Pelabuhan Terakhirku (Kamu Bukan Pembawa Sial)

Pelabuhan Terakhirku (Kamu Bukan Pembawa Sial)
Rumah baru


__ADS_3

Pagi harinya saat Alisa sedang menyapu halaman depan, di mana Ira sudah berangkat untuk acara camping sekolahnya, ia melihat asisten Gilang sedang menuju ke arahnya.


''Assalamualaikum Mbak.. apa kabar??''


''Waalaikum salam Andi.. Alhamdulillah baik, kamu sendiri? Sedang apa disini?? Ada yang dibutuhkan kah??'' tanya Alisa sembari celingukan mencari sesuatu.


Andi yang melihat itu terkekeh. ''Mbak cari siapa sih?'' tanya Andi sengaja, untuk menggoda Alisa.


''Eh? Anu.. i-itu.. ehm.. Kamu ada apa datang menemui saya??'' tanya Alisa, sengaja untuk mengalihkan pertanyaan Andi tadi.


Lagi lagi Andi terkekeh. ''Saya datang kemari, ingin menyampaikan, kalau hari ini juga Mbak udah bisa pindah kerumah baru! Semua perlengkapan nya sudah di isi. Hanya tinggal menunggu pemiliknya saja datang.'' jelas Andi masih dengan melihat Alisa yang celingukan kesana kemari.


''Iyakah?? Berarti hari ini juga saya sudah bisa pindah ke rumah baru?? Tapi kayaknya cepat banget deh? Kayaknya baru dua Minggu saya tinggal disini ? Belum sampai pun dua minggu! Lalu rumah saya udah jadi aja gitu?! Ah! saya nggak percaya! Kamu pasti bohongkan?? Yang kayak Jin Aladin aja! Bisa mengabulkan permintaan secepat itu!'' ucap Alisa seperti menggerutu.


Andi tertawa. ''Bisa dong Mbak.. kan Jin Aladin nya Mbak, Bos Gilang??''


Deg.


''Papi...'' lirihnya masih terdengar oleh Andi.


Raut wajah yang tadinya jutek, kini berubah menjadi sendu. ''Apakah dia tidak datang??'' tanya Alisa.


Andi menggeleng. ''Bos Gilang, sedang sibuk dikantor Mbak.. makanya saya yang datang kemari. Sedangkan pak Kosim sedang mengantar Nyonya ke bandara untuk menjemput sahabat nya yang datang dari Jakarta.'' sahut Andi masih dengan menatap Alisa.


''Ooo.. ya sudah. Tunggu sebentar. Saya Bawa Annisa, karena Lana sedang tidak dirumah. Ia baru saja pergi ke tempat sekolah Ira.'' jelas Alisa, membuat Andi mengangguk.


Sedangkan seseorang disana, menatap penuh kerinduan pada sang pemilik hati. Ia sengaja bersembunyi, agar pujaan hatinya itu tidak tau jika ia datang untuk melihat nya.


Tadi pagi, saat Andi menghubungi nya, ia langsung saja bergegas pergi ke tempat tujuan.


Tempat pertama yang ia datangi adalah rumah baru mereka. Sampai disana, ia menunggu semua peralatan dapur serta kamar mereka.


Ia menyusun nya sendiri, dibantu dengan beberapa orang. Karena ia ingin, ketika sang pemilik hati itu datang, ia akan terkejut melihat rumah baru mereka.


''Apapun untuk mu sayang... Apapun...'' lirihnya.


Ia sengaja menyusun isi kamarnya sendiri tanpa dibantu oleh siapa pun. Termasuk isi didalam lemari itu.


Saat mengingat itu, Gilang terkekeh. ''Kamu pasti akan terkejut sayang. Tunggu saja!'' imbuhnya lagi sembari terkekeh mengingat isi lemari pakaian mereka berdua.


''Satu lagi! kamu pasti akan shock berat saat melihat figura besar dirumah kita. Aku yakin, kalau kamu tidak akan bisa berbicara sepatah katapun. Aku jamin itu!'' imbuhnya lagi masih dengan terkekeh.


Pak Kosim yang mendengar nya ikut terkekeh. ''Aden bisa saja mengusili Neng Alisa sepeti itu? Gimana kalau nanti Neng Alisa marah??'' tanya Pak Kosim, walaupun ia tau, jika Alisa tidak akan marah.

__ADS_1


Palingan hanya mengomel saja. Gilang tertawa. '' Bapak lihat saja nanti. Kita lihat dari sini! Karena dirumah itu, sudah terpasang lengkap dengan cctv nya!'' celutuk Gilang, membuat Pak Kosim bertambah tertawa.


Mereka berdua tertawa ngakak di dalam mobil saat mengingat kejadian tadi subuh saat mereka menyelesaikan pekerjaan menaruh semua perabot dirumah baru Alisa.


