
Week End pun tiba, hari Minggu digunakan untuk Nadifa berbenah Kosan, mencuci pakaian, menyetrika, mendengarkan radio, membaca buku dan tidur. Karna tidak ada lagi aktivitas yang ia gunakan untuk membunuh sepi didalam hidupnya kini.
Matahari makin naik menyingsing, dan sudah masuk kedalam waktu jam makan siang, Nadifa pun bangkit dari sandaran tubuhnya untuk pergi membeli makanan dan berbelanja beberapa cemilan di supermarket.
Dengan hanya mengandalkan gaji yang ia punya, ia harus bisa berhemat untuk menghidupi dirinya. Tidak bisa menyamakan gaya hidup nya seperti pada saat masih bersama Galih.
"Hey, Dif!" Fajar mencolek bahu Nadifa yang sedang berdiri dengan keranjang belanjaan yang masih kosong. Terus berdiri memilih-milih makanan ringan yang akan ia pilih di rak supermarket.
"Hey Mas, Hey sayang," Nadifa membelai wajah Naka anaknya Fajar.
"Tau gitu tadi aku jemput aja dikosan kalau mau belanja kesini," Ucap Fajar.
Nadifa tertawa,"Iya ya biar ngemat uang angkot,"
Mereka pun tertawa mengundang perhatian para pengunjung belanja, salah satunya ada Malik bersama Letta yang tepat ada disana juga untuk berbelanja, sedang melihati mereka.
"Mungkinkah Difa saat ini telah membuka hati dengan Fajar?" Malik hanya menatap diam tidak suka. Ia hanya masih sedikit cemburu akan hal itu, mengingat pula Nadifa masih menjadi istri orang yang masih dalam hubungan gantung, maka ia sangat berkeberatan jika Fajar menggunakan kesempatan ini untuk mendekati Nadifa.
"Ayo Ayah kita kesana," Letta meminta ayahnya untuk mengikuti langkahnya.
Setelah Nadifa selesai berbelanja, ia pun mulai mengikuti Fajar dan Naka ke kasir.
__ADS_1
"Sekalian saja sama punya ku," Fajar menyodorkan kartu debit nya ke kasir
Nadifa menolak," Enggak Mas, engga apa-apa aku bisa sendiri,"
"Udah enggak apa-apa, belanjaan kamu itu juga paling enggak sampai dua puluh ribu," Fajar meledek dengan enaknya.
"Iihhhhhhh....!" Nadifa mencubit lengan Fajar dengan manja.
Keriangan mereka tertangkap lagi dalam pandangan Malik. Ia lebih rela jika Nadifa kembali kepada Galih bukan dengan Fajar.
Entah mengapa ?
Nadifa menggeleng sambil membukai bungkus es cream untuk Naka." Ini sayang, hari-hati pegangnya ya,"
"Aku mau ajak kamu sama Naka sekalian makan,"
Nadifa mengangguk, Fajar dengan baiknya membuka pintu mobil samping kemudi mempersilahkan Nadifa masuk bagai ratu disiang bolong. Ketika semua sudah lengkap didalam mobil, Fajar pun melajukan mobilnya.
Semua kegiatan mereka tertangkap jelas dimata Malik, ia terus melihati bayangan mobil Fajar menjauh membawa Nadifa pergi entah kemana.
Ia merasa kali ini Fajar yang akan menang antara dirinya dan Galih.
__ADS_1
****
"Ayo sayang, sini tante suapi," Nadifa mengambil ahli piring Naka dan menyuapinya dengan hati-hati. Seharian dengan Naka membuat jiwa keibuan Nadifa mencuat luar biasa. Naka pun cepat menempel dengannya, Fajar amat bahagia melihat pemandangan itu. Hidup tiga tahun menduda pasti cukup membuat ia sangat kesepian begitupun Naka sang putranya.
"Itu, dimulutmu," Nadifa memberi sehelai tisue kepada Fajar, untuk membersihkan sisa makanan yang masih menempel disana.
Fajar terus melihati Nadifa dengan senyum bahagia. Mungkinkah Nadifa bisa menjadi istrinya?? mungkin itu yang ada didalam fikiran Fajar saat ini.
Mana ada lelaki normal yang dapat menolak untuk bisa bersanding dengan Nadifa. Bagaimana dulu perjuangan Galih dapat memiliki serta menikahi Nadifa, dimana ia harus banyak bersaing dengan para lelaki. Sampai babak belur karna berkelahi untuk mendapatkan cinta Nadifa.
Cekrek..Cekrek...!!
Kebersamaan Naka dengan Nadifa pun diabadikan dalam kamera foto. Ia sangat senang melihat ekspresi Naka yang begitu gembira ketika disuapi Nadifa.
Tanpa fikir panjang, ia upload foto Nadifa dan Naka di status WA. Ia seperti melupakan sesuatu ketika bersama kebahagiaan yang. sudah lama ia rindukan.
Galih yang sedari tadi hanya tiduran memainkan HP nya, tetiba asik membuka notif status WA teman-temannya, mengundang matanya untuk membuka satu-persartu status teman-temannya, ada foto makanan, foto selfie dan foto-foto yang tidak penting.
Ia pun tercekat ketika melihat status Fajar dengan Foto seseorang wanita yang sedang menyuapi seorang anak, terlihat wajahnya dari samping dan agak tertutup sebagian dengan rambut, tetapi ia sepertinya hafal siapa wanita pemilik tubuh itu.
"Hah?!"
__ADS_1