
Aku tak salah memilih mu Ra.. jika ummi menyukai mu.. berarti pilihan ku tepat. Ya Allah.. semoga Engkau persatuan kami berdua dalam ikatan halal, Amiiin...
Doa di dalam hati ia panjatkan saat melihat ummi dan Ira yang begitu akur. Selesai makan, ummi Hani ingin bertanya keberadaan Alisa, karena ia sudah tidak sabar ingin bertemu sahabatnya itu.
''Sekarang katakan, di rumah sakit mana Mak kalian berada??''
''Ada di rumah sakit Adam Malik Ummi!'' celutuk Lana begitu cepat.
Sedang Ira masih mengap-mengap ingin ngomong malah nggak jadi. Wajahnya berubah menjadi kesal.
Lana terkekeh melihat raut wajah Ira yang berubah menjadi masam. Begitu juga dengan Raga.
Mereka berdua terkekeh. ''Ya sudah, ayo! ummi ingin bertemu sahabat ummi itu! sudah lama tidak bertemu dengannya! Apa kabar mu Lis..'' ucap ummi Hani, seraya bangkit dan meninggalkan ketiga anak tersebut yang terbengong melihat kelakuan ummi.
''Loh, loh? mana anak-anak??'' tanya nya pada diri sendiri, hingga ummi Hani tepuk jidat dan terkekeh setelah teringat dimana ketiga anaknya itu berada.
Raga yang melihat ummi Hani terkekeh, jadi kesal.
''Ck! saking ingin ketemu dengan Tante Alisa, kami malah di tinggal!'' gerutu Raga.
Ira terkekeh mendengar gerutuan Raga. Sedangkan Lana sudah ngacir melihat ummi Hani yang sedang bertelpon ria dengan Abi Hendra di tepi mobil mereka.
''Assalamualaikum By..''
''Waalaikum salam sayang.. ada apa nelpon? Ada yang di inginkan kah??'' tanya Abi Hendra, sengaja untuk menggoda ummi Hani.
Ummi Hani terkekeh. ''Abi apaan sih?? Malam ini kita ke rumah sakit Adam Malik, aku sudah menemukan Alisa By..''
''Benarkah?? Ya Allah.. sayang! kamu dapat kabar dari mana??''
''Putra mu yang membawa ku pada putri dan putra Alisa. Sekarang aku sedang bersama mereka!''
''Alhamdulillah.. oke-oke! Setengah jam dari sekarang, kamu siap-siap! Abi jalan sekarang! Assalamualaikum!''
''Waalaikum salam...'' setelah nya ummi Hani terkekeh.
''Lihatlah! bahkan dengan menyebut nama nya saja, kamu sudah senang seperti itu! Terkadang aku merasa cemburu dengan Alisa! kok bisa sih? Banyak amat yang suka padanya?? Mulai dari kak Madan, anak sekolah tetangga, bang Emil! hah! kamu memang istimewa sahabatku..'' lirih ummi Hani.
Ketiga anak manusia itu mematung mendengar ucapan ummi Hani.
''Ummi...'' panggil Lana.
''Eh? sudah datang?? Maaf! tadi ummi buru-buru saking senangnya ingin ketemu Mak kalian!'' ummi Hani terkekeh.
''Buru-buru boleh sih ummi! tapi jangan di tinggal juga kali.. mana ni belanjaan banyak banget lagi. Nih pegangin punya Raga! jangan sampai ketukar sama punya Lana! Bisa berabe Aku nya!'' gerutu Raga, sembari memasukkan barang-barang Ira ke dalam bagasi.
Ummi Hani terkekeh. ''Ayo masuk! ummi antar kalian dulu ya? Baru setelahnya, ummi kerumah sakit.''
''Ra.. di depan! Biar ummi sama Lana pacaran mereka berdua!'' ketus Raga.
Lagi dan lagi ummi Hani terkekeh. ''Ishh.. abang! kok jadi Lana sih yang jadi pacar ummi?? mana mau abang! udah tuwir pula!'' ketus Lana.
Membuat Raga tertawa terbahak-bahak. Begitu juga dengan ummi Hani dan Ira. Mereka sama-sama tertawa.
Sepanjang jalan mobil ummi Hani penuh dengan gelak tawa mereka, dengan Lana sebagai aktor nya.
Sesampainya di tempat ustad Dhanu, ummi Hani dan Raga pamit. Mereka melewati bekas rumah Alisa yang terbakar membuat hati ummi Hani tercubit.
