
Satu malam diperjalanan, tak membuat Gilang dan Pak Kosim kelelahan. Karena ada saja gelak tawa di dalam mobil itu.
Karena Andi tidak di mobil itu, Gilang sengaja menyambung ucapan mereka dengan menghubungi Andi melalui ponsel.
Sepanjang jalan mereka selalu saja tertawa. Apalagi Andi yang notabene nya Menag humoris jika sedang berkumpul bersama Gilang.
Seperti biasa, jika lelah Gilang akan memilih berhenti di rest area ataupun di sebuah mesjid untuk mengistirahatkan tubuh mereka.
Gilang membuat target, jika mereka harus sampai diedan ketika pagi hari. Karena siang harinya, Gilang akan segera kbali ke kantor.
Begitu Papa Yoga saat Gilang menghubungi kedua orang taunya kemarin sore. Dan tepat seperti ucapan Gilang, jika saat ini mereka sudah masuk di daerah Berastagi.
Mama Alina begitu takjub dengan pemandangan alam sekitar Berastagi. ''Masyaallah.. indahnya..'' gumam Mama Alina.
Beliau begitu takjub melihat pemandangan yang begitu memanjakan matanya. Bibirnya terus saja menyunggingkan senyum manis.
Tante Irma terkekeh melihat Mama Alina. ''Gimana Mbak? Suka Tidka jika ke kota Medan?''
''Sangat suka! Mbak beruntung bisa memiliki calon menantu dari kota Medan. Seumur-umur hanya mendengarnya saja dari orang-orang. Jika kota Medan itu hampir mirip Jakarta. Katanya. Dan benar sekali setalbmabk tiba disini, betul seperti yang mereka katakan. Persis seperti kota Jakarta. Ramai sekali ummat nya! Masyaallah.. apa itu orang tidak tidur ya?'' ucap Mama Alina pada Tante Irma.
Semua yang ada di mobil itu tertawa mendengar ucapan Mama Alina. ''Ini baru di Berastagi, Ma. Sebentar lagi. Satu jam lagi kita tiba di kota besar nya. Disini sih sama kayak di Aceh. Jika malam hari sunyi. Hanya mobil-mobil tertentu saja yang lewat. salah satunya ya.. seperti kita ini.''
__ADS_1
''Kamu betul Nak.. ini masih di Berastagi. Tapi Jika sudah sampai di kota nya, baru tau nanti seperti apa ramai nya orang disana. Tunggu saja.'' imbuh Om Karim.
Ia berkata demikian karena baru saja pulang dari Medan untuk mengikuti seminar dan bertujuan dengan Alisa di hotel tempat para pengusaha melakukan seminar satu Minggu yang lalu.
Mobil yang dikendarai oleh Gilang, masih saja berputar dan berkelok mengikuti jalan berkelok bukit Berastagi.
Dengan hawa yang cukup dingin saat ini, membuat para penumpang merasakan kedinginan.
''Brrr.. dingin sekali ya disini?'' ucap Mama Alina.
''Ya, memang dingin disini. Tapi jika dikota hanya ketika subuh dan hujan saja baru merasakan dingin. Maka nya setiap rumah mereka sengaja memakai AC untuk pendingin ruangan yang terasa panas.'' Sahut Gilang.
''Ya, betul itu.'' timpal Om Karim.
Tapi mata tidak bisa terpejam. Hingga satu setengah jam lamanya mereka dijalan, mulai dari Berastagi hingga ke komplek perumahan Griya M.
Kini mereka telah tiba di rumah keluarga besar Bhaskara. Semua orang yang berada di dalam mobil itu tercenung sesaat.
Terlihat rumah bergaya minimalis tapi modern namun mewah jika terlihat dari luar. Dengan pagar besi menjulang tinggi ke atas.
Begitu juga rumah-rumah di sebelah nya. Begitu megah dan kaya. Setiap yang melewati rumah itu pasti terkesima.
__ADS_1
Begitu juga dengan kelurga Alisa. Mereka tercengang melihat rumah besar yang begitu megah berdiri menjulang tinggi di hadapan mereka saat ini.
Mobil Gilang berhenti saat tiba di depan pintu pagar rumah nya. Dua kali klakson ia bunyikan.
Dengan segera satpam berjaga membuka pintu besi berwarna hitam yang menjulang tinggi itu.
(Sesuai kan dengan imajinasi kalian ya? Sulit nyari yang sama persis seperti yang ada di pikiran othor. 😄😄)
Dua orang orang paruh baya sudah berdiri tegak di depan pintu rumah mereka. Dengan senyum manis tersungging di bibir mereka.
''Selamat datang besanku, di keluarga besar Bhaskara!"
Sambut Mama Dewi saat melihat besannya itu turun dari mobil Gilang.
💕💕💕💕💕
Satu aja ye!
Othor baru pulang undangan, jadi harap maklum!
__ADS_1
Dukungan untuk othor jangan lupa! Mode maksa! 😒😒
✌️😁😁😁