Bersahabat Dengan Cinta Terlarang

Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
Jangan Habiskan semua untuk hari ini, sayang..


__ADS_3

"Kenapa kamu jadi diam begini ?" Malik bertanya sambil mengelus-elus tangan Nadifa, yang masih didalam dekapan dadanya yang bidang itu.


"Aku akan kesepian tidak melihat kamu seperti dikantor diwaktu Week End besok," Nadifa melirih.


Malik pun mencium kembali pucuk kening Nadifa dengan lembut.


"Kita akan berkabar terus di via WA, walau kita jauh, tapi kita saling memikirkan maka kita pun akan terasa lebih dekat," jawab Malik menyudahi kesedihan yang terpancar di wajah Nadifa.


Nadifa pun mengangkat wajahnya dan melihati Malik yang sedang mengemudi mengelus-elus rambut Malik dan menciumnya.


"Jangan kecapean ya, Makan yang teratur, minum air putih yang banyak dan istirahat yang cukup," Malik memberi pesan kepada Nadifa.


"Kamu juga ya, Jangan kecapean sama jangan lupa makan, aku akan selalu rindu kamu," Balas Nadifa terus mendekap kuat didada bidang atletis kepunyaan Malik.

__ADS_1


"Kamu nanti mau jemput bunda yah ? hati hati dijalan yah, jangan ngebut-ngebut. ada aku yang selalu nungguin kamu," ucap Nadifa menambahkan.


Malik mengangguk, sambil mencium kembali pipi dan hidung Nadifa. Ingin rasanya ia mengecup bibir Nadifa yang sexy berwarna Pink, terapi ia merasa seperti ini saja sudah cukup tidak perlu sampai berlebihan.


Tetapi Malik adalah lelaki normal, ketika ia sudah melihat Nadifa yang sudah seperti ini cintanya namun apa lagi yang harus ia lewatkan toh tentu Nadifa tidak akan berkeberatan untuk bercumbu rayu dengannya. Setan-Setan yang ada disekeliling mereka pun tetap mendominasi untuk mengiring mereka lebih dalam lagi.


Dada Malik pun berdebar-debar, Ada sesuatu yang ingin keluar yaitu hasrat nya yang sedang merekah dan menegang.


Diperlambat lajuan kemudi mobilnya, terus melihati sisi depan dan samping kemudi.


"Kan dari tadi pipi aku juga sudah habis dicium sama kamu," Nadifa meledek.


Malik mengangkat jarinya lalu mendaratkan di bibir Nadifa sebagai kode. Nadifa pun mengerti namun pura pura tidam faham.

__ADS_1


" Gimana si maksudnya ," Tanya Nadifa pura pura tidak mengerti.


Kemudian Malik menganggkat wajah Nadifa, Memegang dagu dan mendaratkan kecupan itu di bibir Nadifa. Nadifa yang kaget hanya diam menunggu apa yang akan terjadi pada bibirnya itu. Ya, Malik membuka lebar bibir itu dan menimbulkan kebasahan disana, suara decitan liur pun mencuat didalam mobil.


Nadifa dan Malik terus melakukan persatuan bibir mereka sambil terus memejamkan mata, Nadifa menggenggam kepalan tangan Malik dengan begitu kuat.


mereka terus jatuh kedalam perasaan cinta yang sedang muncul dengan gelora fisik yang mereka lakukan, tidak perduli apa yang akan terjadi disekeliling mereka, terus melakukan hal terlarang itu karena hanya mengikuti bisikan cinta dan nafsu.


Nadifa pun melepaskan wajahnya dari wajah Malik karena merasa kekurangan oksigen dalam bernafas, ia tersenga-sengal dan merasai bibirnya tebal dan sedikit panas.


Malik yang belum puas berkicau riau pun kembali menarik wajah Nadifa dan mendekatkan kembali kepada wajahnya, menyusupi kembali dengan lembut, Keduanya pun mengeluarkan suara rintihan kecil yang begitu mereka nikmati.


Malik memarkirkan mobilnya di pinggir jalan dekat perpohonan. Mereka memang sedang bercumbu rayu lalu tersadar untuk menyudahinya terlebih dahulu.

__ADS_1


"Jangan habiskan semua di hari ini ya sayang.." Ucap Malik mengelap bibir Nadifa, merapihkan rambut Nadifa yang cukup berantakan. Nadifa hanya mengangguk-angguk menahan nafasnya yang tersengal-sengal.


Malik kembali mengemudikan mobilnya mengantar Nadifa kepada suaminya.


__ADS_2