
Hayyy Nadifa dan Galih balik lagi nih❤️🖤 mereka nggak kalah asik sama Bilmar dan Alika di "Mantanku Predirku Suamiku" loohh..hehehehe
Selamat Lebaran yaa guyss, mohon maaf lahir batin.
yuk ah mari kita baca
🤗🤗
***
Nadifa masih melihati Galih yang asik memindah-mindah acara televisi dari remote ditangannya, terlihat juga Gifali sudah terlelap di bounchernya. Selesai makan malam, kebiasaan mereka adalah menonton acara televisi sebelum akhirnya menuju kamar untuk tidur.
"Pah?"
"Iya sayang.." Galih tetap fokus ke arah TV.
"Mamah masih teringat kata Dokter tadi siang, Pah." ucapnya dengan rasa peluh dan cemas.
Sejak pulang dari Rumah Sakit, Galih memang terlihat banyak diam setelah mengetahui penjelasan hasil laboratorium istrinya oleh Dokter Kandungan, tetapi ia harus bisa mengendalikan perasaanya untuk tetap membuat Nadifa merasa nyaman, tenang dan tidak stress.
"Mamah, jadi teringat sama Mba Gita, Pah. Beliau kan sempat mengalami seperti ini sebelum beberapa saat melahirkan." wajah Nadifa sendu, lalu ia menoleh ke arah bayi gendut yang sedang tertidur. "Bagaimana kalau kejadian menimpanya juga menimpa--"
"Ayo tidur sayang, kamu sudah lelah dari pagi." selak Galih dengan cepat memutus ucapan sang istri yang tengah dilanda kegalauan. Ia tidak mau Nadifa terus berspekulasi dengan kejadian yang belum tentu terjadi.
Galih meraih tubuh Gifali untuk digendongnya dan menggandeng tangan istrinya untuk naik ke kamar.
"Masih ada dua bulan, untuk jaga-jaga. Papa akan selalu memantau Mamah." tukasnya menenangkan Nadifa saat mereka menaiki anak tangga.
Nadifa mencium pipi suaminya. "Makasi ya Pah, terus jagain aku sama anak-anak."
__ADS_1
***
Tuk
Suara dudukan sebuah gelas berisi kopi mendarat dimeja samping layar komputer milik Fajar dirumah.
Lelaki ini lebih memilih untuk mengerjakan lemburan dirumah saja, karena dari cerita Alea tadi sore tubuh Naka agak demam.
"Naka sudah tidur?" tanya Fajar sambil menatap layar komputernya, pertanyaan yang membuat Alea untuk memutuskan duduk disamping suaminya.
"Apakah sudah diberi obat?" tanya nya lagi.
"Sudah makan, minum obat dan sekarang sudah nyenyak."
"Oh ya, baik lah." balasnya tanpa menoleh ke wajah sang istri. Lalu diantara mereka tercuat keheningan yang panjang. Fajar terus fokus dengan aktivitasnya saat ini, ia mempunyai deadline jika malam ini laporan yang sedang dikerjakan harus selesai semua.
"Kamu...nggak ada tanya soal keadaan aku Mas?" tanya Alea lirih sambil memegang dagu Fajar untuk menoleh ke arah nya. "..Hmm?" Fajar menaikan satu alisnya seraya bertanya ada apa dengan Alea.
"Oh iya lupa, bagaimana hasil kontrolnya hari ini?"
"Sangat menarik Mas." Alea tertawa kecil.
Kerutan di dahinya menghiasi wajah tampan Fajar yang membuat Alea begitu tergila-gila.
"Menarik?" Fajar mengulangi kalimat barusan.
"Sangat menarik! karena hari ini aku bertemu dengan Mba Nadifa di Rumah Sakit."
"Hah?" ujar Fajar dengan refleks.
__ADS_1
Alea sengaja melakukan semua ini karena ia ingin tahu, masihkah ada nama Nadifa dihati Fajar. Setelah melihat wajah Fajar yang berubah menjadi sumringah dengan mata berbinar-binar setelah nama wanita itu diucap. Membuat Alea membetulkan kecurigaannya kalau Nadifa masih bersarang dihati suaminya.
"Bagaimana keadaannya sekarang?"
Jag.
Bagai jantung yang sengaja tertusuk pedang, membuat Alea meradang histeris. Ia terus menatapi wajah Fajar dengan genangan air mata yang dasyat. Bagaimana tidak teriris, jika Fajar menanyakan mentah-mentah keadaan wanita lain kepada istrinya sendiri.
"Kamu tega ya Mas, beraninya kamu tanya kabar dia sama aku? bahkan kamu aja nggak tanya gimana soal keadaan kandungan aku sekarang!"
"Buka mata kamu Mas, buka hati kamu. Dia itu orang lain! yang ada disini itu, aku! istri kamu, ibu dari anak-anak kamu!"
"Tolong buat diri kamu untuk cinta sama aku!"
Semua keluhan mengalir begitu saja dari mulut Alea. Hatinya begitu sakit walau tidak berdarah, ia pun mulai bangkit meninggalkan Fajar dengan segudang air matanya.
"Alea kembali! kembali kataku!" Nada tinggi dari Fajar tidak menyurutkan keinginan Alea untuk terus berlalu meninggalkan suaminya. Ia sadar dirinya bukan siapa-siapa.
***
Oiya aku mau ngasih tahu kalo PART TIGA nya aku buat di cover baru ya. Aku udah buat sebelum cerita ini berakhir sampai Nadifa melahirkan anak kedua dan Fajar bisa menerima Alea.
judulnya :
GIFALI dan MAURA
bisa cari di profil aku, Cerita nadifa dan galih masih ada dan ditambahkan tentang ke empat anak mereka. Nggak akan adalagi Pelakor dan Pebinor disana, cukup hanya di BDCT aja.
Kayak biasa
__ADS_1
Like Vote Rate dan komen kalian ya, aku selaluu baca💋💋