
Keesokan paginya.
Alisa bangun pagi-pagi untuk menyiapkan bekal yang akan mereka bawa piknik ke taman safari Medan.
Gilang yang mendengar suara berisik dari arah dapur, bangkit dan menuju kesana. Terlihat jam di dinding menunjukkan angka 4 pagi.
Belum subuh, tapi waktu tahajud.
''Lis!''
''Astaghfirullah!'' kaget Alisa.
Alisa yang sibuk dengan wajan dan panci dikejutkan dengan suara orang memanggilnya.
''Kamu kenapa??''
''Kaget aku! haduuhh.. kirain siapa! hisshh..'' gerutu Alisa.
Gilang terkekeh. ''Makanya tunggu pagi sayang.. baru kamu masak! Ini waktu tahajud gini kamu udah sibuk sama wajan dan panci! Berisik pula! Gimana kalau anak-anak pada bangun??''
''Hah?? Iyakah?? Ya sudah, aku pelankan suara mencuci piring nya! Tinggal dikit lagi. Semua masakan udah siap, tinggal di masukkan ke dalam rantang saja.'' imbuhnya, seraya tangannya terus bergerak untuk mencuci piring.
Gilang tersenyum. ''Oke! kalau begitu, aku sholat tahajud dulu ya?? Setelah nya nanti aku bantuin kamu beberes! Sebentar ya?'' ujarnya seraya berlalu meninggalkan Alisa yang masih sibuk dengan panci dan wajannya.
Setelah selesai dengan tahajudnya, Gilang mengambil ponsel dan menelpon seseorang disana.
Tut, Tut, Tut.
Berdering, tapi tak diangkat. ''Ishhh gimana sih?! Masih molor paling ni anak! Coba lagi, barang kali di angkat!'' gumamnya, kemudian ia mulai mendial kembali nomor Andi.
Tut, Tut.
''Hallo...'' suara serak di seberang sana menyahut.
''Hallo Andi! Carikan saya mobil rental, saya mau piknik dengan keluarga hari ini kepancur batu. Kau harus ikut! Serahkan tugasmu itu pada tangan kanan mu! Saya butuh pagi ini. Setelah kau mendapatkan mobil nya segera datang ke tempat saya! Nanti saya share lock. Cepetan, Pagi ini!'' ujar nya sambil menutup ponselnya dan menaruh nya diatas nakas.
''Ya elah Bos! Pagi-pagi mau cari kemana coba! Masih pagi juga?! Hisshh.. Bos mah.. bebas.... ck! Apes bener hidup elu Andi! hadeuuuhhh..'' gerutu Andi. Ia beranjak mencuci muka dan berwudhu untuk sholat tahajud.
Andi mencoba menghubungi temannya yang punya rental mobil. Setelah berbicara panjang lebar, akhirnya mobil itu Andi dapatkan.
Setelah nya ia bergegas kerumah yang dimaksud Gilang. Karena share lock lokasi sudah masuk ke pesan Whatsapp nya.
****
Setelah menelpon Andi, Gilang ke dapur untuk membantu Alisa. Mencuci piring dan menyusun semua makanan ke dalam rantang.
''Lis.. kita berangkat nya dengan rental ya.. asisten ku udah bawa mobil nya kesini. Ayo siap-siap waktu subuh sebentar lagi. Biar aku bangunin Abang untuk sholat di mesjid.'' Imbuhya, ia menatap Alisa instens.
''Ya, pergilah! aku akan menyiapkan anak-anak! Sebelum kau pulang, anak-anak sudah beres. Pergilah!'' ujarnya, ia begitu cekatan memasukkan semua makanan ke dalam rantang.
__ADS_1
Alisa mengisinya ke dalam dua rantang. Karena Gilang sudah mengatakan jika asisten Gilang ikut bersama dengannya.
''Oke. Akan ku bangunkan jagoan ku, untuk ku ajak sholat berjamaah di mesjid!'' imbuhnya seraya berlalu.
Gilang membangun kan Lana, dan mengajak Lana untuk sholat di mesjid. Lana sangat antusias saat Gilang mengajaknya untuk sholat berjamaah di mesjid.
Tepat pukul 5.48 Gilang dan Lana pulang dari mesjid. Bertepatan dengan Andi yang sudah tiba disana.
''Wuuihh.. Bang!'' sapa Lana.
Andi yang baru saja turun dari mobil Pajero sport, tersenyum melihat Lana.
''Assalamualaikum.. jagoan! apa kabarnya hari ini??'' tanya nya
Lana tersenyum sumringah, '' Waalaikum salam.. Wuaahh.. kita naik mobil ini ya bang! Asiiiik naik Pajero sport euuuyyy.. Abang sangat suka dengan Pajero sport! Mau beli tapi tak punya uang! Tapi tak apalah .. bisa naik ini udah Alhamdulillah.. makasih bang!'' ucap Lana sangat antusias.
