
Seperti biasa Malik sudah menunggu Nadifa didalam mobil di basement parkir kantor, Ia menunggu Nadifa yang akan turun menghampirinya ketika ruangan sudah mulai sepi.
10 menit menunggu terlihat Nadifa sedang berjalan menuju mobil Malik dan semakin mendekat ke arahny.
Bruk ! Nadifa yang kini telah masuk kedalam mobil dan duduk disamping Malik, tanpa menunggu lama, Malik mencium tangan Nadifa dengan sangat lembut dan amat sayang.
"Kita jadi kan ke toko kue dulu?" tanya Nadifa
"Jadi sayang," Malik pun mulai melajukan mobilnya menuju toko kue ulang tahun sesuai petunjuk arah Nadifa untuk mendatangi toko kue langganannya.
"Oh iya sayang, aku mau minta ijin besok aku pagi-pagi mau keluar kantor untuk cari kaos buat Fam Gath Karyawan beserta keluarga nya."
"Sama siapa saja ?"
Pertanyaan ini yang langsung ditanyakan oleh Malik, ia tau pasti Fajar akan ikut.
"Bersama Driver dan..Mas Fajar," Nadifa menjawab pelan ketika nama Fajar disebut.
"Kenapa harus sama dia?" Malik masih tenang dalam mengemudi.
"Karna kami sama sama seksi acara, maka dari itu jadi tugas berdua,"
"Oke baiklah, aku mau kamu jangan terlalu dekat dengannya, katakan saja kamu sudah menikah!"
__ADS_1
Malik sangat egois rupanya !!
"Baik sayangku, janji ku tepat untukmu," Nadifa mencium cepat pipi Malik, Malik pun tersenyum rasa bahagia.
Kini mereka telah sampai di toko kue langganan Nadifha, Malik hanya menurut saja apa yang diusulkan oleh nya.
Nadifa melihati berbagai kue ulang tahun yang dikhususkan untuk anak kecil," Ini saja, bagaimana?"tanya Nadifa sambil menunjuk kue blackfores dengan bentuk karikatur sailormon berwarna pink dan merah diselingi dengan wiphcream saus srikaya disertai kacang almond disetiap sisi.
Malik melihat sebentar kue tersebut dan mengangguk tanda setuju.
"Mba, yang ini ya," Ujar Nadifa kepada Pelayan toko kue itu.
Kring...Kring... HP Malik berbunyi, ia pun mengangkatnya dan memberikan dompetnya kepada Nadifa, untuk mewakilinya melakukan pembayaran dikasir.
Tapi Nadifha tidak membuka dompet itu sama sekali, ia membayar nya dengan kartu debit nya sendiri.
"Sama-sama," Nadifa berjalan menuju Malik sembari membawa kue ultah yang sudah dibungkus didalam kardus kue.
Duduk disamping Malik yang masih sibuk menelpon.
"Baiklah Pak, nanti jika saya sudah dirumah saya akan telepon lagi, Ok!" Malik memutuskan pembicaraanya di telepon.
Malik menoleh ke Nadifa yang kini sedang sampingnya persis,"Sudah dibayar?"
__ADS_1
"Ini dompetmu, tidak aku buka," Nadifa memberikan dompet itu kembali.
"Sudah ku bayar kue nya, anggap saja ini kado buat Letta, hadiah dari aku," balas Nadifa tersenyum cantik.
"Loh jangan dong, aku engga mau repotin kamu,"
"Udah enggak apa-apa, aku senang. Letta udah aku anggap kaya anaku sendiri," Nadifa berbicara sangat manis, ia pun mulai menarik tangan Malik untuk membawanya pergi dari sini.
Mereka pun pergi berlalu dari toko menuju rumah Nadifa untuk mengantarnya pulang.
30 menit kemudian, mobil itu sudah mendarat cantik didepan gerbang rumah Nadifa.
"Makasi ya sayang, udah mau antar aku dan beliin kue ultah buat letta," Malik mencium tangan Nadifa.
Nadifa melepas seat beltnya dan tersenyum kepada Malik," Sama-sama sayang, semoga Letta bisa menjadi anak solehah untuk Ayah dan Bundanya, Aamiin"
"Aamiin," Balas Malik.
"Sampai ketemu besok ya, aku turun dulu, kamu jangan telat makan ya, istirahat tepat waktu." Nadifa memberi ciuman hangat di bibir Malik.
Malik mengangguk dan membalas ciuman itu, Nadifa pun menyudahinya dan turun membuka pintu penumpang.
Suara deru mesin mobil Malik pun terdengar dijalankan kembali.
__ADS_1
Belum ada 10 langkah mendekati pintu gerbang, Nadifa sudah dikagetkan dengan bunyi klakson oleh kendaraan dibelakang dirinya. Ia pun menoleh dengan cepat dan kaget bukan main, ternyata Galih sudah pulang.
"Bayangan obil Malik saja dari sini masih terlihat, pasti Galih akan bertanya siapa barusan..aduuhhh," batin Nadifa menggemuruh.