Andi melihat sebuah mobil sedan berdiri tidak jauh dari mereka tersenyum tipis. Ia tau, jika Gilang masih disana.


Karena sedari subuh tadi, Gilang, pak Kosim, dan dirinya lah yang menyiapkan rumah baru untuk Alisa.


Andi tersenyum tipis. ''Ternyata cinta tak memandang usia.. cinta tak memilih pada siapa ia berlabuh. Tapi karena cinta itulah dua orang beda generasi dipersatukan. Semoga kalian berbahagia ya.. Aku selalu mendoakan yang terbaik untuk mu Bos...'' lirih Andi.


Ia mencoba tersenyum ketika melihat Alisa keluar dari rumah dengan menggendong Annisa.


''Ayo!'' ajak Alisa. Andi mengangguk.


Cukup lima menit saja perjalanan kerumah barunya. Saat tiba disana, pertama yang dilihat Alisa adalah taman bunga yang begitu indah.


Begitu banyak bunga disana, berbagai macam dan berbagai warna. Satu bunga yang paling ia sukai.


Bunga mawar merah.


Saat melihat tanaman itu, Alisa tersenyum lebar. Bibirnya terus saja melengkung menimbulkan senyum manis semanis madu.


''Ternyata.. kamu masih ingat, bunga apa kesukaan ku!'' celutuk nya dengan sedikit terkekeh kecil.


''Ayo Mbak, kita masuk!'' titah Andi, membuat Alisa mengangguk dan melangkah masuk ke dalam.


Pertama kali Alisa melangkah kan kakinya masuk, di atas dinding sana sudah terpampang figura yang begitu besar.


Sebuah foto antara dirinya dan Gilang, juga ketiga anaknya. Foto saat mereka liburan ke taman safari Medan.


Alisa terkejut melihat nya. Berbeda dengan Annisa. Putri kecilnya itu teriak histeris saat melihat foto Gilang diatas sana.


''Putri ku...'' ucap Gilang saat melihat Annisa begitu senang walau hanya melihat foto saja.


Saat ini Gilang sedang melihat rekaman cctv dirumah barunya, melalui ponsel pintarnya.


Sedangkan Alisa, kakinya terasa lemas, karena melihat semua isi perabot begitu mahal menurut Alisa.


Mulutnya menganga mengatup melihat seluruh isi rumah barunya itu. Gilang yang melihatnya terkekeh.


Begitu juga dengan Andi. Ia pun ikut terkekeh melihat tingkah Alisa yang begitu lucu menurutnya.


Selesai dengan ruang tamu, kini mereka menuju ke dapur. Sampai disana, lagi dan lagi Alisa terkejut.

__ADS_1


Seluruh peralatan dapur yang menurut nya begitu mahal. Meja prasmanan dari kaca begitu juga dengan kursinya.


Kulkas tiga pintu, kompor gas model terbaru. Dan setiap sudutnya terdapat alat-alat untuk Alisa membuat kue.


Salah satunya microwave. Alisa sampai sesak melihatnya. Belum usai dengan rasa terkejutnya, kini ia dibuat terkejut lagi dengan isi kulkas yang sudah terisi penuh dengan bahan makanan.


''Gilang...'' lirih Alisa dengan bibir bergetar.


''Aku disini!'' sahut Gilang melalui ponselnya. Ia tersenyum melihat pujaan hatinya seperti itu.


Puas dengan dapur, kini mereka berdua menuju ke kamar utama. Kamar Alisa yang nanti akan ditempati oleh Gilang juga.


Alisa membuka pintu dengan perlahan. Saat membuka pintu kamar itu, pertama kali yang ia lihat ialah figura besar dirinya dan Gilang.


Foto dimana Alisa sedang tersenyum manis melihat Gilang. Dan Gilang merangkulnya dengan mesra.


Alisa terhenyak melihat gambar itu. Kakinya lemas bagai tak bertulang. Ia luruh kelantai dengan bibir memucat.


''Papi....''


Beruntung nya saat di dapur, Annisa di ambil alih oleh Andi dan dibawa ke suatu tempat. Tinggal lah Alisa sendiri sekarang.


Alisa menatap nanar pada figura besar disana. ''Bahkan setiap apapun yang kita lakukan berdua, kau buat jadi sebuah kenangan...'' lirihnya dengan buliran bening yang sudah mengalir deras.


''Kamu dimana??''


''Aku merindukan mu...''


''Aku disini sayang!''


Deg.


💕


Hayoo.. betulan itu? Atau??


Ikutin terus kelanjutannya!


Makin seruuu uhuyyyyy..


Othor yang nulis aja makin seruuu pingin nulis hihihi..


TBC

__ADS_1


__ADS_2