
Mobil Malik pun telah sampai didepan rumah Nadifa.
"Makasi ya sayangku, kamu sudah mau antar aku kerumah," Nadifa melepas seat beltnya.
Malik pun memegang tangan Nadifa dengan kuat
"Makan yang banyak, Obatnya teratur diminum ya, istirahat yang cukup dan jangan lupa kabari aku,biar aku tau perkembanganmu selalu," Ucap Malik sambil terus mengelus tangan Nadifa yang berada dalam genggamannya.
"Terimakasih Cintaku...!" Nadifa mencium pipi Malik yang manis itu. Lalu ia membuka pintu dan turun dari mobil. Kemudian Malik kembali melajukan mobilnya kembali ke kantor.
Nadifa pun memutar tubuhnya untuk berjalan menuju gerbang rumah nya yang berwarna Cokelat minimalis itu.
Ia pun meraih HP dari dalam tas nya untuk menelpon Galih.
Kring Kring Kring, HP Galih berdering memecah keheningannya yang sedang serius bekerja dimeja kerjanya itu.
*Nadifa :
__ADS_1
***Assalammualaikum sayang, aku sudah dirumah ya, pulang cepat. Kepalaku sakit lagi, maafkan aku tidak bisa masak untuk makan malam kita**
Galih :
***Istirahat saja ya, mungkin obatnya masih berproses didalam tubuhmu, apa kamu mau aku pulang cepat juga ?***
Nadifa :
***Tidak perlu, kamu bekerja saja sampai normalnya jam pulang**
Galih :
Nadifa :
****Baiklah, Waalaikumsallam sayang***
Sambungan telepon mereka pun terputus, Nadifa membuka pintu rumahnya dengan kunci yang menggantung di gantungan tasnya. Lalu ia rebahkan dirinya di sofa ruang tamu, di nyalahkan TV nya yang sangat besar itu dipilih nya saluran TV chanel 4 yang sedang menampilkan berita-berita seputar kabar Indonesia, yang menarik hatinya adalah Kinanti sebagai pembawa berita saat itu.
__ADS_1
Nadifa terus melihati bagaimana Kinanti berekspresi dalam membawakan berita itu.
"Sempurna nya dia, Sangat cantik dan berkarisma, Beruntungnya ia bisa menjadi Istri dari Malik dan dapat memberikan Malik buah cinta yang lucu-lucu," Nadifa terus terkesima dengan Kinanti di televisi.
"Apakah aku sudah jahat selama ini, masuk kedalam kehidupan suamimu tanpa aku sengaja," ucapnya memelas dalam hati.
"Aku tidak akan membiarkan dirimu dihantui ketakutan karena aku akan mengambilnya darimu, itu tidak akan pernah terjadi,"
"Aku memang mencintainya, tapi kamu dan anak-anaknya lah Hidup yang paling nyata dan abadi untuk Malik, aku hanya lah sebagai bias dalam sisi belakang hidupnya...Oh...ya Allah..Maafkan aku," Nadifa terus berbicara dalam hati nya sambil melepaskan rasa letih dalam jiwa nya.
"Malik adalah suami dan ayah terbaik untukmu, aisyah dan letta, biarkanlah dulu semua ini berjalan sampai dimana aku harus melepaskannya ,"
Nadifa pun meneteskan air matanya tanpa ia sadari. Ia hanya belum siap lepas dari perasaan bahagia ini dan menggantinya dengan perasaan derita menyakitkan.
"Aku dan Malik..adalah sesuatu yang paling menyakitkan untuk diri kita dan keluarga kita, kita menyakiti pasangan kita untuk terus memperdalam hubungan ini, hubungan yang tidak akan pernah bisa menyatu...Maafkan aku sayang...Maafkan," Nadifa terus merintih disofa sambil melihati Foto pernikahannya dengan Galih 5 tahun yang lalu.
Cinta itu di hadir kan oleh Allah yang maha esa, bagaimana cara dan waktunya tetaplah rahasianya. Cinta ini memang datang tetapi tidak untuk di tanggapi dan dipelihara, sungguh ini kejadian yang amat tidak terpuji. Nadifa dan Malik adalah orang-orang yang sangat baik awalnya tetapi menjadi salah arah karena terus bersahabat dengan cinta mereka yang terlarang ini..bagaimanakah mereka bisa keluar dari jeratan dosa ini..mampukan mereka kembali menjalani jalan yang benar..
__ADS_1