Bersahabat Dengan Cinta Terlarang

Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
Pencerahan


__ADS_3

Keep reading guyss🖤🖤


***


"Santai bro!" Lukman masih meledek Galih


"Coba lo jelasin !"


"Yang mana?"


Galih menggelengkan kepalanya ke sembarang arah.


"Oh..yang itu? ett..coba deh lo jelasin dulu, gimana sih rasanya punya istri dua gitu?"


Lukman kembali tertawa. "Parah ya gue fikir lo laki-laki setia, ternyata sama aja bejat nya kaya gue,"


"Gue setia ! beda sama lo!"


"Mana ada setia, bisa nikahin dua cewek!"


"Bangke ah..!" Galih makin pusing dengan celotehan Lukman yang makin menjadi-jadi menyuduti nya. Berulang-ulang ia memijit-mijit belahan dahinya sedari tadi.


"Waktu itu gue datang ke kantor lo, biasa mampir mau ngajakin ngopi. Tapi kata orang kantor, lo lagi nggak masuk karna istri lo lahiran. Gue seneng sih, akhirnya Nadifa hamil juga. Tapi pas mereka bilang yang hamil itu istri kedua lo, gue kaget sih dan masih setengah percaya, masa sih Lo bisa berbuat kaya gitu, Karena sore nya gue harus mendadak ke Sidney. Ya gue jadi lupa sama lo sampe sekarang, buat ngebahas masalah ini,"


Galih mulai menekan nafasnya untuk mencuat ke udara, mengangkat wajah nya melihati atap langit ruangan kerja Lukman.


Akhirnya dengan segala keterpaksaan, Galih menceritakan semua masalah yang kini sedang menjerat dirinya yang telah membuat nya hilang kendali dalam berfikir dan bersikap. Ia menceritakan bagaimana awal masalah mulai terjadi, dengan apa yang sudah dilakukan oleh Nadifa dan Galih kepada rumah tangga mereka, menceritakan tentang Gita, Malik dan Fajar.


Ia tahu sosok Lukman lah yang tepat untuk diajak bertukar fikiran. Lukman adalah teman dekat Galih dari SMP namun ketika di SMA mereka berpisah dan kembali bertemu di Perguruan tinggi hingga sekarang. Lukman tau betul siapa sahabatnya ini, ia tahu wanita pertama yang ia sukai hanya lah Nadifa, yang saat ini sudah berhasil ia dapatkan untuk menjadi teman hidupnya.

__ADS_1


"Enggak nyangka sih gue ! Nadifa dan Lo sama-sama busuk nya berarti ya," Lukman berdecis geli.


Walau ia merasa belum mendapatkan solusi tetapi hal itu sudah membuatnya tenang karna sudah mengeluarkan unek-unek nya selama ini.


"....Hmm, gini Lih. Nggak semua wanita di dunia mana pun akan menerima perselingkuhan sang suami dan mau menerima nya kembali dengan ikhlas hidup bersama sang madu dan juga mau membesarkan anak lo. Walau gue tau, istri kedua lo udah nggak ada sekarang. Tapi bisa aja, anak lo itu---" Lukman menelan ludah nya pelan, "Dimasukin ke panti asuhan sama Difa, atau juga dia akan kasihin anak lo sama keluarganya istri kedua lo..tadi siapa namanya?"


"Gita.."


Lukman sedikit terenyak dengan nama Gita. Namun ia tidak memperdulikan itu. Ia pun kembali melanjutkan perkatannya.


"Nah iya itu. Lo tau nggak alasannya kenapa dia bisa berkorban sebegitu besar nya?pernah nggak sih lo nanya? menurut lo apa?"


Lukman makin membawa Galih masuk kedalam rasa kegalauan amat tinggi.


"Karna dia juga udah menyesal, telah menghianati lo Lih. Dia tetap nyayangin anak lo kaya anak nya sendiri, karna Difa ngerasa dia nggak bisa ngasih lo anak. Dia bisa aja minta cerai sama lo, tapi mungkin dia urungin karena Gita nya udah nggak ada. Dia ngerasa nasi udah jadi bubur, dan dia nggak mungkin ngebiarin lo hanya hidup berdua sama anak lo, mungkin aja lo akan mendapatkan istri yang enggak akan seperti dia nanti. Dia nggak mau, karna dia masih cinta sama lo!"


