Pelabuhan Terakhirku (Kamu Bukan Pembawa Sial)

Pelabuhan Terakhirku (Kamu Bukan Pembawa Sial)
Al Gi Na Ra


__ADS_3

Mimpi itu seperti berkesinambungan. Tidak hanya Gilang, Lana, Alisa dan juga Ira. Bahkan didalam mimpi itu Ira sangat jelas mendengar suara bass yang begitu mendayu adalah suara Gilang.


Ira belum percaya dengan penglihatan nya tentang Gilang, tapi setelah mendengar satu kalimat yang dituju kan untuk Mak nya Ia baru sadar bahwa pemuda yang ia panggil Papi itu adalah Gilang.


Ira menangis haru ternyata mimpi yang selama ini hadir pada mereka menjadi kenyataan.


Didalam mimpi itu Ira hanya mendengar suaranya saja karena pada saat itu ia sedang memangku Annisa yang tertidur.


Sungguh! ia begitu bahagia penantian panjang dengan seuntai doa telah dikabulkan. Ia berharap kelak mereka akan menjadi sebuah keluarga yang bahagia.


Tapi bagaimana dengan ibundanya?? Bahkan sampai pada saat ini Mak nya belum juga menerima Gilang sepenuhnya.


Hatinya masih belum belum tercairkan. Butuh waktu untuk menghancurkan batu yang sudah mengeras kuncinya sabar dan terus berusaha.


Luka yang sudah ditorehkan oleh masa lalunya begitu dalam hingga membuat Alisa mengunci rapat rapat hatinya.


Bukankah itu adalah prinsip Alisa?? Jika ia sudah mencintai maka akan sulit untuk melepaskan, tapi jika ia sudah terluka maka tertutup lah sudah pintu hatinya.


Ia tidak akan percaya lagi dengan namanya Le la Ki. Ia akan berfokus pada anak anaknya saja.


Mimpi mereka memiliki tujuan yang sama yaitu menyatukan mereka menjadi sebuah keluarga tapi karena kejadian masa lalu membuat mereka sulit untuk bersatu.


***


Gilang masih duduk dilantai dengan Annisa dipangkuannya. Bayi kecil itu tidak terpengaruh dengan sedu sedan orang disekitarnya, ia hanya ingin tidur dalam pelukan hangat seorang ayah dan didapatkan pada diri Gilang.


Alisa masih saja sesegukan, ia menangis tanpa melihat Gilang yang sedang duduk dihadapannya.


Alisa belum mengerti dengan semua ini. Apakah mimpi itu benar adanya atau hanya bunga tidur saja?? Jika dikatakan bunga tidur mengapa seperti nyata setelah pertemuan nya dengan pemuda itu dan jika dikatakan nyata sulit untuk dipercaya.


Semuanya terasa aneh! Sangat sulit dicerna oleh logikanya.

__ADS_1


Tapi Alisa tetaplah Alisa ia akan berpegang teguh pada prinsipnya. Perjalanan hidup dimasa lalu menjadi pelajaran berharga untuknya agar kedepannya lebih berhati-hati lagi dalam urusan hati.


Sudah cukup baginya selama ini rasa sakit itu. Dan sekarang waktunya untuk menata hati, dirinya juga akan menutup semua akses tentang yang namanya Le la Ki.


''Aku nggak perca-caya ka-kalau kamu ad-dalah pemuda i-itu.. itu hanya mimpi belaka bu-bunga tidur!'' ucapnya sesegukan.


Gilang yang mendengar racauan Alisa menjadi kesal. Bagaimana caranya untuk membuktikan bahwa dirinya lah yang ada dalam mimpi itu.


''Dengar kan Gilang Mbak.. semua yang terjadi ini bukan hanya kebetulan semata.. ini memang sudah goresan takdir! dan kita harus menerima nya! Apakah Mbak meragukan ke Esaan yang maha kuasa??'' tanyanya


Alisa menggeleng. ''Nggak ! ini semuanya hanya mimpi, mimpi hanya bunga tidur tidak akan menjadi nyata!'' ucapnya kekeh.


Gilang menarik nafasnya. Ternyata sangat sulit menaklukkan seorang Alisa. Ia saja yang dulunya terbelenggu dengan masa lalu bisa move on masa' Alisa tidak? Apakah segitu sakit hatinya hingga ia menutup semua akses untuk melihat mana yang mimpi dan mana yang nyata.


''Apakah sakit yang kamu rasakan dimasa lalu membuat dirimu mengunci hati dan matamu agar tidak melihat lelaki lain yang begitu tulus padamu Lis??'' tanya Gilang


Alisa yang mendengar nya tertegun. Sungguh Gilang ini seperti tau saja apa yang ada dihatinya.


''Mengapa Lis??'' tanya lagi.


''Jika memang rasa sakit itu ada.. maka obat penyembuhnya pun ada. Adakah penyakit tanpa obatnya Lis?? Bukankah didalam Al-Qur'an sudah disebutkan jika semua penyakit itu ada obatnya??''


''Hanya satu penyakit yang tidak ada obatnya yaitu penyakit tua Lis! Tapi mengapa Lis.. kamu begitu menutup hatimu?? Apakah sedikitpun tidak ada rasa untukku dihatimu??'' tanya nya bertubi-tubi.


