Bersahabat Dengan Cinta Terlarang

Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
Sengaja


__ADS_3

2 jam berlalu, mereka masih terpaut satu sama lain dalam rapat ini, semua pembahasan memang sudah terbahas semua, sekarang mereka sedang berbincang-bincang ringan.


Nadifa pun teringat untuk melihat HP nya, wajah nya langsung terlihat cerah ketika ada Notifikasi Malik mengirim pesan.


Pesan WA itu dibuka dengan cepat..dan..


Taraaaaaa !!!


Nadifa terperanjat kaget bukan kepalang, Malik hanya mengirim foto mereka sedang mengikuti rapat tanpa mengucapkan satu kata pun, dengan perasaannya yang kini menjadi tidak enak ia langsung meminta ijin untuk kembali duluan.


"Maaf semua nya, saya ijin dulu kembali keruangan, saya lupa ada janji untuk mengirim berkas email ke beberapa rekanan," Nadifa berdalih dan semua orang disana setuju, kecuali Fajar yang merasa aneh dengan gelagat dan sikap Nadifa yang amat cepat berubah.


Tanpa membalas, Nadifa cepat berlari menuju ruangannya ia seperti ingin memeluk Malik saat ini, menenangkannya dari kecemburuan itu.


Sesampai nya didalam ruangan, langkahnya terhenti ketika melihat ruangan kaca Malik sudah gelap tidak berpenghuni.


"Pak Malik kemana Mba?" tanya Nadifa kepada Dania dengan nafas yang masih tersengal-sengal karena lari-lari barusan.


"Kamu kenapa dif, engos-engosan gitu? abis lihat hantu ya," Ledek Dania.


Nadifa pun duduk dimeja nya dan meneguk sisa air yang masih ada di gelas mungilnya.


"Pak Malik ijin pulang cepat dif, katanya sakit enggak enak badan."


Buarr...burrrrrrr !!


Nadifa yang kaget mendengarnya langsung memuncratkan isi air minum yang belum sampai dikerongkongannya, ia tersedak sehabis itu.


"Eh kamu kenapa dif, pelan-pelan makanya," Dania memberi tissu kepada Nadifa untuk mengelap bibir nya yang basah.

__ADS_1


"Sakit apa Mba ?" Nadifa penasaran.


"Cuman bilang lagi tidak enak badan saja,"


"Tadi beliau nanya gak aku sedang kemana?"


"Enggak si Dif."


Dania hanya melihati Nadifa dengan tatapan aneh, mungkin ia semakin curiga.


Nadifa pun membuka HP nya kembali dan membalas WA Malik.


Nadifa :


***Kamu sakit ? kenapa tidak kabari aku?***


Send...


Nadifa :


***Aku cemas sama kamu🥺🥺🥺, maafkan aku ya, kamu sakit apa sayang***


Nadifa mengirim pesan lagi.


Ia pun tidak tenang, terus memikirkan cara untuk menghubungi Malik, ia begitu sesak menahan rasa bersalah teramat dalam, ia menyesal telah benar-benar membenamkan dirinya dalam masalah.


Ia pun mengirim pesan kembali.


Nadifa :

__ADS_1


*** Aku rindu kamu, ingin lihat kamu***


Nadifa sudah beberapa kali mengirimi pesan kepada Malik, dan masih terlihat centang 1.


"Dif, ayo kita pulang."


Dania membereskan kerta-kertas yang ada di meja nya dan mematikan komputer.


Nadifa pun masih sibuk dengan HP nya sampai ia lupa ini sudah waktunya jam pulang.


"Iya mba."


Nadifa pun berbenah untuk bersiap pulang.


Hatinya masih tidak karuan mencoba mengalah untuk menunggu balasan nyatanya tidak membuahkan hasil, dada nya berdegup kencang, ia takut Malik sangat marah dan berbalik tidak mencintainya lagi.


lebay yah ! hahaha....


******


Malik yang masih bersender di sofa sembari menatap langit-langit diruang tamu nya yang berwarna putih dan bersih.


"Apa-apan dia, mau berselingkuh dengan si Fajar itu?" kata Malik dalam hatinya menduga-duga.


Ia memang sengaja mematikan HP nya, agar Nadifa kalang kabut mencarinya.


"Pasti sangat ini ia cemas sekali, ah...biarlah!" Malik menatapi HP nya yang tengah tergeletak dengan posisi Off di meja.


Betul sekali, saat ini Nadifa memang sedang kalang kabut gundah gulana tidak berdaya terus melihati HP seperti orang tidak waras..

__ADS_1


Ia menunggu Malik...jika memungkinkan ia akan terbang langsung untuk memeluk Malik...sayang itu sangat mustahil untuk dilakukan.


__ADS_2