
Setelah Gilang meninggal kan Vita sendirian diluar, Vita menangis. Ia bertekad harus bisa meluluhkan hati Gilang.
Vita tau jika Gilang sangat sulit di luluhkan, jika sudah menyangkut dengan urusan hati. Gilang akan menjadi sosok yang sangat keras kepala.
Vita menghembuskan nafasnya keudara. Berharap mengurangi rasa sesak yang sedang mendera di dadanya.
Lelah rasanya Vita berdiri disana, akhirnya Vita melangkah kan kakinya masuk kedalam rumah. Ia berharap jika Gilang bisa di luluhkan. Saat ia masuk, Vita terkejut mendapati Gilang duduk disana dengan tatapan dingin.
Deg!
Mata mereka ber siborok. Gilang menatap lekat Vita. Sedangkan Vita menunduk, ia tak berani menatap Gilang. Karena dari penglihatan nya, tatapan Gilang begitu menakutkan.
''Ada yang bisa loe jelasin Vita??''
Deg!
Vita terpaku.
Vita ketakutan, bibirnya kelu untuk menjawab pertanyaan Gilang. Kakinya gemetar, lemas bagai tak bertulang.
''Jelaskan Vita! haruskah gue cari tau sendiri atau loe yang jelasin?!'' tegasnya.
Vita menelan Saliva sulit. '' A-anu.. i-itu.. lo-loe cu-cuma sa-salah paham Lang..''
Gilang mengerut kan alisnya mendengar Vita berbicara tergagap.
'' Loe sa-salah paham Lang.. gue sama Kevin nggak ada hubungan apa apa.. beneran suer!'' dalihnya dengan menunjukkan dua jarinya membentuk angka v.
Gilang tak menjawab. Ia tetap menunggu Vita menjelaskan semuanya. Baginya, lebih baik mendengar langsung dari orang nya daripada ia tau dari orang lain.
''Beneran Lang.. gu-gue nggak bohong!'' ucapnya sambil meremat tangannya yang sudah mengeluarkan keringat dingin. Matanya bergerak gelisah.
Gilang menatapnya lekat, seolah mencari tau jika disana, di manik mata hitam itu tersirat kejujuran. Lama ia menatapnya, tapi yang didapat sesuai yang dilihatnya dicafe tadi.
Vita berbohong!
Wajahnya yang tadi datar kini berubah menjadi sendu. Seakan dunia itu runtuh seketika. Tapi karena rasa sayang yang sudah terlalu dalam, ia mencoba menepis semua itu. Gilang akan berusaha sekali lagi untuk mempercayai Vita.
Gilang menghela nafasnya. '' Baiklah.. sebaiknya loe istirahat, besok kita sudah kembali kesekolah.'' ucapnya seraya berlalu pergi.
__ADS_1
Kenapa loe tega bohongin gue Vita! Kurang apa gue sama elo? Apakah rasa yang pernah ada ini sudah terkikis karena waktu??
Gilang berlalu meninggalkan Vita seorang diri disana. Vita mematung. Ia tak menyahut, tak juga mengejar Gilang.
Setelah lama disana, akhirnya Vita berlalu dan masuk kedalam kamarnya untuk istirahat. Ia menghembuskan nafas lega.
Setelah masuk ke kamar nya, Gilang menutup pintu dan bersandar dibelakang pintu dengan menekuk lututnya sambil meremat kepalanya.
Hatinya hancur. Ia tau Vita berbohong. Tapi karena sayang nya terlalu dalam terhadap Vita, ia mencoba untuk mengalah. Ia akan berusaha sekali lagi percaya kepada Vita.
Lelah ia berfikir sendiri, akhirnya ia bangkit berlalu kekamar mandi. Setelah nya ia pun tidur sejenak, untuk mengistirahatkan otaknya yang terlalu keras berfikir.
Matanya yang lelah lama kelamaan tertutup juga. Baru saja ia terlelap, Gilang merasakan sentuhan yang begitu lembut menyentuh kepalanya.
''Sayang bangun.. hei.. kok tidur sih??.''
Gilang yang mendengar suara seorang wanita yang begitu familiar ditelinga nya, membuka matanya perlahan.
Saat Gilang membuka matanya, ia melihat seorang gadis manis sedang duduk disebelah nya dengan memangku kedua tangan kepipinya. Gilang mengerjab.
Wajahnya begitu dekat dengan Gilang. Bahkan wangi nafasnya tercium oleh Gilang. Wajah nan ayu, manis sekali. Ia tersenyum pada Gilang. Sedangkan Gilang menatapnya dalam. Gilang masih saja menatapnya tanpa kedip. Gilang berfikir, apakah gadis ini nyata atau cuma mimpi.
Gadis itu terkekeh. Gilang terkejut, berarti benar itu bukan mimpi. Pelan ia membuka matanya, perlahan tapi pasti Gilang melihat sekitar ditempat dimana ia tidur.
