Bersahabat Dengan Cinta Terlarang

Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
Dua Bulan.


__ADS_3

Tepat dua bulan sudah ! meninggalkan ! ditinggali !


Nadifa semakin aktif dan gesit dalam menjalani kehidupan barunya, ia sengaja pergi ke salon kemarin karna hendak memotong rambut, facial wajah serta luluran.


Ia tidak boleh menyakiti fisiknya lama-lama, ada tubuh yang harus dirawat dan dicintai.


Tampilan baru Nadifa membuat setiap mata memandang terpukau dengan hebat, beberapa karyawan lelaki yang berpapasan dengannya hanya diam mematung, mengangakan mulut karna merasa takjub dengan kecantikannya.


Nadifa terus masuk kedalam ruangan, terlihat Malik sedang berdiri dimeja Dania untuk berbicara tentang laporan,karna mereka sudah datang lebih dahulu.


Seperti ada angin yang lewat menjadi bumbu pelengkap untuk menemani lamunam mereka yang diam tidam berkutib penuh takjub akan pujian penampilan baru Nadifa.


bruggggg...!!! Dokumen-dokumen yang ada ditangan Malik seketika jatuh ke lantai dan menghentikan ketakjuban mereka akan Nadifa saat ini.

__ADS_1


"Subhanallah, cantik banget kamu Dif!" Dania memuji tampilan baru Nadifa.


Malik masih menatap Nadifa dalam-dalam, ia masih menyimpan rasa untuk Nadifa walau kadar persennya sudah tidak dapat ditebak lagi.Ia takjub dengan perubahan penampilan Nadifa saat ini, wanita yang pernah bersarang didalam hatinya.


"Makasi ya Mba," jawab Nadifa Malu-malu.


"Pak ?" Nadifa membuyarkan lamunan Malik yang tidak bisa berhenti berkedip melihatinya dari ujung kaki sampai ujung rambut.


Tampilan baju kerja nya pun berbeda, kalau dulu ia lebih suka memakai celana bahan slim, maka kali ini ia membiasakan dirinya untuk memakai rok sepan sampai dibawah lutut dengan kemeja terlipat kedalam dan melengkapkan tampilannya dengan blazer senada.


Memakai sepatu yang cukup berhak memperlihatkan betis yang mulus, putih dan ramping, mengingat dulu ia hanya suka memakai flat shoes saja.


Farfumnya pun diganti dengan aroma-aroma bayi, itu membuat dia tambah semakin manis terpukau menjadi sorotan orang-orang.

__ADS_1


Dengan sedikit memakaikan eyeshadow dan eyeliner dikelopak matanya, mengolesi warna lipstik nude di bibirnya, membuat ia semakin cantik tidak tertandingi.


Malik bangga dengan nya, dengan kecantikan, kecerdasan, kebaikan hati dan kekuatan jiwanya yang sudah mulai kembali.


Fajar yang kebetulan tidak sengaja masuk kedalam ruangan mereka pun, seperti tersambar petir melihati perubahan Nadifa yang sebegini sempurnanya.


"Masya Allah, aku fikir ada bidadari turun dari atap!" Fajar meledeki Nadifa, dan Nadifa pun dengan manja memukuli lengan Fajar dengan tekanan kecil, mereka pun kembali tertawa dalam udara.


"Terima kasih kalian sudah selalu mendukung Difa, menemani Difa tanpa meninggalkan ku," Difa kembali membuat mereka hening sekejap "Hari ini makan siang aku yang traktir!" Difa merubah keheningan menjadi kebahagiaan, ia tidak mau lagi berlama-lama dalam situasi menyakitkan itu. Mereka pun kembali tertawa saling menguatkan.


Nadifa dan Malik saling bertatap, seraya saling mendoakan untuk kebahagiaan bersama.


Selama lima tahun menikah, Nadifa tidak pernah merubah tampilan rambut, make up dan tampilan dirinya, entah bagaimana jika Galih melihat tampilan barunya itu. Mungkin ia akan lebih merendahkan diri untuk bertekuk lutut meronta-ronta agar Nadifa segera kembali.

__ADS_1


__ADS_2