Bersahabat Dengan Cinta Terlarang

Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
Teriak


__ADS_3

Haii guysss....aku lanjutin lagi dehh ceritanya...pasti udah gak sabar...


metttt bacaaa guysssssss💛💛💛💛💛


Trengggg...ngggg !! gelas Nadifa yang sedari tadi baik-baik saja dimeja jatuh begitu saja ke lantai, membuat suasana ruangan mulanya hening kini membangunkan mata-mata mereka untuk berbalik mengarah kepada asal suara gelas terjatuh tadi.


Nadifa kaget dan langsung memungut gelas itu kembali. Dania hanya menoleh tanpa bersua apa-apa.


Hati Nadifa mulai dilanda tidak enak, seperti ada yang membisikinya dengan suatu yang memberikan suatu pertanda.


Ia menoleh ke arah Malik yang selagi fokus menulis dimeja nya, lalu ia mengambil HP untuk menelepon Suaminya.


Tuttttt.....tutttt !! Galih tidak menjawab teleponnya.


Nadifa menghela nafas nya dan mencoba menelpon kembali.


Tutttt....tuttttt !! Galih lagi lagi tidak menjawab. tentu istrinya ini tidak tahu apa yang sedang terjadi dengan suaminya kini.


Memang ikatan batin antara Istri dan Suami tidak ada yang bisa menyangkalnya, mereka begitu kuat karena memang sudah satu jiwa dan badan.

__ADS_1


Nadifa mencoba tenang dan menghilangkan perasaan yang tidak-tidak, ia merasa mungkin Galih sedang meeting mengingat kemarin suaminya sangat berputus asa karna proyek nya gagal.


Nadifa pun mulai kembali bekerja.


*******


------------- Rumah Gita------------------


Entah saat ini sudah berapa lama mereka lekat dalam tidur bersama, membenamkan jiwa untuk berpeluh meninggalkan penat dan lelah.


Ini adalah hari terkutuk bagi Galih tetapi hari yang membahagiakan untuk Gita, ini memang terjadi memang bukan atas kemuan Galih, ia dijebak..ia berhasil masuk perangkap.


Lalu ia Menoleh tajam ketika dilihat disampingnya ada seorang wanita yang sedang pulas tertidur dengan rambut berantakan dan satu selimut denganya dengan memperlihatkan dada yang terbuka polos..ialah Gita.


Galih berteriak ke arah Gita,"Hah !!! Astagfirullohaladzim!"


Ia kaget bukan kepalang melihat dirinya dan Gita tanpa satu pakaian pun dibawah selimut.


Teriakan itu jelas membangunkan Gita tanpa aba-aba, drama pun kembali mencuat. Gita bangun dan menangis histeris.

__ADS_1


"Kamu tega Galih, memperkosa ku!"


Galih masih dalam suasana kaget terperangah mengingat-ngingat kejadian yang belum bisa ia ingat. "Apa ?"


Gita menangis menarik selimut menutupi tubuhnya, ia bersandar di sandran bantal,"Kamu merayu ku, menciumku dan membawa ku ke kamar, menyuruhku membuka baju kita, kamu tau akan mencintaimu dan pasti mau melakukan hal ini."


Galih terdiam hanya terdiam, tangannya meremas seprei dengan kasar.


"Jangan bohong Gita, aku tidak mungkin seperti itu!" Teriakan Galih makin kencang.


Gita makin menangis tidak karuan, kemudian ia memecahkan Vas bunga ke lantai dan mengambil pecahan kaca tersebut.


"Aku memang mencitaimu tapi aku tidak sebodoh itu menyerahkan diriku tanpa keinginanmu juga, jika kamu hanya menganggap ku berbohong, lebih baik aku mati saja," Gita berpura-pura mau menggesekan belingan kaca vas bunga ke arah urat nadi ditangannya.


"STOP !" Galih bangkit dan menarik tangan gita melepaskan pecahan beling itu.


Ia menarik dan merangkul Gita mendekatkan nya masuk kedalam pelukanya untuk menenangkan wanita gila itu.


"Maaf kan aku, jika memang kenyataannya ini adalah karna ulahku, a.....aku...emmm...minta maaf..ini diluar kendaliku." Galih merintih tidak kuat menahan air mata menetes turun.

__ADS_1


Dunia nya runtuh seketika, kemudian terbayang wajah istrinya yang suka memeluknya, mencium nya, bermanja dengannya...Hancur sudah rumah tangga nya kini.


__ADS_2