Galih semakin diam terpaku, termenung akan setiap cuatan kata yang keluar dari bibir Lukman.


"Gue emang brengsek Lih, seperti yang lo liat tadi. Tapi gue nggak pake cinta ngelakuinnya, cuman nafsu. Gue cinta banget sama Lala, karna dia udah ngasih gue 3 anak. Tentu dia nggak akan ada waktu banyak untuk bisa melayani gue tiap hari, gue juga tau ngurusin anak dan rumah itu nggak gampang. Lala selalu bilang capek setiap gue pengenin dia, gue juga nggak bisa maksain apa yang gue suka tapi doi nggak suka. Dan yang harus lo tau, walau Lala cuman dirumah gue tetap pantau dia!"


"Maksudnya..?" Galih menaikan sedikit alis nya.


"Gue tetap pantau Lala dengan nyadap segala apapun yang berkaitan dengan HP nya, ya Wa nya lah, log panggilannya, medsos nya, chat-chat sama temennya gue tau. Ampe ngomongin tentang be--ha terkewer-kewer milik temennya gue juga tahu,"


Galih tidak tahan untuk menahan gelak tawa nya.


"Bucin juga ya lo?"


"Yah gue hanya ngejaga Lih, walau emang gue masih belum bisa ngerubah sifat jelek gue ini,"

__ADS_1


"Harusnya lo beruntung, punya istri cantik, tetap berkarir, tetap melayani lo dari urusan rumah sampai urusan ranjang. Dan yang parahnya dia tetap mau asuh anak hasil perselingkuhan lo! gue yakin kalo Lala diposisi Difa, dia akan minta cerai saat itu juga. Dan dia akan milih untuk pergi sama yang lain,"


Lalu Galih terbayang, bagaimana perasaanya ketika Nadifa menghilang dari pandangannya dalam waktu berbulan-bulan. Ia seperti orang yang enggan mati namun hidup tak mau.


"Apalagi si Fajar, lo kan tau dia dari dulu penjahat wanita! banyak kan pacar orang yang selalu ia embat sana-sini, bisa aja sekarang dia lagi manas-manasin lo, mau rebut istri lo ! jangan gegabah asal bilang cerai Lih, kalau udah lo talak. Nadifa nggak akan sah lagi jadi istri lo lagi,"


Galih terus menatap kedua bola mata Lukman dalam-dalam, sepertinya mata hati dan fikirannya mulai terbuka. Sejumput kepercayaan yang sudah sirna semalaman seperti kembali mekar untuk sang istri tercinta.


"Setelah ini lo akan tahu, langkah apa yang harus lo ambil !" Lukman memberi pencerahan kepada Galih.


30 menit kemudian


Setelah percakapan sesi curhat selesai dengan Lukman. Kini ia merasa sudah mempunyai ide untuk memecahkan segala penyiksaan batin yang selama ini ia alami.


Ia harus bisa membuang semua memori tentang kesalahan Nadifa dimasa lalu, harus merelakan semua yang telah terjadi. Ia harus terus memupuk bahwa Nadifa masih tetap mencintainya.


Galih pun terus melangkahkan kaki nya untuk menemui seseorang, agar semua misteri ini dapat terpecah.


***


**Bonus malam nih buat kalian. Karna aku lagi nggak bisa tidur, karna besok dines masuk siang..horeyyy bukber nya di RS. Nggak papa..aku enjoy! yang penting kalian tetap dirumah, biarin kami yang kerja untuk kalian🖤.


Cuci tangan, Jaga jarak dan banyakin berdoa agar pandemi COVID-19 cepat berakhir. Ikut berduka untuk teman sejawat yang telah gugur dimedan perang. Semoga amal ibadah kalian diterima di sisi Allah, bantuin kirim doa buat mereka ya guyss❤️❤️


kaya biasa🤭🤭


Aku tunggu Jempol like dan komen kalian..serta VOTE terbaiknya.


Hatur Nuhun 😘😘😘**

__ADS_1


__ADS_2