Bersahabat Dengan Cinta Terlarang

Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
Bertemu Kinanti dan Anak-anak


__ADS_3

2 jam perjalanan sudah dilewati, kini mereka telah sampai masuk kedalam Taman Safari menikmati macam-macam hewan yang ada disana.


"Papa itu..," Naka, Anak Fajar menunjuk salah satu hewan yang ia lihat.


"Itu jerapah Ka, yang suka Naka warnai di buku gambar," Fajar membimbing anaknya.


Nadifa terenyuh dengan pembicaraan mereka, ia sedih melihat Naka masih sekecil ini sudah kehilangan kasih sayang ibu nya, ia pun teringat bagaimana rasanya kehilangan kedua orang tua sejak kecil, ya Nadifa adalah Anak Yatim Piatu dimana orang tua mereka meninggal dalam kecelakaan.


"Mau ini sayang ?" Nadifa memberikan cokelat kepada Naka.


"Terima Kasih tante," Fajar mengajari Naka.


"Teyima Acih ante," jawab Naka yang masih belum jelas dalam berbicara, kira-kira umurnya baru 3 tahun.


"Sama-sama sayang,"


Mereka kembali menikmati pemandangan hewan-hewan liar yang dibiarkan lepas berjalan kemana saja, semua karyawan antusias memperlihatkan wajah-wajah bahagia.


Sesampainya mereka didalam Taman Safari yang sudah jauh dari pemukiman hewan liar yang bebas kesana kemari.


"Perhatian semua! seluruh karyawan dan keluarga boleh dengan leluasa berkeliling di sini, tetapi ingat untuk selalu menjaga Anak- anaknya, barang-barang bawaan dan untuk berkumpul lagi disini jam 12 untuk makan siang bersama,"


Suara peringatan itu ucapkan oleh Ibu Kana selaku Ketua Panitia Fam Gath.

__ADS_1


Dirasa pengumumam sudah berhenti, mereka para karyawan dan keluarga mulai berjalan-jalan sesuka hati mereka.


Ada yang ke tempat sirkus, ke tempat rekreasi dan wahana bermain Anak.


"Memang acara ini bagus untuk Anak-Anak ya," ucap Galih terus berjalan berdampingan bersama Nadifa, saling bergandengan yang lebih manis adalah Galih mau membawakan Tas Nadifa dilengannya.


"Ya enggak apa-apa Mas, kan sebentar lagi kamu juga akan menjadi calon ayah," Nadifa senyum sambil mencubit pipi Galih.


Sontak ia merasa terpukul dengan ucapan itu.


"Maksudnya ?"


"Ya..calon Ayah dari Anak-anak kita nanti," Nadifa memperjelas maksud dari kalimatnya barusan.


"Ohhh," Galih mengeluarkan nafas panjang dengan lega.


Terlihat Fajar dan Naka sedang berhenti melihati burung-burung yang sedang ada didalam sangkar, Galih pun mendekati mereka.


Nadifa terus memotret-motret pemandangan di tempat Wisata ini


Di tengok nya ke arah kiri sebrang jalan, ada Kinanti,Aisyah dan Letta tanpa Malik disana, Nadifa seperti ingin sekali menghampiri mereka dengan langkah ragu-ragu akhirnya ia pun memberanikan diri.


"Assalammualaikum," sapa Nadifa kepada Kinanti dan kedua putrinya.

__ADS_1


"Waalaikumsallam," Kinanti memberikan respon yang cukup baik dan hangat.


"Perkenalkan saya Nadifa, bawahan Pak Malik," dia memberi uluran tangan


"Sepertinya Ayah pernah cerita jika ada karyawan baru di ruangannya," menerima uluran tangan itu dan berjabat tangan.


"Ini pasti Aisyah dan ini pasti Letta," Nadifa mengelus-elus tubuh mereka dengan rasa sayang.


"Ayo salim sama tante," Kinanti menyuruh putri-putrinya.


"Pak Malik nya kemana Bu ?"


"Tadi Anak-anak mau ice cream, makanya ia mencari untuk membelinya, sudah 15 menit tidak kunjung datang,"


"Oh begitu, nah Tante ada cokelat nih kebetulan ada dua buah, masing-masing buat Aisyah dan Letta sambil nunggu ice cream datang makan saja dulu cokelat ini,"


Nadifa mengeluarkan dua buah Silverqueen dari kantong celananya.


"Horee asyik dapat cokelat," Aisyah letta teriak gembira.


"Terima kasih ya Mba, maaf merepotkan," ucap Kinanti.


"Sama-sama bu, ya sudah selamat bertamasya ya, saya kembali dulu,"

__ADS_1


Nadifa pun mengelus-elus pipi Aisyah dan Letta dan mencium pipi mereka.


Kinanti hanya senyum melihati itu tanpa curiga sama sekali.


__ADS_2