
''Bahkan, kalian juga sudah tau siapa orangnya? Termasuk Gilang? Orang baru di dalam kehidupan mu? Lalu aku? Baru sekarang ini aku tau? Kenapa? Kenapa kau menyembunyikan nya dariku, Alisa?!'' Seru ayah Emil dengan suara rendah nya.
Namun terkesan dingin. Papi Gilang ingin menjawab, tapi ditahan oleh Mak Alisa. Ia memegang tangan Gilang dengan erat.
Tangan nya pun ikut bergetar. ''Aku melakukan ini demi Mak mu! Dan juga hubungan mu dengan Mak mu! Boleh ku tau, apa yang terjadi setelah kau tau tentang dirinya?'' tanya Alisa, ia semakin erat memegang tangan Gilang.
Gilang menoleh padanya, ia ingin berbicara tapi melihat wajah Alisa berubah ia memilih diam.
''Aha.. aku sudah menebak! Pastilah Mak mu akan membunuh mu bukan, karena kau lebih mementingkan kedua istrimu dibanding kan dengan dirinya??''
Ddddduuuaaarrrr..
Ayah Emil tersentak. Begitu juga dengan Gilang dan Azizah. Mereka bertiga bersamaan menoleh pada Alisa yang berubah menjadi datar dan dingin.
''A-apa?!?'' pekik ayah Emil.
Lana dan Ira pun ikut terkejut. Tapi mereka tidak ingin ikut campur berbicara. Mak Alisa tertawa.
Tawa yang begitu menyeramkan. Wajah datar dan dingin nya begitu kentara. ''Inilah yang aku lakukan dulunya. Aku sengaja menutupi kebohongan Mak mu demi dirimu! Kau pikir aku suka selalu kau tuduh dengan alasan aku ini pembawa sial?! Dimana letak pembawa sial itu ketika aku hidup dengan mu?! Bisakah kau jelaskan bang Milham?!''
''Hah! Sebenarnya aku tidak ingin membuka luka lama ini lagi! Aku sudah bahagia dengan kehidupan ku! Kamu Papi! Kenapa suka sekali menggali masa lalu yang sudah ku kubur dalam-dalam, hem?! Belum cukupkah pengorbanan ku untuk mu selama ini?! Kurang apa coba aku Dimata kamu?! Lima tahun aku menunggu mu dalam tidak kepastian! Sekarang apa?! Dikala hati ini sudah menutup masa lalu, malah kamu membukanya lagi!'' seru Alisa dengan suara rendahnya.
Ia menahan sesak di dada. Buliran bening itu mengalir di pipinya. Gilang terkejut. Ia ingin menyeka air mata yang mengalir di pipinya, tapi di tepis oleh Alisa dengan kuat.
Plaakk.
Suara tepisan tangan itu seperti suara tamparan. Gilang bertambah terkejut dengan kelakuan sang istri.
Ada apa?? Apakah aku salah telah mencari tau dan membuka masa lalunya di depan bang Emil?
Gilang menatap sendu pada Alisa. Ingin berbicara tapi kalah cepat dengan Alisa yang mulai berbicara lagi.
__ADS_1
Ia mengusap kasar air mata yang mengalir di pipinya.
''Dan kau bang Emil! Bukankah dulu aku sudah katakan! Jangan lagi ingat masa lalu! Kita sekarang di masa depan! Kenapa sih? kalian Suka sekali kembali lagi ke masa lalu?! Apa yang kalian cari disana? Cinta tidak ada disana! Apalagi kasih sayang! Yang tersisa hanya kebencian! Apakah kebencian itu yang kalian coba bangkitkan lagi agar aku membenci kalian semua?!''
Deg!
Ketiga jantung itu berguruh hebat. ''Sayang...'' panggil Gilang dengan memegang tangan Alisa.
Tapi Alisa tepis. ''Jangan sentuh aku, Gilang!''
Deg!
Jantung Gilang seperti di tusuk dengan ribuan jarum. Sakit sekali. Bukan karena ucapannya. Tapi ia sadar, jika ia sudah melakukan kesalahan dengan mengungkit masa lalu Alisa.
''Sayang..''
''Cukup sudah kalian membuka masa lalu yang sengaja aku kubur hingga ke dasar bumi! Aku berusaha ikhlas dengan semua yang sudah terjadi. Tapi apa? kalian bertiga membukanya lagi disini! Kita tidak hidup dimasa lalu, tapi hidup dimasa depan. Aku dengan kehidupan ku! Dan kamu dengan kehidupan mu bang Emil.''
Ddddduuuaaarrrr...
''Alisa...''
''Mbak...'' panggil Emil dan Azizah bersamaan.
Alisa menatap dua orang itu dengan tatapan sendu. ''Hiks, inilah yang aku tidak inginkan! Makanya dulu ku bilang, jangan ada yang mengungkit masa lalu ku! Cukup aku, dan ketiga anakku yang tau! Dan sekarang? Semua ini terbuka! Aku sengaja menutupi nya darimu, agar kau selalu berbuat baik pada Mak mu! Aku tak bisa merubah kelakuan nya. Paling tidak aku menghormati nya saja selama hidup denganmu, itu sudah cukup untuknya! Aku tau seperti apa Mak mu bang Emil!''
