Bersahabat Dengan Cinta Terlarang

Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
Tumbang


__ADS_3

**Hayy Guysss, aku Up lagi nih. semoga kalian enggak pernah bosen terus ngikutin cerita cintanya si Nadifa ya hehehe☺️☺️.


Mungkin setelah ini aku akan Update dikit-dikit karna besok udah kerja lagi..ketemu sama pasien-pasien tercinta lagi🖤🖤..tetap dirumah ya guys..putus rantai Covid-19. dan aku akan nyicil cerita "Mantanku PresDirku Suamiku"...ditunggu Like and Coment nya guys...


Happy reading kalean🖤🖤**


Mobil Galih sudah mendarat di pekarangan kantor Nadifa, Gita dan Galih mengantar Nadifa terlebih dahulu sebelum berangkat ke kantor mereka.


"Minum obat ya sayang, jangan lupa makan. Nanti aku jemput lagi pulangnya!" Galih mencium dahi, pipi dan bibir Nadifa dengan amat lembut dan sayang.


Pemandangan ini memang sangat menyayat hati Gita yang duduk dibelakang mereka, tapi ia sudah belajar untuk menerima bahwa Nadifa adalah orang yang berhak untuk diperlakukan seperti ini.


"Cepet sembuh ya Dif, kabarin kalau makin enggak enak badan kamu ya," Gita mengusap bahu Nadifa.


Nadifa mengangguk dan turun dari mobil, Gita pun turun dan pindah duduk menempati posisi bekas Nadifa.


"Daadaaa..." Nadifa melambaikan tangan kedalam lalu mobil mereka pun melaju dengan cepat.

__ADS_1


Nadifa memang sangat tidak enak badan hari ini, kepalanya pusing, badannya panas dan suaranya semakin serak. Ia terus melangkah pelan menuju ruangan, karena pagi ini ia datang cukup siang dilihatnya semua karyawan sudah duduk manis didepan layar komputer mereka masing-masing.


"Gimana Dif udah enakan belum?" tanya Dania ketika melihat Nadifa sudah duduk dikursi kerjanya, karena sebelumnya ia telah mengabari Dania jika dirinya agak telat datang karna harus ke Klinik dulu.


"Udah Mba enggak apa-apa," Nadifa mencoba memberi sugesti pada dirinya, kalau ia akan cepat pulih kembali. Ia pun menoleh ke arah ruang kerja Malik yang masih gelap.


"Pak Malik kemana Mba ?" tanya Nadifa cemas.


"Kemarin malam WA aku Dif, kasih tau kalau hari ini ia Izin katanya mau ada acara nikahan saudaranya, jadi nanti kita aja yang wakilin untuk rapat," jawab Dania polos.


Sontak hati Nadifa terkejut, dadanya seperti ada yang menekan masuk kedalam menjadi berat untuk bernafas seketika.


Namun ia terbelalak serasa pedih matanya melihat kontak dirinya telah diblokir oleh orang yang sudah mengisi hari-hari dengan cinta dan sayang.


"Teganya kamu Pak, begini sama Difa," Tangan Nadifa bergetar memegangi ponselnya, Ia tak tahan untuk menahan sesak teramat sakit didadanya. Ia pun menangis pelan sangat pelan, hanya air mata menetes tanpa diikuti suara isak tangisnya.


"Hatiku pedih sekali Ya Tuhan,"

__ADS_1


Pada saat tubuh sedang meronta karna sakit tiba-tiba seperti mendapatkan kembali guyuran air mendidih yang menghantam tajam dirinya.


Tetapi ia harus kuat, ia harus sabar tidak boleh lemah.


****


Jam sudah menunjukan pukul 10:00 Wib, kursi-kursi di ruang rapat sudah terisi penuh dengan karyawan-karyawan yang mewakili rapat kali ini. Terlihat Fajar pun hadir dan duduk disamping beberapa karyawan laki-laki.


"Kamu benar Dif, enggak apa-apa ?" Dania meyakinkan kembali Nadifa agar mau beristirahat saja diruang kesehatan atau ijin pulang cepat kerumah.


Wajah Nadifa pucat sekali, Matanya sendu dan murung, ini bukan hanya sakit akan fisiknya tetapi juga ditambah akan sakit hatinya.


Nadifa tersenyum dan memegang tangan Dania," Enggak Mba, Nadif udah enakan kok," Nadifa berdalih.


Rapat pun berjalan dengan cepat, lama-lama seperti ada bayangan gelap menghiasi mata Nadifa, makin lama makin dalam ia pun jatuh pingsan tidak sadarkan diri, menjatuhkan dirinya ke bahu Dania yang sedang duduk disamping dirinya.


**Jangan Lupa Like dan Tinggalin komen kalian ya Guys dan makasi banget buat yang udah nge VOTE cerita ini..jangan lupa Fav ya biar notifkasi selalu masuk setiap aku Update, terus penasaran sama cerita ini ya..ayo kalian tim nya siapa ??😁

__ADS_1


Oke deh...SEE YOU🖤🖤**


__ADS_2