
brugggg ...!! tubuh Nadifa terhempas dari gendongan Galih di tempat tidur mereka, Nadifa tetap tidak ingin melepaskan pelukan dari suaminya itu, entah ia memang ingin memeluk Galih atau sedang rindu terhadap Malik.
"Apa mau aku antar lagi untuk periksa ke dokter ?"
"Tidak usah sayang, kamu disini saja temani aku," Nadifa meletakan tangganya ke bantal disamping nya agar Galih pun tidur disebelahnya.
Galih pun beranjak merebahkan dirinya disamping Nadifa dan memeluknya dengan hangat.
"Badan mu panas sayang.." Ucap Galih
"Tidak apa-apa, aku hanya ingin kamu temani aku tidur sekarang ,"
lalu mereka memejamkan matanya untuk beristirahat melepas lelah dalam pelukan hangat mereka.
******
Malam hari dikediaman Malik.
Terlihat Malik sedang menemani Letta dan Aisyah menggambar di meja belajar, sebisa mungkin ia selalu menempatkan dirinya untuk mengetahui setiap perkembangan anak-anaknya dalam hal apapun.
"Ayah, itu bunda...," Letta menunjuk wajah ibunya yang berada di TV ketika membacakan sebuah berita.
__ADS_1
"Iya sayang..," Malik tersenyum bangga melihati istrinya itu.
"Maafkan aku telah membohongimu, aku tidak mengerti akan perasaan ku yang begitu kuat untuknya, " Malik merintih dalam hatinya.
Dilihati wajah putri-putrinya itu, Malik teramat sayang kepada mereka seperti hatinya yang kini sedang dimabuk asmara oleh Nadifa.
Memang saat ini cinta itu begitu kuat dirasakan olehnya, sampai matanya seperti buta karena telah bermain-main dengan sebuah penghianatan yang dibenci oleh Allah.
Malik rasanya mulai merindu lagi dengan pujaan hati, ia pun mengirimi pesan WA untuk menanyakan kabarnya.
Malik :
*** sayang, kamu gimana sekarang ? sudah enakan belum ?*** pesan terkirim
"Tidak usah sayang, biarkan saja ," Ucap Nadifa untuk menghentikan tangan Galih dengan cepat. Ia baru ingat, jika malam-malam seperti ini pasti Malik yang menghubunginya.
Galih pun tidak merasa curiga akan hal itu, ia kembali menatap layar laptopnya lagi, Nadifa yang telah selesai berganti pakaian lalu menghampiri nakas untuk melihat HP nya.
"Tuh kan, betul Malik ," batin Nadifa pun bahagia seketika, dilihatnya sang kekasih mengirimi ia kabar, sambil melihati suaminya yang tengah sibuk, Nadifa pun membalas WA itu dengan cepat dan santai agar tidak terlalu mencuri perhatian Galih.
**Nadifa :
__ADS_1
*** Alhamdulillah sayang..aku sudah mendingan, ini baru selesai mandi***
Malik :
*** Kamu sudah makan belum , jangan lupa obatnya diminum lagi***
Nadifa :
*** Iya kasihku, kamu bagaimana ? sudah makan belum..anak-anak lagi apa ?***
Malik :
*** Aku sudah makan tadi bersama anak-anak, sekarang mereka lagi menggambar sambil menunggu bundanya pulang** ,"
Mendengar nama Kinanti disebut, Nadifa pun merasa ada yang bergejolak tidak enak dalam hatinya ya..apalagi namanya jika bukan cemburu...
Nadifa pun seketika muncul ke sensitivan nya, ia diam sebentar tidak membalas WA Malik dengan cukup lama, kemudian Malik pun mengirim pesan kembali, ia tidak sadar jika wanita itu sedang cemburu.
Malik :
*** ku terpikat pada senyumanmu, tiada lain yang dapat mengalihkan itu dari benakku, kamu selalu ada dalam hati dan fikiranku, jika kita sedang bersama..aku milikmu..dan kamu miliku****
__ADS_1
Entah ada angin apa Malik mengirim sebuah puisi cinta untuk membangkitkan kembali semangat Nadifa. Nadifa pun terharu atas perbuatan ini, perbuatan yang biasa namun berbeda makna untuk org yg sudah jatuh cinta.
Nadifa pun tersenyum sangat bahagia ketika Malik mengirimi puisi itu khsusu untuk Nadifa.