Andi tersenyum, ''berterima kasihlah pada bos Gilang! Karena beliau lah yang menyuruh Abang mencari mobil rental untuk kalian sekeluarga piknik! Dan kebetulan yang tersisa Pajero sport! Itu pun Pajero ini yang punya rental. Kan hari ini hari Minggu, jadi semua mobil rental sudah habis. Karena kasihan dengan Abang, makanya dikasi Pajero ini! Rejeki jagoan ini berarti!''
''Ya! Papi... makasih ya? Karena Papi tau apa yang kami butuhkan! Semoga usaha Papi, makin maju dan sukses dimasa akan datang!'' ujar Lana dengan mata berkaca-kaca.
Gilang yang melihat Lana hampir menangis tersenyum. Ia memeluk Lana dengan erat.
''Amiinn.. semoga saja! Doakan saja yang terbaik untuk Papi! Bro!''
''Bos!''
''Kebetulan udah tadi di jalan, saat mau kesini saya singgah di mesjid. Setelah nya baru saya kesini.''
''Udah sarapan??''
''Belum bos!'' Andi nyengir kuda.
''Ayo bang! kita makan! Mak Abang, udah masak tadi!'' ajak Lana dengan menarik tangan Andi.
Gilang yang melihatnya, menggeleng kan kepalanya. Dan ia pun tersenyum sambil mengikuti Lana dan Andi yang sudah ada di depan pintu.
''Assalamualaikum..''
''Waalaikum salam..'' sahut Ira.
''Eh? ada tamu! Ayo bang! masuk! Mari duduk, sarapannya udah siap!'' ucap Ira, ia berlalu ke kamar untuk memberitahu kan Alisa tentang Andi.
''Ayo Bro! kita duduk! Noh.. makanannya udah siap!'' ucap Gilang dengan duduk lesehan dilantai.
''Iya,'' sahut Andi.
''Bos! Bukannya ini rumah yang dulu pernah saya datangi ya?? Ketika malam hujan deras??'' tanya Andi, ia menatap Gilang penuh tanda tanya.
''Ya, rumah yang sama! Dan orang yang sama! Kami akan piknik hari ini! Udah kau bayar kan rental nya??''
__ADS_1
''Udah Bos! Dengan uang pribadi saya sih..'' sahut Andi, ia menggaruk kan kepalanya yang tidak gatal.
''Nih! Untuk ganti uang mu!'' seru Gilang. Ia memberikan uang berwarna merah lima lembar kepada Andi.
Andi menerimanya. ''Terimakasih bos!''
''Hem.''
Lama mereka menunggu Alisa untuk sarapan bersama.
Ceklek!
Pintu terbuka, terlihat Alisa sedang menggendong Annisa.
Deg, deg, deg.
Jantung dua orang pemuda berdetak kencang. Salah satunya menatap Alisa tanpa kedip. Sedangkan yang satu lagi bangkit dan mendekati Alisa.
''Ayo adek sama Papi!'' serunya. ''Kamu cantik!'' bisik Gilang di telinga Alisa. Setelah nya ia berlalu meninggalkan Alisa yang berdiri mematung disana menatap seorang pemuda sebaya dengan Gilang.
Alisa menatap pemuda itu sebentar, setelah nya ia berlalu dan menuju ke dapur untuk mengambil piring serta nasi yang belum tersedia disana.
Ia tak peduli dengan gombalan Gilang. Alisa sudah terbiasa di puji seperti itu. Ira yang melihat pemuda itu menatap Alisa tanpa kedip terkekeh.
Kemudian ia memanggil Gilang. ''Pi!''
''Hem,'' sahut Gilang tanpa menoleh.
Tak sabar, Ira datang dan berbisik di telinga Gilang. ''Pi! Mak ada yang ngincar tuh! lihat aja! Sampai nggak kedip kayak gitu!'' bisik Ira di telinga nya.
Gilang melototkan matanya. Ira terkekeh.
''Ehem!'' tegur Gilang dengan menatap Andi dengan horor.
''Eh??! Apa bos??'' Andi yang terkejut karena deheman Gilang, menjadi bingung.
''Mau potong gaji??''
''Hah?? Eh? Oh? I-iya bos! Nggak mau potong gaji!''
''Bagus!''
Ira cekikikan melihat Andi ketakutan potong gaji. Alisa yang melihat nya tersenyum dan menggeleng kan kepalanya.
Mampus! nggak mau gue potong gaji! Bisa rugi gue!!
💕
Awas lu bang.. bapak nya singa loh.. 🤣🤣🤣
__ADS_1