
Ya kan tinggal dikubur hehehe," Malik menjawab santai dan kembali melakukan hal seperti tadi, Ia pun makin merasuk sambil memilai-milai punggung belakang Nadifa, " Aku rindu kamu banget sayang...!" Malik membuka suara dalam persatuan mereka.
Nadifa hanya mengangguk dan sudah terjerat akan hasrat dirinya yang mulai naik, kini ia yang semakin terpancing untuk melepas rasa rindu itu, saat ini Malik yang tersadar dan mengakhiri kecupannya, ia mengambil tissu dan membersihkan bibir Nadifa.
"Tahan..jangan habiskan hari ini," Bisik Malik menyadarkan Nadifa. Nadifa pun tersipu malu merona merah kedua pipinya kejadian percintaan itu tidak berlangsung hangat lama ketika Nadifa melihat ada bekas lipstik di pojok pipi Malik, Malik yang saat itu tidak tahu.
Nadifa pun mendorong tubuh Malik menjauh dari nya dengan wajah kesal ia berjalan melangkahkan kaki untuk pergi kelua ruangan kerja tetapi dengan sigap, Malik kembali menarik tangan Nadifa, dan ia terjatuh didada Malik.
"Kenapa sayang, kenapa marah ?" Malik ketakutan Nadifa pergi darinya.
"Mungkin lipstik bunda masih hangat disitu..," Nadifa memberikan tissue ke dada Malik dengan kasar, Lalu ia berbalik meninggalkan Malik yang baru saja memberikan permainan cinta yang begitu indah untuk dirinya.
__ADS_1
Malik tanpa kekuatan akhirnya membiarkan Nadifa pergi menuju meja kerjanya. Ia menatap kaca yang terpasang di dinding dan melihat ada gambar bibir samar di pipi dekat telinganya.
"Aduh Bunda..," Malim mengelap pipinya dengan tissu.
"Tapi tidak apa lah, aku jadi tau dia sangat cemburu karna hal ini ," Malik merasa senang dengan perlakuan Nadifa tadi, lalu ia menghampiri meja kerja dan duduk dikursinya , dilihatnya ada kotak bekal dan segelas air putih sudah siap disana, dibukanya kotak bekal tersebut keluarlah harum wangj pancake buatan Nadifa.
"Wah...lezat sekali ini ," Ia menoleh ke arah Nadifa yang sedang menatap layar komputernya dan masih memasang wajah masam karena Cemburu.
Malik :
** Makasi Sayang, melihat ini aku merasa lapar lagi..seperti tidak makan setahun**
__ADS_1
Mengingat dirinya sudah sarapan dirumah, Malik mulai merayu Nadifa yang masih hanyut dalam persaan cemburunya, Nadifa yang sudah fokus menatap komputer pun beralih ke HP nya yang telah memberikan nada notifikasi, Ia pun menoleh ke arah Malik setelah tahu pesan itu dikirim olehnya.
Ia melihat Malik yang sedang tersenyum kepadanya sambil menikmati pancake ditangannya, Nadifa tidak membalas pesan itu, dia hanya membaca dan menutup HP nya dengan kesal.
Malik pun tertawa dengan sikap sang pujaan hati itu, ia sangat bahagia saat ini tentunya dengan sikap Nadifa yang teramat cemburu.
"Dia begitu mencintaiku ," batin Malik terus melihat Nadifa dan menghabiskan Pancake itu ditangannya.
Kemudian dari arah lain datang lah Dania dan disusul beberapa karyawan lain menuju meja kerja mereka masing-masing.
"Assalammualaikum Nadif, gimana kabar kamu masih sakit kah ?" Dania melihat wajah Nadifa yang terlihat pucat, kali ini pucat bukan karena sakit melainkan karna lipstik nya habis diraup oleh bibir Malik.
__ADS_1
"Waalaikumsallam mba, alhamdulillah mba aku sudah bugar lagi, kemarin setelah pulang cepat dari sini aku langsung bedrest total dirumah," jawab Nadifa santai lalu ia teringat dirinya belum memakai lipstik lagi, diambilnya kotak make up dan mengolesi lipstik tipis di bibirnya itu.