Pelabuhan Terakhirku (Kamu Bukan Pembawa Sial)

Pelabuhan Terakhirku (Kamu Bukan Pembawa Sial)
Ponsel untuk Papa mertua


__ADS_3

Setelah selesai dengan belanjaan apa saja yang harus di beli, kini Gilang menuju konter ponsel untuk membeli ponsel baru untuk Papa mertuanya.


Saat tiba di depan konter ponsel, Gilang turun dan mengajak Papa Yoga. ''Turun, Pa. Ada yang ingin Gilang beli disitu.'' tunjuk Gilang pada konter ponsel di depan mereka.


Papa Yoga menoleh dengan kebingungan. Menurutnya, buat apa pula Gilang ke toko ponsel, sedang dirinya kan sudah punya ponsel?


''Ada yang bisa dibantu Bang?'' tanya karyawan toko itu. Papa Yoga terkejut. Ternyata Gilang benar-benar masuk ke konter itu.


Gilang mengangguk dengan wajah datar. Wajah khas seorang Gilang Bhaskara. Papa Yoga melihat wajah Gilang berubah menjadi datar, terkekeh.


''Senyum atuh.. senyum itu sedekah loh..'' goda Papa Yoga.


Gilang diam saja. ''Saya mau beli dua ponsel dengan merek Samsung galaksi Pro A 13.''


''Oh, baik Bang! Ini dia. Mau sekalian di aktifkan? Biar saya aktifkan disini.'' jawab karyawan toko itu sambil tersenyum manis menatap Gilang.


Gilang menatap datar padanya. ''Tidak perlu! Saya bisa sendiri! Lagipun ponsel ini untuk Papa mertua saya!'' ketus Gilang.


Papa Yoga terkekeh melihat Gilang ketus seperti itu. ''Hehehe.. senyum atuh tong, ih!'' goda Papa Yoga lagi.

__ADS_1


Gilang tetap diam, dengan segera ia mengeluarkan kartu kreditnya dan menyerahkan kepada karyawan toko itu.


Karyawan toko itu terkejut melihat kartu kuning emas yang ada di tangan Gilang. ''Tu-tunggu sebentar Bang! Saya panggilkan bos saya dulu!'' imbuhnya, dengan segera berlari memanggil si pemilik toko ponsel.


Gilang memutar bola mata malas. ''Hadeeeuuhh.. jika di toko ku, tidak akan lama seperti ini. Kan ada cctv? Ck! Dasar Bos pelit!'' gumam Gilang, tapi bisa di dengar oleh Papa Yoga.


Papa Yoga terdiam mendengar kata 'toko ku' apa maksudnya itu?


Lima menit berlalu, bos pemilik konter itu datang dengan senyum ramah nya. ''Lain kali di pasang tuh cctv! jadi nggak payah panggil bos dulu untuk gesek kartu! Jika model beginian, di Medan sana sudah di tinggal pergi sama pembeli!'' ketus Gilang sekaligus menyindir.


Bos pemilik konter itu tersenyum malu. Ia jadi kikuk sendiri di hadapan Gilang. Ia mengambil kartu dari tangan Gilang dan menggesek nya di ATM mini miliknya.


''Ya! Pasang cctv dan ajarkan karyawan mu agar lebih cepat dalam proses transaksi. Jadi pembeli tidak kabur ke tempat lain. Terimakasih. Dan permisi. Ayo Pa. Kita pulang.'' imbuh Gilang.


Dengan segera ia masuk ke dalam mobil Pajero sport putih miliknya dan mulai berlalu dari toko itu.


Sementara pemilik toko itu begitu terkejut dengan kedatangan Gilang. Siapa yang tidak tau tentang Gilang Bhaskara.


Pemilik hotel, rumah sakit, serta swalayan terbesar di kota Medan. ''Mampus aku Mir! Ternyata dia bos Gilang tempat aku belanja ponsel di Medan! Haduuhh...'' gerutunya.

__ADS_1


Sedang sang karyawan hanya terlihat bingung. Sementara Gilang dan Papa Yoga dan Gilang saat ini sedang dalam perjalanan menuju rumah Papa Yoga.


Setengah jam berlalu, kini mobil Gilang sudah tiba di kediaman Papa Yoga. Terlihat jika rumah itu sudah mulai dikerjakan dan di bongkar.


Semua isi rumah di keluarkan dan di titipkan di rumah Pak Oman. Saat ini Pak Oman sedang tidak berada di tempat. Rumah itu kosong, karena di tinggal pemiliknya pindah ke tempat lain.


Tidak jauh dari tempat tinggal mereka. Sebelumnya, Mama Alina sudah menghubungi Pak Oman untuk di titipkan barang rumah mereka disana. Dan disetujui oleh Pak Oman.


Bahkan ia begitu senang, kala mengetahui jika Papa Yoga akhirnya bisa merenovasi rumah tuanya itu.


Tiba dirumah Tante Irma, Gilang memberikan ponsel itu pada Papa Yoga dan Mama Alina. Setelah ia aktifkan terlebih dahulu.


''Ini ponsel untuk Papa dan Mama. Kartu Papa yang lama udah Gilang masukkan kesitu. Begitu juga dengan punya Mama. Sekarang, kapan pun dan dimana pun Papa dan Mama bisa menghubungi nomor ponsel kami berdua. Tapi untuk sekarang, jangan dulu ya? Karena kita ini masih dalam rangka memberikan kejutan untuk Alisa. Bukan begitu Tante?''


''Betul sekali. Kamu tau Nak? Tante sudah berulang kali menyuruh Papa dan Mama mu untuk mengganti ponsel dengan model terbaru jaman sekarang. Agar mudah berkomunikasi. Bisa video call, bisa chating an melalui pesan WhatsApp. Tapi kedua mertua mu ini tidak mau, Nak. Hadeuhhh..'' Ucap Tante Irma menjelaskan.


Gilang hanya tertawa saja. Sedang Papa Yoga sibuk memandangi foto profil milik Alisa. Begitu juga dengan statusnya.


''Putriku... kamu baik-baik saja ternyata.. Papa senang, Nak. Tunggu kami! Kami akan datang untuk menemui pada saat hari pernikahan mu!'' Gumam Papa Yoga dalam hati.

__ADS_1


💕💕💕💕💕


__ADS_2