
Assalammualaikum kesayangan🖤
aku balik lagi nih, hari ini pas banget WFH jadi bisa tidur lama dengan puas😛ðŸ¤. Lancar ya ibadah puasa nya...keep reading guys💖
#dirumah aja.
***
Galih masih mengiba, hatinya berniat untuk minta maaf tapi sukar untuk dilakukan. Ia masih malu dengan kata-kata yang memojoki istrinya tadi malam.
"Ayo makan dulu Pah," suara Nadifa yang terdengar dari meja makan masih menyajikan beberapa lauk di meja.
"Iya Mah.." jawab Galih dari balik kamar tamu. Ia masih menggosok-gosok tubuhnya dengan handuk sehabis mandi.
Lalu berjalan ke ranjang untuk menciumi Gifali yang sekarang sudah tertidur. Melihati dalam-dalam wajah anak itu. Wajah yang teramat sangat mirip dengan almarhumah Gita, istri kedua nya.
Melihat tubuh Gifali yang makin montok dan tumbuh serta berkembang baik membuat ia semakin takjub kepada sang istri dalam mengurusi Gifali dengan tulus serta ikhlas.
"Aku nggak bisa ngebayangin kalau bukan kamu yang jadi ibu nya, mungkin aja kalau Gita masih hidup belum tentu juga dia bisa sehebat ini ngurus Gifali seperti kamu,"
Galih makin terperosok dalam penyesalan yang ia buat sendiri.
__ADS_1
"Pah? jangan digangguin anak nya. Kalau udah bangun nanti susah lagi tidurin nya!"
Galih kaget, seolah istrinya mempunyai mata dimana-mana, bahkan ia sepertinya tahu apa yang saat ini Galih lakukan.
"Iya sayang..." jawab Galih masih didalam kamar.
Mendengar Galih yang sudah memanggil dirinya seperti itu. Nadifa makin merasa lega, ia sangat senang bukan main. Suaminya telah kembali, walau itu bukan jaminan yang pasti bahwa Galih sudah berubah untuk tidak akan mengkaitkan rumah tangga mereka dengan kesalahan Nadifa yang dahulu.
Tapi setidaknya untuk saat ini, Nadifa akan belajar bagaimana menjaga sikap nya dibelakang sang suami. Ia harus menjaga kehormatannya, menjaga pergaulan dan mulai belajar menjadi ibu yang baik untuk anak-anak mereka kelak.
Galih berjalan keluar kamar menuju meja makan. Melihat sang istri tengah menuangkan air putih ke dalam gelas milik nya. Nadifa mengangkat wajahnya melihati langkah suami yang sedang berjalan menuju dirinya. Galih mengembangkan senyum penuh kerinduan, mereka pun saling bertatap dalam cinta dan kasih.
Seketika Nadifa menghentikan aktivitas nya di meja makan, ia memutar langkah untuk menghampiri sang suami dan menghujam nya dengan pelukan.
Ada angin yang mengelilingi mereka saat ini. Sontak langkah kaki Galih terhenti ketika mendapatkan pelukan hangat dari sang istri. Nadifa memeluk erat tubuh sang suami dan meletakan kepalanya didataran dada yang cukup luas dan bidang.
Aroma tubuh sang suami yang wangi karna sehabis mandi membuat Nadifa terpana, Galih terlihat gagah dengan baju polos pendek serta sedikit ada percikan air dari tetesan rambut yang masih basah.
"Maafkan Mamah ya Pah, aku cinta kamu,"
Nadifa kembali jatuh cinta. Ia merasa diri nya tengah berbunga-bunga. Sampai seperti nya ia lupa dengan berbagai perkataan yang keluar dari mulut Galih semalam.
__ADS_1
Ia tahu suaminya sangat mencintai dirinya, semua kecurigaan dari Galih adalah bentuk protes untuk tidak mau kehilangan dirinya.
Nadifa pun belajar untuk terus memahami itu semua.
Galih menyambut hangat pelukan itu, ia rengkuh tubuh istrinya yang mulai berisi padat. Menciumi pangkal rambut Nadifa dengan amat cinta. Menghisap seluruh aroma tubuh yang selalu menemaninya selama lima tahun terakhir ini.
"Tetaplah jadi pasangan hidupku. Hidup menua sampai maut memisahkan. Tetaplah jadi ibu dari anak-anak ku. Merawat kami walau sampai tubuhmu terkoyak habis. Jangan pernah pergi, tetaplah tinggal untuk selalu membuka mata dan tertidur disampingku, Maafkan aku sayangku.."
Rentetan kata romantis mencuat dari bibir Galih, membuat ia tidak bisa menahan mengeluarkan air mata nya. Nadifa yang sejak diawal sudah menangis terus terisak-isak. Ia terus menangis dalam keharuan penuh rasa syukur karna Allah telah memberikan mereka kesempatan kedua untuk terus bersama dalam jodoh terbaik ini.
Dirangkup wajah istrinya yang masih berleleran air mata, dikecupi nya dari bagian kening lalu menuju mata turun ke hidung menjalar ke kedua pipi dan terkahir mengesap bibir kepemilikan sang istri.
Mereka saling berpagutan dalam cinta, kerinduan dan penyesalan.
Dengan sigap menggendong tubuh sang istri perlahan. Nadifa tidak meronta-ronta ia hanya diam menurut dengan wajah malu memerah yang tersembul dikedua tulang pipi nya.
"Makan nya nanti aja, sekarang aku mau kamu!" terus menciumi sang istri sampai membuat kegelian disana.
Galih membawa sang istri masuk kembali ke dalam kamar. Meninggalkan beberapa lauk dimeja makan yang sudah tersaji dengan baik. Saat ini ia rindu istrinya, rindu cinta nya.
**Masih ada kelanjutannya guys, tungguin yah. Buat adegan skidip papap maleman yah...takut batal puasa..wkwkw🤣.
__ADS_1
Like dan Vote nya ya guys🖤
biar aku semangat😘😘**