Bersahabat Dengan Cinta Terlarang

Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
Peluk Aku Mas!


__ADS_3

Hayy kesayangan, aku kembali❤️❤️


yuk mari baca guyss


🤗🤗


***


"Keadaan bayi nya sudah cukup untuk dilahirkan. Mengingat protein dalam darah istri Bapak sudah positif 2 ditambah lagi tensi darahnya cukup tinggi. Sangat beresiko Pak."


Penjelasan Dokter kepada Galih, membuat lelaki itu bergeming. Kedua bola mata nya sesekali berpindah melihati Nadifa yang sedang terbaring diranjang pasien, sudah terinfus cairan untuk menghilangkan rasa nyeri sementara.


Galih bingung, ia dilema. Rasanya belum lama untuk memutuskan kembali tentang keputusan operasi caesar yang dianjurkan oleh Dokter dahulu kepada Gita dan sekarang terulang untuk Nadifa.


Galih stress, saat ini. Ia terlihat panik, fikirannya kalut dan kacau. Bisakah, keadaan Nadifa baik-baik saja seperti ibu hamil yang lain? bisa begitu saja melahirkan tanpa beban?


"Baik, Dok. Saya setuju! tolong selamatkan Istri dan bayi saya."


Keputusan mantap begitu saja mengalir dari bibirnya. Ia tidak mempunyai opsi lagi selain berkata iya.


"Insya Allah, baik saya akan persiapakan."


Setelah selesai berbicara dengan Dokter, Ia pun beranjak untuk menghampiri Nadifa yang sedang menahan kantuk. Kedua matanya sudah berat namun tetap ia paksakan untuk membuka. Ia ingin tahu bagaimana penjelasan Dokter kepada Galih.


"Mah?" sapa lembut Galih kepada istrinya, jari jemari begitu saja masuk menampi jari jemari Nadifa.


Membuat Nadifa menggenapkan kedua matanya untuk terbuka maksimal.


"Bagaimana Pah, kata Dokter? apa aku sudah boleh pulang?"

__ADS_1


Galih menarik nafasnya pelan. Kedua matanya sedikit berkaca-kaca. Wajahnya terlihat pias melolong. Ia bingung menjelaskan masalah ini dari bagian mana.


"Pah? kok diam?"


Galih memejamkan kedua matanya pelan lalu kembali ia buka dengan ketegasan yang akan, ia cuatkan sebentar lagi.


"Kamu nggak akan pulang sayang, karena nanti malam. Kamu akan melahirkan, Dokter sudah memberikan jadwal operasi caesar untuk kamu dan anak kita."


Blus.


Nadifa melepas cepat genggaman tangan dari suaminya. Kedua matanya terbelalak, menatap Galih penuh ketajaman. Jantungnya bergemuruh, seperti melorot ingin jatuh.


"A-pa--? Mas? usia kandungan ku saja baru 7 bulan 3 minggu, belum cukup untuk usia anak kita untuk dilahirkan!" Dengus Nadifa kesal. Lalu ia membuang wajahnya untuk menghindar dari tatapan sang suami.


"Kata Dokter keadaan bayi nya sudah cukup sayang, tapi saat ini masalahnya adalah mengenai keadaan kamu yang tidak memungkinkan!" Galih memelas "Aku nggak mau kehilangan kamu, Mah!"


"Anak ini yang kamu impikan selama lima tahun pernikahan kita Mas. Dia lebih berarti dari pada aku! aku ikhlas jika harus mengganti nyawaku untuknya." Nadifa mengelus punggung Galih dengan tatapan kosong. Ia pun lemas tidak berdaya.


"Apakah aku akan mati setelah ini?"


Galih mendongakkan wajahnya ke atas, terlihat kedua matanya sudah memerah dan air tumpahan itu sudah menetes terus.


"Aku sudah putuskan agar kamu menjalani operasi malam ini. Dokter sudah berjanji untuk menolong kamu dan bayi kita. Jika menunggu anak ini untuk dilahirkan satu bulan lagi. Aku tidak bisa jamin keselamatanmu, sayang!"


"Tapi nanti bagaimana keadaan anak kita yang belum cukup bulan, Mas? aku akan menderita seumur hidup, jika terjadi kecacatan atau apapun tentangnya!"


"Insya Allah nggak sayang! banyak kok bayi yang dilahirkan kurang dari sembilan bulan dan mereka terlihat sehat dan sempurna..percayalah, aku akan selalu mendampingi kamu!" Galih bangkit lalu mencium dahi istrinya.


"Kita berdoa sama-sama. Kita lewatin ini berdua! kamu harus tetap semangat. Ada aku, Gifali dan ana kita yang masih membutuhkan kamu dihidup kami, atau mungkin akan adalagi calon anak-anak kita yang akan lahir, nantinya."

__ADS_1


Nadifa menangis sambil mengelus-elus perut nya yang semakin membesar. Hanya itu yang bisa ia keluhkan saat ini.


"Mas?"


"Iya sayang?" Galih menyeka air mata Nadifa terus menerus.


"Peluk aku Mas!"


Kedua mata Galih membidik. Ada perasaan aneh dari hatinya, padahal untuk memeluk Nadifa tidak perlu meminta, Galih akan selalu memeluk istrinya kapan saja dan dimanapun.


"Aku cuman nggak ingin, rindu dipeluk kamu setelah ini---!"


Kedua matanya kembali terisak. Hati nya masih penuh ketakutan dan lara. Begitupun dengan Galih, lelaki ini kembali ikut terisak. Ia tidak bisa membayangkan jika kejadian Gita kembali terjadi dengan Nadifa.


"Aku yakin! kamu kuat sayang.."


***


Oiya aku mau ngasih tahu kalo PART TIGA nya aku buat di cover baru ya.


judulnya :


"Jangan Berhenti Mencintaiku diganti kejudul GIFALI dan MAURA ya


bisa cari di profil aku, Cerita nadifa dan galih masih ada dan ditambahkan tentang ke empat anak mereka. Nggak akan adalagi Pelakor dan Pebinor disana, cukup hanya di BDCT aja.


Kayak biasa


Like Vote Rate dan komen kalian ya, aku selaluu baca💋💋

__ADS_1


__ADS_2