Hamparan rumput yang begitu luas, ilalang yang bergoyang kesana kemari tertiup angin. Sedangkan tempat ia tidur berada dibawah sebuah pohon yang rindang.
Di sekitar tempatnya duduk ada sebuah taman bunga yang begitu cantik. Aneka bunga warna warni. Menambah keasrian alam disekitar nya.
Gilang mengerjabkan matanya. Terlihat lucu dimata si gadis manis. Ia terkekeh lagi. Gilang menatapnya dalam.
''Kamu kenapa sih sayang? Kok bengong gitu? Ada yang salahkah dengan wajahku?? Ada belekkah??'' tanyanya seraya membetulkan hijab nya yang agak miring.
Gilang tersenyum. '' Enggak kok Yang.. kamu tetap cantik seperti biasanya! Bahkan lebih cantik lagi hari ini?'' tukasnya, membuat gadis itu tersipu malu. wajahnya merona.
Gilang tergelak. '' Aku sangat merindukan mu sayang.. kapan kita bisa bertemu ya?? Aku sudah bosan dengan kehidupan ku di dunia.. rasanya ingin sekali aku tidur selamanya seperti koma gitu, agar aku bisa selalu denganmu! biarkan aku mati sajaa-''
'' Husstt.. nggak boleh ngomong gitu! Kamu mau kita nggak pernah berjumpa dan hidup bersama?? jangan bilang seperti itu.. aku nggak sanggup Yang..'' lirihnya, membuat Gilang terkejut.
'' Bu-bukan begitu maksudnya sayang! bukan aku akan pergi darimu! aku hanya mau tidur sejenak agar bisa selalu denganmu disini.. itu maksudku!'' imbuhnya kepada si gadis. Membuat si gadis menatap lekat padanya.
__ADS_1
'' Beneran?? kamu nggak bohong kan??'' tanya nya memastikan.
'' Beneran sayangku .. cintaku .. hidupku .. duniaku .. kamu segalanya untukku! ck! kapan sih kita bertemu?! aku bosan disini terus bertemu nya.. sesekali diluar napa?! biar berkesan gitu!'' gerutunya membuat si gadis tergelak.
'' Sabar sayang.. jika memang sudah waktunya pasti kita akan bertemu kok. Sabar ya...''
'' Tapi kapan sayang? aku bosan jika harus menghadapinya dunia yang penuh dengan kebohongan ini! sangat sulit rasanya menerima kenyataan! sungguh aku tak sanggup lagi..'' lirihnya.
Gadis itu tersenyum lembut. '' terkadang kita memang harus melewati masa sulit dulu agar kita kuat menghadapi masa depan. Agar menjadi pribadi yang kuat. Nggak semua yang kita inginkan selalu tercapai sayang! kadang kalanya ada saatnya kita harus menerima segala sesuatu yang memang sudah ditakdirkan untuk kita! untuk itu kamu harus bersabar! jadikan sesuatu yang terjadi padamu sebagai pelajaran dimasa depan! kamu pahamkan??'' jelasnya membuat Gilang menatapnya dalam.
Gilang menghela nafasnya.
'' Sebaiknya aku memang harus melakukan seperti apa yang kamu katakan! ya sudah lebih baik sekarang temani aku disini! jangan pergi lagi dariku.. ya??''ucapnya seraya memeluk gadis itu.
'' Baiklah jika itu yang kamu mau. Tapi kamu harus ingat! jangan sekali-kali kamu mencoba melakukan kesalahan fatal yang membuatmu rugi! karena setelah ini akan ada yang lebih sakit dari ini!''
Gilang melepas pelukannya dari gadis itu '' maksudnya apa??'' tanyanya.
Gadis itu tersenyum lembut padanya. Ia menarik kepala Gilang agar tidur di pangkuan nya.
'' Nanti kamu pasti akan tau apa maksudku! setelah kamu tau apa yang ku maksud, ingatlah pesanku tadi.. supaya kamu bisa lebih kuat lagi menghadapi kehidupan ini.'' Jawabnya sambil mengelus kepala Gilang.
Gilang memandangnya sebentar, kemudian ia berbalik membenamkan wajahnya diperut gadis itu.
'' Tidurlah! aku selalu ada dihatimu...'' ucapnya seraya mengelus Surai hitam Gilang.
Gilang merasa nyaman, akhirnya tertidur lagi. Baru saja ia terlelap, Gilang sudah dikejutkan dengan suara seseorang memanggilnya dengan keras membuatnya terkejut.
'' Gilang!'' pekiknya.
Deg!
💟
Maaf ya jika othor telat lagi update nya. Maklum Mak Mak punya bayi sibuk sama bayinya ketimbang hpnya.
Doa in aja agar othor selalu ada waktu senggang dan bisa melanjutkan lagi kisah Gilang.
See you..
__ADS_1