Alisa diam, ia masih saja tertegun dari setiap pertanyaan Gilang. Ia hanya bingung, tak tau harus menjawab apa.


Ia sedang dilema antara hati dan pikiran yang tidak sejalan. Akankah dirinya bisa untuk menerima semua penjelasan Gilang.


Ia hanya takut.. takut akan kejadian masa lalu akan terulang lagi.


"Apakah kamu tidak memikirkan bagaimana kedepannya nanti anak anakmu untuk hidup, bukankah mereka butuh sosok seorang ayah yang bisa melindungi dan juga menuntun mereka??"

__ADS_1


"Kamu bisa egois menutup hatimu rapat rapat, tapi bagaimana dengan putra dan putri mu? Adakah kamu bertanya kepada Mereka? Apa yang diinginkan mereka? Kamu bilang kamu hidup untuk anak anakmu, tapi apa?? Bahkan untuk bertanya saja apa yang mereka inginkan tidak kamu lakukan! Kamu hanya berfokus pada hatimu saja! Jika kamu memang berfokus pada hatimu saja, mengapa kamu membawa mereka bersamu?? Kamu egois Lis..!" cecarnya.


Alisa tersentak dengan ucapan Gilang, ia tak menyangka bahwa Gilang mampu berbicara seperti itu padanya.


Sakit rasanya.. luka yang belum kering ditambah lagi dengan luka yang baru. Siapa dirinya tega menghakiminya? Ia hanya orang asing yang tiba tiba datang dalam kehidupannya.


Alisa memejamkan matanya sesaat sebelum ia menjawab ucapan Gilang.


"Benar! memang benar apa yang kamu katakan! aku egois! aku lebih mementingkan hatiku dibandingkan keinginan anak anakku! aku lemah! aku bisa apa? Jika semua ini memang ditujukan padaku?" imbuhnya dengan dingin kepada Gilang.


Gilang terdiam, ia melanjutkan lagi perkataan nya.


"Tau apa kamu tentang rasa sakit?? Sedang kamu sendiri saja belum menikah! status kamu masih seorang pelajar! Kamu nggak pernah tau Gi... seperti apa rasa sakit yang aku derita.! Belasan tahun Gi... belasan tahun aku hidup dalam penderitaan! Sedikit saja.. kamu mengerti tentang keadaanku.. mudah bagimu untuk mengatakan karena kamu belum merasakan apa yang aku rasakan!'' ucapnya geram


Gilang menyahuti ucapan Alisa. Apa dia pikir kalau selama ini ia tak pernah merasa kan yang namanya namanya sakit hati?? yang namanya patah hati?? Ia sudah merasakannya!


'' Kamu pikir, aku belum pernah merasakan yang namanya sakit hati Lis?? Aku sudah merasakannya saat aku masih duduk di bangku SD ! Kamu bilang aku juga tidak pernah merasakan yang namanya patah hati?? Aku sudah merasakannya saat aku berada di bangku SMP!! Dibagian mana yang tidak aku rasakan Lis.. bertahun tahun aku menanggungnya sendirian! Kamu pikir adakah orang yang ingin menyembuhkan lukaku?? Nggak ada Lis.. nggak ada!! Kita sama Lis.. kita sama sama pernah merasakan yang namanya patah hati, yang namanya sakit hati! Apa bedanya antara aku dan kamu Lis..?? Jawab! Tapi aku bisa sih Lis.. bertahun tahun aku menjalaninya sendiri, kamu tahu apa obatnya?? Obatnya ialah waktu! Hanya waktu yang bisa menyembuhkan!!''


Alisa terhenyak dengan perkataan Gilang sungguh dilubuk hatinya ia tidak bermaksud menyinggung, hanya ingin menunjukkan seperti apa rasanya sakit hati itu.. Dan ternyata Gilang pun merasakannya.


Alisa menangis.. Gilang pun sama air mata nya jatuh tanpa dipinta.


''Kamu tau Lis.. sakit yang aku rasakan begitu menyakitkan hingga rasanya nyamuk pun tak ingin merasakannya. Aku hidup tapi hanya raga! Raga tanpa nyawa! Ingin mati takut aku mendahului takdir aku berdosa jadinya.. Apa kamu pikir aku tak pernah merasakan yang namanya kecewa?? Aku merasakannya kok.. bahkan lebih dari yang kamu rasakan! Tapi aku tetap menjalaninya berharap suatu saat nanti aku pasti akan dipertemukan dengan seseorang yang menerima aku apa adanya. Aku sadar diri siapalah aku ini.. aku hanya seorang anak kecil yang bahkan belum selesai sekolah tapi dari pengalaman, aku belajar menjadi lebih dewasa dibandingkan dengan umur..''


''Aku sangart paham akan keadaan mu Lis.. maka dari itu aku selalu berusaha mendekati mu untuk menyembuhkan rasa sakit yang diakibatkan oleh masa lalu.. aku berusaha tapi tetap saja kamu menolak kehadiran ku! Apakah aku harus mati dulu baru kamu mau bersama ku Lis..??''


Deg!


Ada apa denganmu Gilang?!


💕

__ADS_1


Selow bang.. selow.. 😁😁


TBC


__ADS_2