
Galih menyandarkan tubuh istrinya di tempat tidur mereka yang besar itu, Ia begitu perhatian kepada Nadifa, menggantikan baju tidur ditubuh Nadifa.
"Seluruh tubuhku terasa remuk mas," Nadifa merintih.
"Sabar sayang, maafkan aku karena mengajakmu ikut jadi mengalami kejadian seperti ini," Galih mengusap-usap luka yang masih ditutup perban itu.
"Yang, tolong ambilkan HP ku didalam tas yah," Nadifa menoleh ke arah tas nya yang sudah diletakan oleb Galih di sofa.
"Sudah, jangan main HP dlu. kepalamu itu masih sakit," Galih membaringkan Nadifa dibantal dan menarik selimuti untuk menyelimuti Nadifa. Ia mencium kening dan berkahir di bibir Nadifa.
"Tidur ya sayang," ucap Galih menunggu Nadifa memejamkan mata nya.
Dalam keadaan seperti ini, Nadifa masih saja memikirkan Malik. ia takut Malik akan marah atau khawatirkan dirinya, karena ia belum mengirimi pesan. Tapi untuk melawan keadaan ini, tubuhnya tidak sanggup karena masih merasakan sakit dan lemas. Maka ia pun tertidur dengan pulas, mungkin karena reaksi obat.
Lalu Galih pun pindah ke posisi samping Nadifa, untuk tidur bersamanya. memeluk istrinya dengan amat cinta dan sayang.
Detakan waktu terus berjalan menunjukan waktu semakin malam. Malik terus berdiri didekat jendela kamar menatap keluar, mereka memang sama-sama sedang menikmati malam dengan bermiliyaran bintang ditempat dan cara yang berbeda. Ia terus memegangi HP nya menunggui balasan pesan dari Nadifa, yang sudah 3 jam tidak membalas pesannya.
Sesekali wajahnya menoleh ke arah Kinanti yang sekarang sedang nyenyak tidur yang hanya menggunakan selimut sampai menutupi setengah wajahnya karena saat ini ia sedang tidak menggenakan sehelai pakaian pun, ia sangat lelah karena habis melalukan olahraga cinta bersama Malik 1 jam yang lalu.
Malik terus menatapi langit dengan perasaan gelisah dan khawatir. Apa yang sudah terjadi, tidak biasanya sang pujaan hati seperti ini.
__ADS_1
"Apa dia ingin menjauhi ku yah ?" Fikir Malik dalam-dalam.
Malik tetap tidak enak dengan hati nya, Ia terus menatapi foto mereka yang sedang berdua di tenda es teller tempolalu.
"ahhhh....aku rindu kamu !" Malik terus resah..tidak beranjak tidur menemani Kinanti, Hati dan Fikiranya tetap terpaku kepada Nadifa, dimana saat ini Nadifa sudah tidur didalam dekapan suaminya yaitu Galih.
---Rumah Nadifa & Galih----
Nadifa sudah duduk dimeja makan dengan wajah yang masih pucat, ia menikmati sarapan bubur yang sudah dibeli Galih, memakannya dengan sangat lambat membuat Galih ingin menyuapinya.
"Sini, aku suapi ," Galih menghentikan sarapannya dan mengambil sendok yang ada ditangan Nadifa. Nadifa pun sepertis setuju, hanya mengangguk dan diam.
Ia terus memikirkan Malik disana tanpa memikirkan dirinya yang kini masih sakit tak ada daya.
" Masih sakit ?" tanya Galih sambil menyuapi Nadifa.
"Sudah tidak sayang, aku kayanya hari ini tidak masak ya ? engga apa apa kan ?
"Engga apa apa, nanti kita GoFood saja," Galih menaungi istrinya itu.
Sarapan Nadifa pun habis, lalu ia meminumkan obatnya dan bangkit kembali menuju kamar.
__ADS_1
" Aku mau lanjut tidur lagi ya,"
"Iya sayang," Galih kembali menghabiskan sarapannya yang tertunda tadi.
dengan langkah cepat menaiki tangga menuju kamarnya, ia mengambil HP yang ada didalam tas.
"Wah sudah lowbat nih," Nadifa mengambil casannya yang masih ada didalam kantong tas nya. Beberapa lama ditunggu mengecas, Hp tetap tidak bersambung dengan Daya.
"Ihhh...kenapa ini, HP nya kok engga bisa di cas," Nadifa kesal.
"Ah....kenapa sih lagi kaya gini charger nya pakai rusak segala....!" Lalu ia mempunyai ide untuk mengambil charge kepunyaan Galih.
"Oh iyaa chargernya berbeda....ahh sial..,!" Nadifa semakin kesal.
Ia terus menatapi HP nya yang mati total dengan Charger rusak itu.
"Malik...!" Panggil Nadifa dalam hatinya.
Perjanjian manis mereka yang sudah disepakati sore kemarin, untuk saling berkabar dalam Week End kandas sudah..
Disana Malik cemas memikirkan Nadifa yang sama sekali tidak mengetahui kabar Nadifa seperti apa sebalinya pun itu yang dirasakan oleb Nadifa untuk Malik.
__ADS_1