Pelabuhan Terakhirku (Kamu Bukan Pembawa Sial)

Pelabuhan Terakhirku (Kamu Bukan Pembawa Sial)
Aku Rindu kamu, sayang!


__ADS_3

Alisa menatap nanar pada figura besar yang ada di depan matanya. ''Bahkan semua yang kita lakukan berdua.. kau buat jadi sebuah kenangan...'' lirihnya dengan buliran bening yang sudah mengalir deras di pipi tirus nya.


Alisa terisak. ''Kamu dimana?? hiks..''


''Aku Rindu kamu, sayang.. jangan pergi dan tinggalkan aku.. aku sepi tanpa mu.. aku harus apa?? Kenapa kita harus di pertemukan kalau akhirnya kita dipisahkan?? Aku nggak sanggup GI.. aku nggak sanggup.. hiks.. jangan pergi Gilang.. aku sayang kamu.. aku sangat mencintaimu... maaf.. aku terlambat menyadari semua ini.. aku mohon.. jangan pergi Gilang... jangan pergi...'' ujarnya dengan terus terisak.


Seseorang dibelakang nya menangis mendengar curhatan hati pujaannya. Ia mengusap kasar air mata yang mengalir deras di pipi mulusnya.


''Jangan pergi.. dada ku sesak bila mengingat mu.. Aku hampa Gi.. hidup ku kosong tanpa mu.. jangan tinggalkan aku sama seperti mereka.. jangan tinggalkan aku Gilang... jangan pergi.. haaaaa... aaaaa... Gi-Gilang.... haaaaa... aku nggak sanggup tanpa mu GI...'' lirih Alisa dengan dada yang begitu sesak.


Tubuhnya luruh kelantai saat mata nya memandangi semua isi kamar sesuai dengan keinginan nya dulu.


''Sayang??''


''Hem,''


''Kalau nanti kita punya rumah baru, kamu mau rumah kita itu seperti apa??''


''Rumah kita??''


''Ya, rumah kita! Rumah ku yang akan menjadi rumah mu!''


''Harus ya??''


''Harus!''


''Hem, kalau nanti kita punya rumah baru, aku ingin kamar kita yang paling luas diantara kamar yang lain. Memiliki satu balkon diatasnya. Kamar kita berada dilantai dua. Dan itu harus kamar utama!''


''Hem, terus??''


''Untuk dekorasi kamar nya, aku mau warna cat dinding nya itu berwarna putih tulang. Dengan tirai jendela berwarna biru laut tapi nggak biru banget ya? Hem, gimana ya? Yang kayak hijau lumut gitu, tapi ini biru ya. Biru muda kali ya??''


Ia terkekeh. ''Lagi??''


''Terus, kalau lemari kita itu memilki lima pintu! Ranjang nya yang paling besaaarrr.... dan kasurnya yang paling empuk! Dan satu lagi!''


''Apa??''


''Aku mau diatas ranjang kita ada sebuah figura besar disana. Foto kita berdua. Foto saling tatap dengan tatapan yang begitu Romantis!''


''Itu aja??''


''Ada lagi!''


Ia terkekeh lagi. ''Katakan!''


''Di depan rumah kita nanti, kamu harus buat sebuah taman bunga untukku! Dengan tanaman bunga berbagai macam bunga! Tapi bunga yang paling aku sukai ialah.. Mawar merah.''


''Tentu. Seperti yang kau inginkan sayang! Bersabarlah! Semua itu akan aku wujudkan untuk mu! Maka dari itu, jangan pernah lupakan aku! Selalu ingat aku dalam hati dan pikiran mu! Kunci hatimu, agar kau tidak berpindah ke lain hati. Hanya aku yang bisa membuka kunci itu. Kamu paham sayang??''


''Tentu, Pi! aku juga sangat menyayangi mu! jauh sebelum kita dipertemukan! Semoga kita dipersatukan nantinya ya??''

__ADS_1


''Amiinn.. semoga sayang! karena itu juga yang aku harapkan.''


''Gilang... aku rindu kamu, sayang... kamu dimana...''


''Aku disini sayang!''


Deg.


Deg.


''Gilang!'' Alisa terkejut mendengar suara Gilang.


Gilang yang sadar dirinya keceplosan mendadak gugup. Ia berlari ke kamar sebelah dengan langkah pelan.


Tadi saat Andi membawa Annisa padanya, Andi bilang jika Alisa sedang menuju ke kamar atas.


Gilang berlari setelah mendengar ucapan Andi. Dan sebelum nya, ia terlebih dulu melepas rasa rindunya dengan Annisa.


Putri kecilnya sampai menangis melihat Gilang. Melihat itu Gilang tertawa. Setelah Annisa tenang, dan bayi itu bisa melepaskan pelukannya, Gilang berlalu meninggalkan Annisa yang sedang bersama Andi dan Pak Kosim.


Tiba disana, ia melihat Alisa sedang menangis sesegukan karena sangat merindukan dirinya.


Gilang tersenyum, tapi buliran bening terus menerus mengalir. Ya, Gilang menangis. Biarlah ia dikatakan cengeng, tapi itulah hati nya yang sebenarnya.


Alisa yang sadar jika itu suara Gilang, bangkit dan berdiri. Ia mencari sosok Gilang di semua tempat.


