
"Hai mas fajar," sapa Nadifa dan duduk disamping nya.
Fajar begitu senang sekali.
"Kamu jadi panitia juga rupanya dif?"
"Iya mas, tadi bu Kana ke ruangan ku."
Ini merupakan ruang untuk Fajar bisa mengenal lebih jauh tentang Nadifa.
Tidak lama kemudian, rapat pun dimulai dengan dipandu oleh Manajer HRD yaitu ibu Kana, ia memimpin rapat kecil ini yang hanya dihadiri oleh 12 orang, semua panitia ini adalah perwakilan dari setiap Divisi yang dianggap mampu oleh HRD.
"Assalammualaikum wr wb, saya ucapkan banyak-banyak terima kasih kepada bapak dan ibu sekalian yang mau diikut sertakan menjadi panitia acara dalam Family Gathering perusahaan kita tahun ini, untuk mempersingkat waktu saya akan mulai membacakan susunan panitia beserta Job Des nya."
"Ketua Panitia : Saya sendiri
Seksi Perlengkapan : Bpk. Rahmat
Seksi Dokumentasi : Bpk. Gilang
Seksi Acara : Bpk. Fajar dan Ibu Nadifa.
Seksi Kosumsi : Ibu Melani dan Ibu Caca
__ADS_1
Seksi transportasi : Bpk. Wawan
dan seterusnya,"
Fajar terlihat senang dengan susunan panitia Fam Gath tahun ini, ia sangat tidak menyangka keberuntungan seperti berpihak padanya untuk saat ini.
"Senang bekerja sama dengan Anda," ucap Fajar meledek Nadifa.
"Acara petak umpet saja nanti di Fam Gath," balas Nadifa membisiki Fajar diselingi ketawa, dan mereka pun menahan tawa bersama untuk tidak membuat gaduh acara rapat susunan panitia ini.
"Saya sangat memohon partisipasi nya kepada bapak dan ibu dalam acara ini, semua bekerja sesuai job des nya, bisa dimulai dari sekarang mengingat Acara Fam Gath akan dilaksanakan 2 minggu lagi." Ibu Kana melanjutkan bahasannya.
"Untuk seksi acara, bapak Fajar dan ibu Nadifa mungkin kita harus mengadakan rapat inti lagi, saya akan memangil beberapa tim EO untuk memberikan kita masukan dan arahan tentang acara apa saja yang akan kita berikan kepada karyawan beserta keluarganya,"
"Baiklah jika semua ini dirasa sudah difahami oleh masing-masing panitia, maka rapat kali ini saya tutup. Jika ada yang ingin ditanyakan sesuai job des nya bisa langsung menghubungi saya, waalaikumsallam wr wb,"
Tidak lama kemudian, beberapa karyawan yang menjadi panitia membubarkan diri untuk kembali ke ruangan untuk ISOMA, karena saat ini waktu sudah menunjukan pukul 12.00 Wib.
Kini hanya tinggal Ibu Kana, Fajar dan Nadifa diruangan itu.
"Mungkin sekarang ISOMA dulu yaa, jika sudah selesai bisa masing-masing untuk ke ruangan saya kita kembali membahas tentang rundown acara Fam Gath ini, saya juga sudah mengundang tim EO untuk membantu kita," ucap bu Kana.
"Baiklah bu kami siap," jawab Fajar dan Nadifa hanya mengiringi dengan anggukan kepala sambil tersenyum.
__ADS_1
"Bagaimana dengan Malik ya jika dia tau aku intens bersama Fajar dalam acara Fam Gath ini," batin Nadifa seketika bingung bagaimana ia harus menjelaskannya.
"Tapi kan kita memang murni karena dipilih, bukan karena kemauan kita semata," Nadifa kembali merubah statement nya menjadi lebih kokoh dan bersemangat.
Kana pun berlalu mendahului mereka untuk kembali keruangannya.
Nadifa dan Fajar masih beriringan berjalan menuju ruangan masing-masing.
"Sampai ketemu lagi nanti siang," ucap Fajar kepada Nadifa yang dimana langkah mereka telah sampai dipintu ruangan Divisi Marketing.
"Ia mas, Isoma dulu ya," jawab Nadifa dan Fajar melambaikan tangan ucapan perpisahan, Nadifa yang masih melihati Fajar masuk kedalam ruanganya kini kembali melangkah dan mengangkat wajahnya kedepan...dan....
Jleggggggg......!!!
Malik sudah berdiri melihatinya dari jarak 3M tepat didepan pintu ruangan Divisi Keuangan.
Mata Nadifa terbelalak seperti mau copot, ia tau Malik pasti melihatnya jalan berdampingan bersama Fajar barusan.
Malik pun berjalan menuju Nadifa, dimana Nadifa semakin memperlambat lajuan kakinya, sesampainya berpapasan dengan Nadifa.
"ke Mushola," ucap Malik berbisik pelan memberitahu kan kalau ia pergi untuk menunaikan shalat dzuhur,melambatkan langkah kakinya, matanya tidak sama sekali menoleh hanya fokus melihat ke arah depan, sikap nya sangat tidak hangat saat ini.
Ia mempercepat kembali langkahnya ketika sudah melewati Nadifa.
__ADS_1
"Ya...dia cemburu lagi!" kata Nadifa dalam hatinya.