
Para tetangga semakin resah berdiri diluar karena mendengar suara Emil semakin kuat dan melengking.
''Buka Zi! Kamu di dalam?! Buka Mil!! Kak Rima!!! Buka pintunya?!!'' pekik salah satu tetangga ayah Emil.
Dor, dor, dor!!
Pintu diketuk dari luar dengan kasar. Azizah yang sadar jika tetangga mereka mendengar suara Emil segera membungkam mulut Emil.
Emil lebih memilih tersedu di pelukan Azizah. Azizah dengan segera membuka suaranya walau sedikit gemetar.
''Aku tak apa Paman!! Bang Emil kakinya ke injak paku! dalam sekali! Susah untuk mencabut nya! Ini udah lepas kok! Tak ada apapun Paman!! Aku baik-baik saja!! Hiks.. kasihan bang Emil begitu terluka kakinya! Tak apa Paman! aku udah telepon bidan Novi untuk datang kesini! Sebentar lagi ia akan datang kemari! Kalian tenang saja!'' pekik Azizah masih dengan memeluk ayah Emil.
''Hiks.. Alisa... Lana.. Ira... adek... Maafkan Ayah... maaaakkk... tega Mak membohongiku ku!'' seru ayah Emil masih dalam dekapan Azizah.
''Sabar Bang.. sabar... semua pasti terjawab jika kamu tanya langsung padanya. Pergilah! Aku tetap disini! Aku tak ingin ikut campur dalam urusan mu dan Mak mu. Semua ini aku lakukan untuk membuka kisah dua belas tahun silam yang selama ini di tutup rapat oleh mbak Alisa. Tapi tidak dengan tuan Gilang. Ia tidak terima, jika istrinya di perlakukan tidak adil oleh Mak mu! Semua ini atas perintahnya Bang! Aku mengakui jika dulunya tujuan ku mendekati mu hanya untuk mencari bukti itu. Tapi itu dulu. Sekarang aku begitu takut kehilanganmu! Kamu segalanya bagiku, Bang! Sumiku! Imam ku! Pemimpin ku untuk membawa ku ke surga Nya Allah. Lapang kan hatimu untuk menerima semua ini. Hem?''
''Hiks.. aku bodoh Zi... aku bodoh! Aku harus apa sekarang?! hiks.. aku harus apa Zi...'' Isak ayah Emil lagi pada Azizah.
Azizah hanya bisa menenangkan nya. Sementara diluar sana, para tetangga kembali kerumah mereka karena mendengar suara Azizah dari dalam rumah mereka.
Emil menghela nafasnya. Ia menyeka dengan kasar buliran bening yang terus menganak sungai di pipinya.
Ia melepas pelukannya dari tubuh Azizah dan berjalan cepat menuju kamar nenek Rima. Tiba disana, ia membuka pintu itu dengan pelan.
Ceklek!
__ADS_1
Pintu terbuka. Terlihat jika nenek Rima sedang membelakangi npintu dengan tubuh berguncang.
Emil semakin sakit melihatnya. Surga Nya. Yang dengan tega telah menipunya.
''Mak???''
''Apa yang kau inginkan Emil?! Belum cukupkah bukti yang istrimu berikan padamu tentang diriku?! Cih! dugaan ku selalu benar! Dua-duanya istrimu ingin merebut mu dariku!! Pergiiiiii!!!'' seru nenek Rima dengan suara naik satu oktaf.
Emil mengepal kan kedua tangannya. Azizah berdiri di dinding kamar nenek Rima yang pintunya terbuka lebar. Ia terisak disana.
''Kenapa??'' tanya ayah Emil sekuat tenaga agar tidak meninggikan suara nya pada nenek Rima.
''Kau sudah tau apa alasan nya kenapa aku berbuat seperti itu! Kenapa kau harus bertanya lagi?!''
''Mak ..'' panggil ayah Emil dengan bibir bergetar.
''Tapi tidak dengan cara seperti itu, Mak.. Mak telah menipunya dan menipuku! Sebenarnya apa yang ada di pikiran Mak saat itu? Hingga Mak tega membuat Alisa menjadi bersalah dihadapan ku?! Mak ingin harta? Kenapa tak bilang padaku?! Aku bisa memberikan nya untuk Mak semuanya! Tapi bukan dengan cara melakukan penipuan hingga puluhan tahun lamanya! Dan sekarang? Mak mengulangi nya lagi? Sebenarnya apa sih yang Mak inginkan?!'' seru ayah Emil masih dengan suara rendahnya.
''Aku tak ingin apapun! Yang aku inginkan putraku lebih mendengar kan ucapan ku daripada istrimu? Kau lebih menyayangi mereka dibandingkan denganku? Kau memenuhi semua kebutuhan nya! Tapi tidak dengan kebutuhan ku! Kau membelikan nya perhiasan tapi tidak kau belikan untukku?! Semuanya Milham! Semuanya! Aku menginginkan semua yang ada padamu tidak dibagi dengan orang lain! Karena aku Mak mu! Mak yang melahirkan mu!!'' serunya dengan Suara meninggi.
