
#****Stay At home ya guys..putus rantai Covid-19 ada ditangan kita semua..
Demi Kalian kami tetap di Rumah Sakit
Demi Kami tolong kalian tetap di rumah
#Salam Perawat Indonesia...
Happy reading guys....Jangan lupa like nya yaa**
***
"Ada yang sakit yah?" tanya Kinanti kepada Malik yang masih duduk diaspal jalan.
Iya mencari-cari letak perih yang ada dipermukaan kulitnya.
"Enggak apa-apa hanya luka lecet saja," Matanya melihat ke arah sikut sebelah kanan, luka yang sama persis seperti punya Nadifa.
Malik terus memperhatikan posisi Nadifa yang kini berjarak 5M dari nya, dilihatnya Nadifa sedang dikerumuni oleh beberapa orang.
"Ayo Ayah kita jalan lagi," Ucap Kinanti dengan suara kesal.
__ADS_1
"Ayo sayang ikut Bunda!" Sambil meraih kedua tangan Anak nya yang masih memeluk Malik.
Wajar saja Kinanti kesal, ia cemburu dengan kejadian tadi, walau memang Malik berniat hanya menolong namun sikapnya yang begitu sangat berlebihan kepada Nadifa membuatnya tidak enak hati.
Malik pun faham akan hal itu, ia mencoba kembali mencairkan suasana mengembalikan mood istrinya lagi, dilupakan dulu tentang Nadifa.
"Kita balik arah saja yuk, liat pertunjukan sirkus sekalian foto-foto disana," Ajak Malik kepada mereka, mengingat kegiatan selfie dan foto-foto ria adalah kesukaan Kinanti.
****
Nadifa tetap diam kepada Galih, ia sebal dan kesal dengan sikap Galih yang memalukan dirinya didepan banyak orang, terlebih didepan Atasannya yang telah menolong dirinya itu.
"Minum," Galih menyodorkan air kemasan botol ke arah istrinya.
Galih mulai redam dari emosinya, ia tahu kini istrinya sedang marah.
"Mau sosis bakar?" Galih menawarkan makanan kesukaan Nadifa.
"Iya mau...dua ya," Jawab Nadifa pelan, untuk hal ini dia tidak akan diam...hahahaha.
Galih pun tertawa kecil melihat istrinya yang luluh dengan sebuah sosis.
__ADS_1
"Baiklah aku kesana dulu," Galih bangkit memutar arah untuk mencari pedagang sosis bakar yang ia liat disepanjang jalan sebelum sampai ditempat ini.
Nadifa pun melihati terus sosok Galih yang berlalu meninggalkan dirinya, entah saat ini perasaan kesal itu agak memudar dibanding tadi, ia mulai menasihati diri kalau apa yang dilakukan oleh Galih ada benarnya.
Suami mana yang akan rela jika istrinya diperlakukan seperti itu oleh lelaki lain.
Nadifa mulai mengingat-ngingat akan kesalahan yang telah ia buat selama ini dengan Malik di belakang Galih.
"Hummmm!" Nadifa menghempaskan Nafasnya di udara tetap duduk dikarpet taman yang ia sewa tadi.
Sudah 15 menit Galih tidak kunjung kembali dengan sosis bakar yang ia janjikan, Nadifa pun berinsiatif untuk memutar arah menyusuri jalan sebelumnya untuk menemukan Pedagang sosis bakar yang mungkin dijejaki oleh Galih.
"Ayo sayang lebih dekat ke Bunda...ke kiri..terus terus merapat...cisss...cekrek" Malik mengarahkan gaya kedua putrinya dan Kinanti untuk foto bersama.
Nadifa yang hanya menatapi itu terasa teriris hati nya, sakit jiwanya dan pedih matanya.
Ia terus menatapi Malik dan keluarga kecilnya sedang bersorak gembira, melepas semua asa dan kejadian memalukan tadi.
"Bagaimana bisa, aku berbahagia dengan mu dibelakang ketidak tahuan mereka, aku menyakiti istri dan anakmu!" Pandangan mata Nadifa masih seperti berbayang karena ditutupi dengan kabut air mata yang sedari dari ingin turun menerjal.
Sesekali Malik merangkul Kinanti dan berfoto berdua bersamanya, mereka duduk dibangku taman dan difotoi oleh putri-putri mereka.
__ADS_1
Nadifa menangis peluh hanya bisa iri saat ini.