah ?!'' Sentaknya pada Lana.


Lana menjawabnya,


''Aku?? aku adalah hamba Allah yang selalu berada di jalan Nya! Tidak seperti dirimu yang selalu menghalalkan segala cara untuk mewujudkan keinginanmu!'' tukas Lana.

__ADS_1


Gadis itu mengepalkan kedua tangannya. Ia beranjak mendekati Lana dan ingin memukulinya.


Tangannya melayang keudara. Saat ingin menggamit tangan itu kearah Lana, tiba-tiba tertahan. Ia melihat seorang pemuda menyentuh tangannya dari belakang.


''Jangan coba-coba kau sentuh putraku!! Kau! hanya pekerja disini! Jadi sopan lah terhadap pemilik restoran ini! Karena pemilik sesungguhnya ialah Putra kecilku ini! Jika kau! Masih ingin bekerja disini! Maka buanglah ajian pelet yang kau gunakan untuk menaklukkan setiap lelaki kaya seperti ku! Jika tidak, maka segera tinggalkan tempat ini! Aku tidak mentolerir ada seorang karyawan yang berani ingin menghajar putra pemilik Resto ini! Apa kau tak melihat? Jika nama yang terpampang di resto itu??'' tanya Gilang.


Tangan Gilang tidak lepas dari tangan gadis itu dari arah belakang. Cekalan itu begitu kuat. Mungkin setelah dilepas akan ada warna kemerahan disana.


''ALISA RESTO??'' gumam gadis itu.


''Ya! ALISA RESTO adalah nama istriku! Dan menu yang kau masak disini, adalah menu andalan keluarga kami! Yang selalu ia masakkan untuk kami! Jadi.. jangan sekali-kali kau ingin memyentuh putraku! Jika tidak ingin tangan lentik mu ini kupatahkan!'' tegasnya dengan dingin.


Gadis itu merinding mendengar ucapan Gilang. Aura kepemimpinan Gilang begitu menurun dari Opa nya dulu saat beliau masih muda seperti Gilang.


Andi yang melihat perubahan pada Gilang pun terkejut. Belum pernah selama ini Gilang bersikap seperti itu.


Gadis itu mencoba melepaskan tangannya dari cengkeraman Gilang. Ia harus kabur terlebih dahulu, sebelum Gilang menghukumnya.


''Ba-baik Bos! saya permisi!'' ujar gadis itu seraya berlalu meninggalkan Gilang dan juga Andi.


Lana yang melihatnya bertepuk tangan.


''Papiku hebat! Bisa mengusir chef baru yang bikin ulah dengan ilmu pelet nya!'' seru Gilang.


Lana cekikikan. Saat sedang cekikikan, Lana mendengar seseorang memanggil nama Gilang dan dirinya.


''Den Gilang?? Lana?? Sedang apa kalian disini??''


Deg!


💕


Hayoo Gilang ketahuan.. sama siapa? Ayo tebak!


Othor mau nanyak nih..


Kalian maunya satu bab ceritanya panjang? Atau banyak bab, ceritanya pendek-pendek alias sedikit??

__ADS_1


Cus komen ya! Biar othor tau kalian suka nya gimana??


TBC


__ADS_2