Emil luruh ke lantai. Ia terisak disana. Begitu juga dengan Azizah. Sekarang dia tau, kenapa nenek Rima tidak pernah menyukainya.
''Hiks.. Apa salah kedua istriku Mak? Jika memang Mak tidak mengijinkan aku menikah, kenapa Mak tidak bilang?! Aku akan menuruti kemauan Mak jika Mak berbicara terus terang padaku! Bukan seperti ini.. hiks..'' Isak ayah Emil lagi. Semakin membuat Azizah terluka karena perkataan nya.
''Apa yang harus aku katakan, huh?! Sementara kau setiap kali pulang kerumah ini pastilah sudah membawa wanita sebagai istrimu! Yang selalu membuatku terluka! Apa yang bisa aku lakukan, huh?!'' sentak nenek Rima.
__ADS_1
Ayah Emil terjingkat kaget. ''Mak tega padaku .. demi obsesi Mak ingin kaya, Mak mengorbankan ku dan kedua istriku.. apa salah kami sama Mak? Hingga Mak tega melakukan ini kepadaku?! Apakah... aku ini bukan anak mu Mak?!'' seru Emil masih dengan suara rendahnya.
''Kau memang putraku! Tapi didalam darahmu mengalir darah Ayahmu! Darah seseorang yang selalu membuatku lemah saat berbicara dengan kalian berdua! Jika aku bisa membunuh mu! Maka aku akan membunuh mu! Tapi sayang nya aku tidak bisa?!'' serunya lagi.
Ayah Emil dan Azizah terkejut. ''Apa?! Mak ingin membunuhku?!'' tanya ayah Emil dengan wajah terkejut, basah dengan Air mata.
''Ya! Andai aku bisa! Tapi sayangnya aku tidak bisa membunuh darah daging ku sendiri! yang terlahir dari rahimku?! Aku terpaksa memilih cara ini, agar kau sadar Milham! Bahwa hanya aku! Mak mu yang pantas mengatur semua kehidupan mu! Bukan istrimu!''
Ddddduuuaaarrrr..
''Astaghfirullah Al adzim...'' ucap Azizah masih dengan terus terisak.
''Mak ingin membunuhku? Agar hati Mak merasa puas karena aku telah mengabaikan Mak selama ini? Selalu saja tidak peduli dengan Mak? Bahkan sampai uang kerjaku selama ini ku berikan kepada Mak semuanya, Hanya tersisa sedikit untuk istri dan anakku? Mak ingin membunuhku?! Silahkan! Silahkan bunuh aku! Jika itu membuat Mak lega karena aku tidak akan menyakiti kalian lagi! Lebih baik aku mati daripada hidup dengan rasa bersalah kepada Mak dan mantan istriku! Alisa!!'' seru ayah Emil dengan suara meninggi.
Nenek Rima terjingkat kaget. Ia mematung mendengar ucapan Ayah Emil. ''Ayo! tunggu apa lagi??? Bunuh aku! Jika itu bisa membuat Mak lega! Aku tak menyangka, Mak ku! Surgaku yang ternyata melakukan nya demi sebuah nafsu belaka! Mak terobsesi ingin menjadi kaya! Jika Mak ingin kaya, bekerja! Agar bisa menghasilkan uang! Tapi bukan dengan cara menipu! Aku kecewa sama Mak! sangat kecewa!''
''Pantas saja waktu itu, Lana begitu marah padaku saat aku menyiksa ibunya! Ternyata.. inilah sebabnya! Aku memuja dan melindungi orang salah! Dan aku menyesal akan hal ini! Benar kata Lana, aku terlambat menyesali semua ini. Menyesal saat Alisa sudah menjadi milik orang lain? Begitu juga dengan ketiga anakku! Bahkan dengan teganya aku tak menganggap mereka sebagai darah daging ku! Semua ini karena, Mak! Dan Mak lah yang telah menjerumuskan ku untuk menjadi seorang suami yang kasar kepada istri dan anak nya!''
''Mak yang mendorong ku untuk melakukan kesalahan yang tidak pernah ingin aku lakukan! Semua ini Mak yang mendidik ku menjadi orang yang salah!! Dan sekarang Mak mengatakan, jika Mak ingin membunuhku karena kesalahan yang Mak lakukan??? Baik! Bunuh aku! Silahkan! Agar Mak tidak memiliki anak lelaki lagi yang akan mengusung keranda Mak saat tiada nanti!!''
Deg!
Deg!
''Tidaaaaaakkkkk...
__ADS_1
💕💕💕💕💕💕
Kembang nya jangan lupa buat othor! hihihi..