Ummi Hani terisak. Raga hanya bisa diam. Setibanya dirumah, ummi Hani menuju kamar dan sholat.
Setelah sholat, ia langsung menunggu di persimpangan jalan rumah mereka untuk menunggu Abi Hendra.
Melihat mobil Abi Hendra mendekat, ummi melambaikan tangannya. Setelah nya ia membuka pintu depan dan masuk.
''Jalan By!'' titah ummi Hani.
Abi hendra mengangguk. Setengah jam perjalanan mereka tempuh. Saat tiba di rumah sakit, mereka berdua bergegas mencari ruang rawat Alisa.
Abi Hendra dan ummi berjalan begitu cepat, sekilas mereka melihat Alisa sedang berbicara dengan seseorang.
Seorang paruh baya dengan pakaian seperti supir. Ia membawa satu buah paper bag untuk Alisa. Setelah nya Alisa masuk.
Sebelum masuk, ia sempat melihat bayangan orang yang begitu ia kenal. Karena penasaran, Alisa berbalik, dan melihat kedua sahabatnya sedang berlari ke arahnya dengan beruraian air mata.
__ADS_1
''Alisa!!'' panggil ummi Hani.
''Alisa!!'' panggil Abi Hendra.
Mereka berdua berlari mendekati Alisa yang berdiri mematung melihat kedatangan mereka berdua.
''Sayangku...'' ummi Hani menubruk Alisa saat sudah di depan Alisa.
Abi Hendra juga demikian, ia memeluk kedua wanita yang ada di hatinya itu. Alisa masih saja mematung.
''Han-Hani... Hendra...'' lirihnya dengan leher tercekat.
''Kami menemukan mu sayangku!'' ucap ummi Hani, sembari menciumi wajah Alisa.
''Han-Hani??''
Ummi Hani mengangguk. ''Ya! ini aku sayangku! akhirnya aku menemukan mu!'' ummi Hani memeluk Alisa lagi begitu juga dengan Abi Hendra.
''Ndra.. beneran ini kamu??'' tanya Alisa dengan tatapan kosong nya sedang air mata sudah beruraian.
''Ya, ini aku! Hendra yang dulu pernah kau tolak, selang dua hari dari pernikahan mu, aku menikahi Hani! sahabat terbaik mu!'' sahut Abi Hendra.
Alisa melihat Ummi Hani. Ummi Hani mengangguk. ''Benar! kami sudah menikah dan sekarang kami tinggal disini! kian tahun aku mencari mu, nomor yang dulu tidak bisa di hubungi. Bahkan sebelum Abi ku berangkat ke Medan tiga tahun yang lalu, papa mu pernah datang ke rumah, bertanya bagaimana keadaan mu disini. Beliau ingin tau kabar dari mu Lis.. saat itu aku tak punya jawaban nya. Jadilah papa mu pulang dengan raut wajah kecewa..'' lirih ummi Hani.
''Papa??''
''Ya. Papa mu datang kerumah Abi untuk bertanya pada Hani. padahal Hani saat itu sedang disini bersama ku dan kami pun tidak tau keberadaan mu dimana saat itu.'' sahut Abi Hendra.
''Dan sekarang, kami telah menemukan mu berkat putraku itu! aku harus mengucapkan terimakasih kepada nya karena telah membawa ku kepada kedua anak mu yang tinggal dirumah ustad Dhanu. Baru saja aku pulang untuk mengantar mereka berdua.'' ucap ummi Hani begitu senang.
Tapi tidak dengan Alisa. Wajahnya begitu murung. Hendra yang paham pun mencoba untuk bertanya.
''Kamu kenapa Lis??''
Alisa mendongak, ia melihat Hendra yang juga sedang menatapnya.
''Aku rindu Papa...'' pecahlah sudah pertahanan Alisa. Ia menangis di pelukan ummi Hani hingga merosot ke bawah.
Ummi Hani dengan setia memeluk Alisa begitu erat. Ia tau, jika sekarang Alisa sedang rapuh.
''Masuk ya.. nggak enak diliatin orang.. dikira aku ini punya dua istri lagi!'' gerutu Abi Hendra.
Plaakk..
''Awwuhh.. ummi!''
''Kamu Kenapa sih By.. suka banget ngacau in suasana! Alisa lagi sedih ini loh..''
''Bukan begitu sayang.. lihatlah mereka semua! mereka melihat Abi seperti ingin menelan Abi hidup-hidup! ishh...'' gerutu Abi Hendra lagi.
Dan benar saja, semua mata yang berada di koridor rumah sakit itu menatap sinis ke Abi Hendra.