''Dia hanya sedang terluka. Dia cemburu karena kau lebih mementingkan istrimu dibandingkan dengan dirinya. Ada persepsi salah pada dirinya. Ia berpikir, jika aku sudah menikah dengan mu, maka kau akan melupakan nya! Kau tau? Kenapa dia melakukan penipuan itu? Kenapa? Dan apa sebabnya?'' tanya Alisa dengan datar, namun air mata mengalir deras di pipi mulusnya.
Ayah Emil tergugu. ''Lis.. aku...''
''Sudahlah bang Emil. Kita sudahi cukup sampai disini. Pulanglah! Aku tak ingin memperpanjang masalah masa lalu kita lagi. Masa lalu tetap akan menjadi masa lalu. Tidak akan berubah menjadi masa depan! Pulanglah, Mak Rima pasti sedang menunggu mu saat ini! Minta maaf padanya, jangan padaku. Pulanglah! Cukupkan sampai disini! Aku mau kembali ke toko! Aku pamit!'' ucap Alisa dengan segera berlalu dan meninggalkan mereka semua yang tercenung karena kepergian nya.
__ADS_1
Gilang mentap sendu pada Alisa. ''Maaf sayang...'' lirih Gilang dengan menunduk.
Sementara Emil bukannya bisa merasa tenang, malah lebih merasa bersalah lagi pada mantan istri nya itu.
''Nak...''
''Sudahlah Yah.. semua yang Mak katakan itu benar adanya. Bukankah ayah sudah meminta maaf pada kami dua tahun yang lalu? Jadi buat apa lagi? Lihatlah sekarang? Karena kelakuan kalian yang sengaja membongkar masa lalu, membuat Mak marah seperti itu. Mak itu sudah terluka begitu dalam Yah, Papi! Sangat sulit baginya untuk bisa bangkit lagi. Itu pun ia lakukan demi kami bertiga. Dan beruntung nya. kami, ada Papi Gilang pada waktu itu yang bisa mengobati luka hatinya.''
''Dua belas tahun Yah.. dua belas tahun Papi.. tidakkah kalian bisa memahami sedikit saja tentang hatinya? Sedikit... saja kalian mengerti keadaan nya. Sudah cukup Mak menderita. Tidak dengan ayah, dengan Papi juga. Bahkan kepergian Papi dulu meninggalkan Mak, saat Papi sudah menikahi Tante Vita, itu membuat Mak sempat terpuruk.''
''Setiap malam selalu menangis di sujud malamnya. Menangis terbayang kesalahan karena Mak hadir dalam kehidupan kalian. Hingga membuat kehidupan kalian itu terluka karena nya. Bahkan Mak beranggapan jika Mak memang lah benar seperti yang Ayah katakan. Mak adalah PEMBAWA SIAL bagi kehidupan orang lain..''
Ddddduuuaaarrrr..
''Astaghfirullah... ya Allah.. maafkan aku sayang... maaf...'' lirih Papi Gilang dengan bahu berguncang.
Lana mendekatinya dan memeluknya. ''Tidak semua yang sudah tertutup rapat dan di kubur itu bisa di buka kembali Papi. Kadang ada seseorang bisa menerima masa lalu itu dengan lapang hati, dengan catatan! Jangan pernah mengungkit nya lagi. Begitupun sebaliknya. Ada seseorang, ia tidak bisa menerima masa lalu, namun ia sangat suka mengungkit masa lalu itu kembali.''
''Mak Abang, seseorang yang tidak mau di ungkit lagi masa lalunya Papi... cukup dirinya saja yang tau. Jangan membuka kebenaran yang selama ini di tutup rapat olehnya. Abang dulu pernah berniat ingin membuka kejahatan nenek Rima, namun karena Mak mengatakan jangan. Maka Abang patuhi. Saat itu pun Abang tidak tau ada alasan apa. Yang jelas, jika Mak sudah bilang jangan, pastilah ia punya alasan sendiri dan hanya dia yang tau.''
''Sekarang ini semua itu sudah terbuka. Jadi Abang mohon pada kalian berdua.. berdamailah dengan masa lalu. Jika kalian berdua mengungkit nya lagi, maka Mak akan pergi dari kita selamanya!''
''Wanita itu banyak macam tipenya. Salah satunya setia. Jika ia sudah memilih setia dengan pasangan nya, maka jangan lukai hatinya. Tapi Jika ia sudah terluka dan memilih pergi, maka ia tidak akan pernah kembali lagi! Itu yang sekarang pada Mak Alisa. Mak kami bertiga. Mantan istri ayah. Dan istri Papi!''
''Allahu Akbar...''
💕💕💕💕💕
Noh.. ungkit lagi? Mak Alisa marah kan?
Like dan komen ye?
__ADS_1
Kembangnya disiram, biar othor tambah semangat! hihihi..