
Malik terus melangkah kan kaki nya menuju parkir, ia melangkah dengan cepat dan terburu-buru ingin cepat sampai di klinik bertemu Letta yang jatuh dari tangga rumah.
Kedua matanya tetap fokus dalam melihati jalan didepanya, ia mengemudi dengan cepat. tetapi dadanya berdegup kencang memikirkan bagaimana letta.
20 menit berlalu, Mobil Malik sudah terpakir didepan klinik. Kini ia sudah menggendong putrinya yang terjatuh tadi. Sesekali melihati luka yang ada dikepala Letta.
"Masih sakit, Nak ?" tanya nya kepada putrinya itu. Malik masih berdiri menggendong Letta menunggu obat dari Apotik selesai.
"Udah enggak ayah," jawab Letta pelan menyandarkan kepala nya di pundak Malik.
"Aisya tidak kamu ajak Win ?" tanya Malik kepada pembantunya.
"Non Aisyah engga mau ikut pak, dia ketakutan liat non Letta pingsan langsung dikunci kamarnya,"
Malik kembali khawatir memikirkan Putri Sulungnya itu.
__ADS_1
"Anak Letta Madinah" petugas apotik memanggil nama anaknya dengan mikrofon. Wina , pembantu Malik. Langsung pergi menghampiri Apotik.
Malik tetap menggendong-gendong, mengusap-usap rambut Letta. Menenangkan putrinya bahwa hari ini baik-baik saja. Wina pun berjalan menuju mereka, dan Malik pun beranjak memutar langkahnya untuk menuju mobil membawa mereka pulang.
"Mba Win, tadi sudah telepon Bundanya anak-anak belum ?" tanya Malik sambil mengemudi.
"Saya sudah telepon pak sampai 4x, tetapi HP ibu tidak diangkat-angkat," Jawab mba Wina yang duduk disampingnya. Letta tetap berada dipangkuan Malik yang sedang menyetir.
Malik pun terdiam agak lama entah apa yang ia fikirkan.
"Coba ceritakan bagaimana kronologisnya Adek bisa jatuh dari tangga,"
"Ayah tidak akan marah sama Letta, Nak. Ayah cuman ingin tau, biar adek dan kakak nanti tidak seperti ini lagi," Malik menenangkan Letta yang cemas sambil mencium pucuk kening dahi Letta.
"Ayo mba Win, ceritakan,"
__ADS_1
"Jadi gini pak, Adek sama Kakak lagi main. saat itu saya sedang ada didapur. Tetiba saya mendengar suara Letta menangis berebut mainan, lalu saya hampiri Mereka sedang kejar kejaran menaiki tangga, Mungkin Kakak engga sengaja dorong Adek sampai jatuh terguling ke bawah tangga,"
"Masya allah....," seru Malik menarik nafas panjangnya.
"Lalu Adek pingsan dan kepalanya berdarah, Non aisya lari ke kamarnya dan mengunci. saya telepon ibu tidak ada jawaban, akhirnya saya telepon bapak,"
"Mba Win kalo ada apa dengan anak-anak telepon saya duluan jangan ke ibu dulu," Perintahnya.
-DARMA GROUP-
Nadifa terlihat cemas dan gelisah, Ia ikut khawatir memikirkan Letta. Ia terus melihati Hp nya ingin bermaksud mengirimi pesan ke pada Malik, untuk menanyakan kabar Letta sehingga ia bisa tenang.
Nadifa :
"Assalammualaikum Pak, sudah sampai klinik kah ? bagaimana keadaan putrimu ?"
__ADS_1
lalu pesan tersebut dikirim ke WA Malik, ia menunggu-nunggu balasan tersebut. dari 5 menuju 10 menit dan berakhir di 20 menit pesan itu tak kunjung dibalas oleh Malik. Nadifa semakin gelisah dan khawatir.
"Apakah sangat darurat sekali ya, duh jadi engga enak hati begini ya," batin Nadifa, Ia kemudian mematikan layar komputernya, membereskan dokumen-dokumen yang ada di meja dan bersiap siap untuk pulang kerumah sesuai perintah Malik tadi, bahwa ia harus pulang jika sudah jam nya tidak boleh lanjut sampai malam disini.