Alisa yang sadar terkekeh. ''Ayo masuk!'' ajak Alisa sembari bangkit dan membuka pintu ruangan Annisa.
Saat masuk ke dalam, pertama kali terlihat adalah karangan buah yang di kirim Gilang tadi pagi untuk Alisa.
Dan juga seorang bayi yang tertidur pulas karena baru saja menyusu dari Alisa.
''Duduk Ndra.. Hani..''
''Ini..'' tunjuk ummi Hani.
''Ya.. itu adek! pasti kamu udah tau kan dari Abang??''
''Ya. putra mu itu sangat cerdas! luarrrrrr biasa! Apalagi calon mantu ku! beuuhh.. putraku udah klepek klepek aja sama putri mu Lis!'' ucap ummi Hani sembari terkekeh.
''Maksud Ummi, tadi siang pergi dengan Raga untuk menemani anak-anak Alisa belanja??''
Ummi Hani mengangguk. Sedangkan Alisa menatap heran kepada mereka berdua.
''Belanja?? Belanja apa maksudmu? Dari mana kedua anakku mendapatkan uang?? kalau untuk uang sekolah, kemarin ustad Dhanu kesini dan bilang jika ada sumbangan dari sekolah juga para warga. Ini uang dari mana mereka belanja??'' cecar Alisa membuat Hani terdiam.
''Aku pikir, kamu sudah tau jika hari ini anak mu pergi belanja dan memiliki meminta izin padamu!''
__ADS_1
Alisa menggeleng. ''Aku belum dapat kabar dari mereka sama sekali. Bahkan aku tau nya dari kalian berdua.''
''Oke. Kita telpon mereka!''
''Tersambung. Ayo ngomong!'' titah ummi Hani.
''Assalamualaikum Mak...'' sapa Lana.
''Waalaikum salam.. Abang lagi ngapain? kok sibuk gitu??''
''Abang mau cerita tapi Mak jangan marah ya??''
''Ya.''
''Janji??'' ucap Lana sambil menunjukkan jari kelingking nya.
''Janji!'' sahut Alisa.
''Kemarin pagi, kami ketemu ayah Emil. Ia ingin minta maaf sama Mak sama kita juga dan sebelum pergi, ayah kasi kami amplop yang berisi uang sebanyak sepuluh jeti! sepuluh Jeti Mak!'' pekik Lana membuat Alisa terkejut.
''Dari bang Emil mendapatkan uang sebanyak itu??'' gumam nya, namun masih terdengar oleh Lana.
''Uang itu Uak Rita yang nyimpan untuk kita berempat, kata Uak jika ayah tidak menemukan kita dimana, ayah tidak boleh pulang lagi kerumah, begitu katanya.''
''Mana kakak mu?? Mak ingin ngomong.''
''Kak! Mak mau ngomong.'' tegur Lana dan Ira mengangguk.
''Mak..''
''Berapa sisa uang nya??''
''Delapan setengah juta lagi Mak! rencananya mau kakak transfer kan saja ke rekening Mak, biar aman. Besok kakak mau ke bank, minta tolong Kak Raga..'' lirih Ira begitu pelan.
Ummi Hani dan Abi Hendra mengulum senyum, mendengar putri Alisa menyebut nama putra nya.
Alisa menoleh dan melihat mereka berdua, dasar Abi Hendra dari dulu nya jahil. Ia memainkan alis nya naik turun.
''Ya sudah, sisakan untuk keperluan kalian nanti sedikit ya? Berapa hari lagi Mak pulang! Papi juga akan berangkat...'' lirih Alisa.
''Iya Mak.. Kakak tutup ya?? Assalamualaikum..''
''Waalaikum salam, hati-hati! jaga adikmu! jangan nakal dan jangan buat susah ustad Dhanu mengerti??''
''Mengerti Mak!''
Setelah nya layar itu menghitam. Ummi Hani tersenyum manis pada Alisa.
''Apa sih??'' tanya Alisa.
''Calon besan!''
''Eh??''
💕
TBC
Dasar Abi Hendra! dari dulu memang suka jail!
Pingin tau kelanjutan cerita Raga dan Ira?
Ini dia!
Noh.. udah nongol betapa bab. Tapi belum ada yang nyangkut! kasian... ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
Bantuin ya?? 😊😊😊
Hehehe.. cus kepoin! ntar malam othor update lagi. Yakin nggak bakal ngecewain kalian para pembaca!
Idih.. 😄😄
__ADS_1
Selamat membaca!