Bersahabat Dengan Cinta Terlarang

Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
Dilema


__ADS_3

Keheningan tercipta di mobil. Kinanti tetap memberikan wajah biasa, seperti tidak terjadi apa-apa dengan dia dan Nadifa.


Kinanti akan mengelak jika Malik bertanya, bilang saja kalau memang Nadifa saat ini sedang sensitiv.


"Bunda?" panggil Malik pelan terus fokus menyetir.


"Hemmm," Kinanti menoleh dengan senyum kepada Malik.


"Apa yang bunda bicarakan ketika hanya berdua diatas dengannya tadi ?" Malik langsung menanyakan inti masalah yang ingin ia ketahui.


Kinanti masih bersikap biasa, ia tidak mau terpancing untuk menjelaskan semuanya secara rinci kepada suaminya. Ia tau jika Malik pasti akan marah besar pada nya.


"Hanya bicara tentang Gifali, aku memberikan apreciate kepada nya karna sudah mengurus Gifali dengan baik," Kinanti menarik nafas sebentar ,"Ayah enggak usah khawatir, Bunda enggak ngapa-ngapain dia kok, kalau ayah ngerasa sikap nya aneh mungkin aja dia lagi sensitiv. Namanya orang lagi hamil kan mood nya berubah-ubah."


Kinanti terus menjelaskan hal yang tidak sesuai dengan kenyataan. Dia masih ada cara tersendiri untuk merebut Gifali dari tangan Nadifa.


Malik hanya diam tidak bergeming apa-apa, dia tau bagaimana sifat Nadifa. Ia tidak akan mungkin bersikap seperti itu kepada Kinanti. Tetapi Kinanti juga tidak mungkin berbohong kepadanya. Lagi-lagi Malik memutuskan bahwa ini semua murni dari aura mood Nadifa yang tengah berubah-ubah.


***


"Kamu kenapa sayang?" tanya Galih yang ikut menepi diranjang. Melihat istri nya yang masih menangis tidak karuan.

__ADS_1


"Kenapa? kok nangis kaya gini?" Galih mulai mendekap istrinya untuk memberikan ketenangan.


Nadifa tetap hanya menangis di dada suaminya sambil meremas kain baju yang dipakai oleh Galih. Ia sangat kesal dan marah.


Kinanti tidak akan menyangka bahwa Nadifa akan sebegini nya mencintai Gifali.


"Ssstt..udah..udah..." Galih mengunci tubuh istrinya dengan kedua tangannya.


Lebih baik dia pergi huru hara menyelesaikan ngidam sang istri dari pada harus melihat Nadifa menangis seperti ini.


"Kalo enggak mau cerita, kamu nggak usah nangis. Kasian tuh dedek bayi nya, ingat kan apa kata dokter? kamu enggak boleh stress," Galih terus menenangkan sang istri. Ia tidak mau memaksa jika Nadifa tidak mau cerita.


Nadifa seketika faham, ia tidak boleh egois hanya memikirkan dirinya sendiri. Bagaimana pun saat ini kondisi nya sedang tidak baik.


"Aku enggak akan pernah kasih Gifali ke siapa pun!"


Nadifa bersumpah.


"Kamu mau apa sekarang? nanti aku cari kan lagi," tanya Galih santai sambil mengelus-elus tangan istrinya.


"Aku ingin kamu botak Pah, botak licin gitu. Gimana?"

__ADS_1


Galih tercekat, kedua bola mata nya bergerak-gerak bergantian ke arah sudut kamar dengan sembarang. Maha dasyat dari segala keinginan yang akan susah ia penuhi.


"Iya boleh, tapi nanti ya kalau anak nya udah mau masuk SD. Nanti aku botak deh berdua bareng Gifali. Enak aja masa bapak nya doang," Galih berdecis geli menahan tawa di dalam hatinya. Ia tetap bersikap stay coll saat ini. Nadifa yang masih berfikir kemudian faham lalu mencubit perut suaminya. Dan tumpah ruah lah keriangan diantara mereka.


Sepertinya Nadifa sudah mulai tenang dan ketakutannya mulai menghilang, Galih berjanji akan menanyai hal ini diwaktu yang tepat.


Ting..Nong..Ting..Nong..


Bell rumah kembali berbunyi, membuat kedua pasangan suami istri ini hening untuk diam sejenak memikirkan siapa lagi yang bertamu ke rumah mereka.


Tanpa aba-aba Nadifa pun langsung bangkit keluar dari kamar untuk turun menuju pintu utama. Hatinya masih sedikit membara, jika yang datang adalah Kinanti yang masih penasaran akan tujuannya yang belum terpenuhi.


Jika mau perang, perang lah sekalian !


Grekkk..


Pintu utama dibuka oleh Nadifa dengan sangat lebar. Ia sungguh kaget berulang melihat siapa yang datang saat ini. Begitu pun Galih yang telah mendaratkan kaki nya dibelakang posisi tubuh Nadifa, ia pun tercekat tidak percaya.


Masih ada sambungan nya guys..stay tune yah❤️❤️


Aku tunggu Jempol like dan komen kalian..serta VOTE terbaiknya.

__ADS_1


Hatur Nuhun 😘😘😘


__ADS_2