Bersahabat Dengan Cinta Terlarang

Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
Pertemuan Malik dan Galih


__ADS_3

Hari sudah mulai sore waktu menunjukan pukul 15.30 sore. Terlihat Galih sudah datang dan duduk di lobby sambil membaca majalah yang tersedia disana.


Mengambil Hp nya kembali dan menelpon Nadifa.


*Galih :


*** Aku sudah sampai ya, ada di lobby**


Nadifa :


*** Baiklah, tunggu 30 menit lagi ya**


Nadifa mematikan Hp nya, ia kemudian mulai membereskan berkas-berkas yang ada dimejanya, disampingnya Dania pun melakukan hal yang sama.


"Mba, mau pulang denganku tidak?" ajak Nadifa.


Dania menolehkan wajahnya,"Kamu dijemput memangnya?"


Nadifa mengangguk sembari terus membereskan meja nya.


"Tidak usah lah dif, kalau mau kerumah ku berarti kamu harus putar arah dulu."


"Tidak masalah mba, suami ku baik hehehe."


kalau baik kenapa kamu mengihianatinya???


Dania mengangguk tanda setuju.


Dari arah ruangan kaca kerjanya, Malik terus melihati Nadifa. Ia memang cemburu tapi ia harus menahannya.


"Aku ingin melihat sosok suaminya secara langsung," batin Malik.


Ia mempunyai ide untuk turun bersama dari ruangan bersama Nadifa ke Lobby, entah filling dari mana Malik tahu betul Galih akan menunggu di Lobby kantor.

__ADS_1


Ketika jam sudah berputar mengarah tepat dipukul 16.00, ia pun keluar dengan tas kerjanya menuju meja Nadifa dan Dania yang sudah mau bangkit untuk pulang.


"Ayo, kita turun," Ajak Malik kepada mereka.


Nadifa terperangah dan kaget karna Malik pasti akan melihat Galih di Lobby, tapi ia tidak ada alasan untuk menolak apapun karena ada Dania juga disini.


Toh..mereka sama-sama ingin pulang kerumah dengan melewati jalur pintu yang sama.


"Ayo Pak," Dania menjawab.


Nadifa tidak menjawab tapi hanya mengangguk, masih berfikir Malik sengaja seperti ini.


Mereka bertiga pun turun dengan lift, dan berhenti tepat di arah Galih sedang duduk.


"Itu suamimu dif ?" Dania memberitahu.


Malik dan Nadifa melihat bersama ke arah Galih yang sedang asik membaca majalah dengan kaki menyila satu ke kaki sebelahnya, dengan stlen jas kantor lengkap tanpa dasi, dengan tatanan rambut rapih dan wajah yang mulus tanpa kilang minyak serta mengeluarkan aroma farfum dari tubuhnya yang sudah tercium dari 2M jarak mereka kini.


Membuat Malik harus menelan ludah akan pujian Dania itu.


"Ini toh suaminya," batin Malik.


Mereka pun sampai, Galih pun mengangkat wajah melihat ada beberapa orang yang sedang menuju kepadanya, ia pun menaruh majalaj kembali ketempatnya dan bangkit berdiri menghampiri istrinya yang ditemani dua orang lain yang belum ia kenal.


Nadifa seperti biasa meraih tangan suaminya untuk salim.


"Mas, kenalkan ini Atasan ku Pak Malik dan ini teman semeja ku Mba Dania,"


Galih pun dengan senyuman ramah memberikan tangan terlebih dahulu kepada Malik.


Mereka pun berjabat tangan.


"Galih, Pak ,"

__ADS_1


"Malik," balas Malik, memutuskan jabatan tangan tersebut.


Bagaimana reaksi Nadifa melihat adegan ini ? ya..tentu rasanya dagg digg dugg derrr...


Galih merubah pandangannya ke arah Dania


"Galih,bu,"


"Dania," balas Dania


"Baiklah saya duluan," ucap Malik pamit kepada mereka untuk meneruskan langkah menuju parkir tempat mobilnya berada.


"Hati-hati ya Pak," balas Nadifa refleks.


Galih sedikit tidak menyukai kalimat itu, tetapi ia masih tetap memberi wajah yang normal.


Malik mengangguk dan berlalu.


"Kita anterin Mba Dania ya mas kerumahnya,"


"Tidak usah repot-repot Dif, aku bisa pesan gojeg,"


Galih tersenyum dan berkata," Tidak apa-apa Mba, kita antar saja, langit sepertinya sudah mendung takut sebentar lagi akan turun hujan"


"Baiklah terim kasih Mas," balas Dania.


Hari ini memang teramat menyedihkan untuk Galih yang masih belum bisa meredakan kekacauan hatinya karna kejadian beberapa jam lalu.


Tetapi setelah melihat istrinya, semua kegundahan itu sedikit meredah ia seperti mendapatkan vitamin, ya...Nadifa adalah Obat kehidupan baginya...


Bagaimana kah kehidupan Galih setelah ini...


***Gimana Guyss Ceritanyaa...jangan lupa untuk LIKE and VOTE ya..dan dukung Cerita ini, karna aku memasukannya kedalam kontes****

__ADS_1


__ADS_2