
Sementara di kediaman Alisa, saat ini ia sedang disidang oleh Tante Irma dan Om Karim.
Lana diam saja. Ia tidak di izinkan untuk berbicara, karena ketika tadi ditanya untuk apa Lana minta Sherlock tempat tinggal Kakek Yoga di Aceh, Lana memilih bungkam.
Karena ia sudah berjanji pada Gilang untuk merahasiakan kepergiannya untuk menemui kakek dan neneknya disana.
''Jelaskan Lis! Apa maksud semua ini! Foto siapa itu? Itukah yang bernama Gilang? Kenapa wajahnya begitu mirip dengan suami mu?'' cecar Om Karim.
Sementara Tante Irma memilih diam saat Alisa sedang di tanyai oleh suaminya. Alisa menghela nafasnya.
''Maafkan Alisa, Om.. Tante.. sebenarnya... aku sudah bercerai dari bang Emil sejak enam tahun yang lalu...''
Ddddduuuaaarrrr..
''Apa?!?'' pekik Tante Irma.
''Astaghfirullah.. ya Allah.. Tapi kenapa Lis??'' tanya Om Karim. Ia mengusap wajahnya kasar untuk meredakan rasa terkejutnya akibat mendengar ucapan Alisa.
''Bukan aku yang meminta, Om.. tapi bang Emil lah yang menceraikan ku saat usia Annisa baru empat puluh hari..'' lirih Alisa dengan menunduk.
''Astaghfirullah al 'adzim... Kenapa sampai menceraikan mu Alisa? Pasti kamu melakukan kesalahan bukan? Makanya kamu di ceraikan oleh nya!''
Deg!
Lana terkejut dengan ucapan kakek nya ini. Ia bangkit dan menuju Mbak Sus. ''Mbak Sus, bawa adek Rayyan sama Annisa ke dalam kamarku. Sekarang!'' titah Lana pada Mbak Sus.
''I-iya Den. Saya permisi ke atas.'' Imbuhnya dengan segera membawa Rayyan dan Annisa.
Setelah Mbak Sus hilang dari pandangan mereka semua, Lana berdiri di depan Om Karim dan menatapnya datar.
__ADS_1
''Jika kakek tidak tau masalahnya, jangan coba-coba untuk menyalahkan Mak ku! Kalian berdua tidak tau apa-apa tentang ini! Jadi lebih baik diam dan jangan menyalahkan Mak ku!''
Deg!
''Lana!'' tegur Alisa.
Lana menoleh dan menatap Alisa yang sedang menatapnya datar. ''Biarkan sekali ini Abang bicara Mak! Jangan sekali-kali menuduh Mak yang tidak-tidak jika tidak tau asal muasal masalahnya! Kakek tau apa tentang Mak ku? Pernahkah kakek selama ini mencari keberadaan kami? Adakah terbesit di hati kalian untuk menyambangi kami walau hanya sekedar melihat saja? Nggak ada Kek! Kalian semua memilih diam! Sedang Mak ku? Sengaja tidak memberitahu kan semua ini kepada keluarga besar di Aceh, Karena kejadian nya akan sama seperti kakek sekarang! Kalian menuduhnya tanpa kalian tau apa penyebab nya! Kalian hanya bisa menuduh seorang wanita saja yang mencari kesalahan, bukan lelaki nya! Aku kecewa sama Kakek! Baru bertemu saja kakek sudah menuduh Mak ku yang bukan-bukan! Bagaimana kalau dulu ia pulang ke Aceh saat ia di ceraikan oleh Ayah? Inikan yang akan kalian lakukan padanya?''
Deg.
Deg.
Deg.
''Lana..'' lirih Tante Irma.
''Abang...'' lirih Alisa bersamaan dengan Tante Irma.
''Biarkan sekali ini Abang bicara Mak! Maafkan Lana, Mak! Lana harus buka mata hati orang yang dengan sengaja menuduh Mak yang tidak-tidak. Lana saksi kunci dari kenangan pahit enam tahun silam! Jika bukan karena Mak, mungkin saat ini Lana tidak pernah bisa bertemu dengan kalian berdua disini!'' imbh Lana menatap datar pada dua paruh baya yang ada di depannya.
''Apa maksudmu?'' tanya Tante Irma dengan menatap Lana tanpa kedip.
Lana menoleh pada Tante Irma. ''Lana sudah mati di bunuh ayah Emil, karena ia menganggap Lana membela Mak, padahal waktu itu Lana hanya sedang memeluk Mak karena baru saja terjatuh akibat di dorong begitu keras oleh Ayah, hingga membentur pintu!''
Deg!
''Apa?!!'' kali ini Om Karim yang terkejut.
Lana menoleh pada Om Karim. ''Jangan menuduh Mak ku tanpa bukti kakek! Kakek tidak tau apapun dalam masalah itu! Yang kakek tau, kalau kami disini bahagia karena selalu mendapat kiriman uang dari Aceh! Jangan sekali-kali menuduh Mak ku tanpa tau yang sebenarnya? Karena akulah saksi kunci dari permasalahan antara rumah tangga Mak ku dan Ayah Emil. Kenapa kalian tega menuduhnya seperti itu? Tidakkah kalian berpikir, jika para lelaki juga bisa melakukan kesalahan? Kenapa hanya seorang wanita yang selalu disalahkan setiap kali mereka di ceraiakan? Aku kecewa dengan kalian semua! Nggak dari keluarga Ayah, bahkan keluarga Mak ku lebih parah! Menuduh tanpa mendengar dulu penjelasan orang lain! Jika tujuan kakek hanya untuk menuduh Mak ku, lebih baik kakek kembali pulang ke Aceh.''
__ADS_1
''Tidak usah datang kesini lagi! Buat apa punya saudara tapi tidak bisa menasehati dan memberi solusi? Malah menuduh saja yang bisa kalian lakukan! Pergi kalian dari rumahku! Jangan pernah kembali lagikesini! Aku kecewa dengan kalian! Tidak Ayah, tidak juga Kakek! Kalian berdua sama! Selalu menuduh surga ku yang tidak-tidak! Pergiiiiii!!!'' pekik Lana.
Ia sudah tidak sanggup menahan rasa amarah yang mendesak dadanya. Sedangkan Tante Irma dan Om Karim semakin terkejut melihat kemarahan Lana untuk pertama kali setelah dua belas tahun berlalu.
''Nak??''
''Pergi iii!!! Aku tak butuh kalian!!! Pergi!!!! Aku benci kalian!!!!''
Deg!
Deg!
💕💕💕
Hiks.. sakit dituduh Seperti itu. Tanpa tau apa masalahnya. Tega-teganya menuduh!
Huh! kesal othor! 😡
Mumpung hari Senin, boleh dong othor minta sedekah Klean untuk terus dukung othor dengan cara vote dan kirim bunga? 😍
Hihihi.. othor ngarep ya?
Okelah kalau begitu, sambilan menunggu cerita Gilang update, mampir yuk di cerita teman ku yang satu ini!
Karya nya author Yuthika Sarah.
Like dan komen Kelan selalu othor tunggu! 😘😘
__ADS_1
Selamat hari Senin.. semoga kita selalu dilimpahkan rahmat oleh Allah yang maha kuasa. Amiiin..
Love you All...