
Selamat pagii semua..selamat beraktivitas
nih aku balik lagi buat nemenin pagi hari kalian. Sumpah ngebuat cerita ini sampe masuk kedalam mimpi..😭😛..aku sih pake feel banget disini..tapi nggak tau kalian. semoga aja feelnya dapet sama kaya aku yah
😘😘😘
Keep reading guyss
❤️❤️
***
"Aku pergi ya..kamu baik-baik dirumah. Jaga kedua anak kita.." Galih mengelus perut Nadifa dan memberikan Gifali kembali kepada wanita itu, setelah sudah digendong cukup lama olehnya. Ia merasa akan rindu sekali dengan mereka walau hanya tiga hari ditinggal keluar kota.
Nadifa memberikan senyuman tipisnya, walau hanya sedikit itu sudah membuat Galih merasa senang bukan main.
"Iya kamu hati-hati Pah disana!" balas Nadifa seraya sudah menyetujui kepergiannya.
Mereka berdua masih diambang pintu. Nadifa masih menunggui Galih untuk dijemput oleh sopir kantor menuju bandara.
Nadifa menunggu kecupan dari sang suami, namun ia masih gengsi untuk memulainya duluan, begitu pun sebaliknya dengan Galih, ia ingin sekali memeluk sang istri tapi sepertinya Nadifa akan marah dan enggan.
Beberapa lama kemudian mobil kantor sudah terparkir di depan gerbang rumah mereka. Galih pun menyeret koper untuk berjalan menuju gerbang dan langkahnya diikuti oleh Nadifa yang masih menggendong Gifali.
Sopir pun turun hendak mengambil koper tersebut untuk dimasukan ke bagasi mobil.
__ADS_1
Galih menatap kembali wajah Nadifa. Kini mereka saling bertatap dalam diam, rindu dan cinta.
"Aku berangkat ya, kalau ada apa-apa cepat kabarin aku!"
Nadifa mengangguk mantap.
Mungkin setelah ini Galih akan mendaratkan satu kecupan di keningnya, namun. Ya..itu semua tidak terjadi, ia hanya mengelus bahu sang istri untuk menenangkan dirinya sendiri.
Kesalah fahaman itu terus bergulir tanpa ada yang mau mengalah, seakan mereka berdua saling kuat dalam ego. Merasa sama-sama paling benar dalam situasi ini, maka tidak ada yang mau memberi celah untuk menutup kobaran api diantara mereka.
Tentu masalah-masalah seperti ini akan banyak sekali ditemukan pada rumah tangga diantara hubungan para suami dan istri.
Mungkin saat ini Semesta tengah mendidik mereka lebih dalam, saling mengacuhkan untuk mengkokoh kan rasa rindu. Sedikit memberi pelajaran kepada suami dan juga istri untuk bisa terus berfikir dewasa. Karna masalah yang akan dihadapi oleh mereka dalam pernikahan ini akan terus bergulir.
Galih kemudian melangkah menuju pintu mobil penumpang untuk duduk disana dan sebelum ia membuka handel pintu, seketika itu pun ia menoleh karna suara Nadifa yang memanggilnya dengan pelan.
Nadifa menghampiri suaminya, meraih tangannya untuk mencium punggung tangan Galih. Lalu ia mencium pipi kanan lelaki itu dengan cepat.
Galih tahu ada genangan air mata dikedua kelopak mata istrinya yang sebentar lagi akan turun.
"Aku akan selalu hubungi kamu, aku cuman sebentar. Kalau sudah selesai semua, aku akan pulang dengan segera!"
Galih memeluk Nadifa dan Gifali dengan sangat erat, ia tidak dapat lagi menahan untuk menghujani wajah Nadifa dengan kecupan dan ciuman.
Mereka sangat merindu.
__ADS_1
"Romantis banget ya Bapak sama Ibu.." batin Pak Rahmat, sopir kantor. Yang terus melihati adegan kisah kasih mereka.
"Ya udah cepat jalan sana, nanti ketinggalan pesawat!" Nadifa menyudahi pelukan itu. Bagaimana pun ia harus kuat, karna Galih pergi saat ini untuk mencari nafkah buat kehidupan mereka.
Galih pun masuk kedalam pintu belakang mobil. Pintu itu sudah tertutup untuk membatasi langkah mereka kembali.
"Sudah siap Pak?" tanya Pak Rahmat dikursi kemudi.
"Iya Pak jalan..!"jawab Galih mantap.
Deru mesin mobil pun dijalankan. Nadifa masih berdiri menggendong Gifali dengan perut nya yang sudah keliatan sedikit buncit.
Galih terus menengok ke belakang melihati sang istri dan anak mereka, yang masih berdiri didepan gerbang rumah mereka.
Kembali membawa wajahnya ke arah semula dan menangis. lelaki ini terisak pelan sambil melihati pemandangan jalan di sisi kanannya.
Terkutuk lah Fajar dengan segala apa yang telah ia perbuat untuk rumah tangga ini. Ia lupa jika ada Allah yang akan menghukum siapa saja yang sengaja merusak rumah tangga orang lain.
Mungkin Semesta ingin menjatuhkan dulu Galih dan Nadifa agar mereka bisa belajar untuk lebih sabar, kuat dan kokoh untuk menjatuhkan lelaki ini ke dalam jurang yang lebih tajam.
Roda kehidupan akan selalu berputar, Allah tidak akan selalu memberi hidup hamba nya dengan penderitaan terus menerus. Jika sudah waktunya maka ia akan putar roda itu kembali untuk menggantinya dengan suatu kebahagiaan.
***
Kaya biasa yaa para kesayangan😘..nggak lupa dongg untuk selalu Like, Vote, Rate dan Komen..thank you❤️🖤
__ADS_1