''Papi.....'' panggilnya.


''Kamu dimana?? hiks.. jangan pergi... hiks..''


''Aku nggak sanggup tanpa mu, Pi....'' lirihnya dengan bersandar di pintu sebelah kamar utama.


Seseorang dibalik pintu mengusap pintu itu dengan sayang. Ia meneteskan air matanya ketika mendengar suara pujaan hatinya yang begitu menyayat hati.


''Pi... jangan pergi... aku sendiri... kenapa kamu tega ninggalin aku, disaat aku sudah mulai mencintai mu??''


Gilang menangis lagi. ''Aku bahkan lebih mencintai mu, sayang!''


''Pulang, Pi... aku rindu...''


''Aku juga sangat merindukan mu sayang... tapi aku tidak bisa bertemu dengan mu...'' bisiknya pada pintu yang tertutup itu.


Seperti merasakan sesuatu, Alisa memiringkan kepala nya pada daun pintu kamar itu.


Ia menangis sesegukan disana. Entah mengapa, ia merasa jika Gilang ada di dekatnya.


''Apakah kamu disini Gi?? Mengapa perasaan ku mengatakan, jika kamu ada disini bersama ku??''


''Karena memang aku ada bersama mu! Tapi aku tidak bisa menyentuh mu sayang..'' sahutnya dari sebalik pintu.


Karena Gilang memiliki janji yang harus ia laksanakan, walau pun Papa Angga tidak mengetahui pertemuan mereka, itu sama saja dengan Gilang ingkar janji.

__ADS_1


Maka dari itu, ia lebih baik bersembunyi daripada harus melihat Alisa jauh darinya nanti.


''Pi... pulang ya?? Rumah kita udah jadi kamu buat. Kamu tau, apa yang Andi katakan padaku??''


''Apa??'' seolah tau apa yang ingin pujaannya itu katakan ia menyahuti nya.


''Andi bilang, jika kamu adalah Aladin ku!'' ucapnya setelah itu ia terkekeh.


Begitu juga dengan Gilang. Ia tersenyum dan terkekeh. ''Iyakah??''


''He'em, katanya kamu memang Aladin ku! yang bisa mengabulkan semua permintaan ku!''


Gilang tergelak. ''Lalu??''


''Ishh.. jangan tertawa napa?!'' ucapnya dengan memanyunkan bibirnya.


''Jangan manyun kayak gitu... nanti aku cium loh...''


''Ishhh... kamu kok suka amat sih ingin cium aku?! Emang nya aku ini bayi apa?! dan juga emang nya aku manis kayak gula??'' ucapnya jutek.


Gilang terkekeh. ''Karena kamu madu bukanlah gula.. maka dari itu kamu selalu menjadi candu buatku! ya... walaupun aku belum merasakan nya sih.'' imbuhnya, membuat Alisa melototkan matanya.


Lagi, Gilang tertawa. ''Awas nanti beneran aku cium loh...'' godanya lagi.


Seakan apa yang ia alami itu adalah benar, bukan sekedar halusinasi, Alisa merasakan hangat di pipinya.


''Ihh... udah ah! aku ngambek nih!'' ucapnya lagi.


Membuat Gilang semakin tertawa dibalik pintu. Alisa bisa mendengar suara Gilang, tapi ia pikir itu hanya halusinasinya saja.


''Pi... kamu beneran ya mau pergi ninggalin aku??'' tanya nya dengan raut wajah sendu.


Gilang yang tadinya masih tertawa, kini terdiam. Ia menghela nafasnya. ''Ya, aku akan pergi. Pergi untuk memantaskan diriku, bukan untuk meninggalkan mu sayang. Mana mungkin aku pergi tidak membawa mu serta bersama ku? Kamu hidupku sayang, kamu nyawaku, kamulah nafas ku. Tanpa mu aku akan mati!''


''Papi!!! jangan bicara seperti itu! aku nggak suka!'' seru Alisa dengan sedikit meninggikan suaranya.


Gilang terkejut, namun hanya sebentar karena setelah itu ia mendengar Isak tangis Alisa dari sebalik pintu.


''Dengar sayang! kamu jangan berfikir macam-macam tentang ku! Sampai kapanpun! kamu tetaplah yang paling aku cintai, kamu hidupku sayang! jika suatu saat terjadi sesuatu dengan ku, maka itu adalah takdir yang harus kita jalani. Ingat sayang! Apapun yang akan terjadi ke depannya, ingat lah hari ini. Bahwa kita akan selalu bersama. Walau jarak memisahkan kita, aku tak kan pernah melupakan mu. Walaupun nanti ada sesuatu yang tidak bisa aku elak, itulah takdir kita berdua. Karena Allah tau yang terbaik untuk kita. Aku menyayangimu istriku! Sangat, sangat menyayangimu istriku sampai kapanpun!''


Deg.


''Istri???''


💕


Hehehe.. maapkheun semalam othor nggak update! othor sibuk di dunia nyata. Othor kan lagi harap novelnya empat nih, jadi jika salah satu dari novel othor nggak sempat update harap maklum ya? 😁😁


Tapi jangan takut, othor bakalan ganti kok.


Ikutin terus kelanjutannya!

__ADS_1


Scroll ke bawah 👇


__ADS_2