
Harum masakan Nadifa menyebar ke sisi ruangan rumah dan tepat memasuki kedua hidung Galih yang sudah sampai diruang tamu.
"Assalammualaikum sayang," Galih memberi suara kepada istrinya yang masih didapur sedang menumis sayur.
"Waalaikumsallam sayangku," balas Nadifa.
Galih berjalan menyusuri dapur, terlihat punggung istrinya dari belakang. lalu ia sekatkan kedua tangannya memeluk Nadifa dari belakang serta mencium leher Nadifa.
"Masak apa sayang," tanya Galih manja.
"Aku masak capcay sama ayam goreng sambal hijau,"jawab Nadifa menempelkan kedua jidad mereka dari samping. Galih tetap memeluk Nadifa dan mencium pipinya.
"Mandi dulu sayang, habis itu kita makan malam," Nadifa menyuruh Galih. Galih mengangguk dan melepaskan pelukannya. memutar arah menuju kamar nya dilantai atas.
bep bep bep.
Nadifa mendengar ada pesan masuk ke hp nya.
"Sudah sampai dirumah, Dif ?" pesan masuk dari Malik. Nadifa tersenyum, sambil melirik lirik kanan dan kiri takut-takut suaminya muncul mendadak seperti tadi.
__ADS_1
"Alhamdulillah sudah Pak, maaf tadi lupa mengabari. Soalnya langsung ke dapur untuk memasak,"
"Ohh iya gapapa, Dif. yang penting sudah sampai dirumah, selamat istirahat." balas Malik.
Nadifa yang masih mengetik balasan chat tersebut langsung terhenti karna Galih sudah berjalan ke arahnya. seketika Hp dimatikan total olehnya.
"Ayoo sayang duduk, kita makan," ajak Nadifa. mengambilkan nasi ke piring dan menuangkan air putih ke gelas Galih. kini mereka makan bersama dimeja makan.
Kali ini Galih terlihat lambat dalam menyantap makanannya, semua itu tertangkap oleh penglihatan Nadifa.
"Kenapa sayang ? tidak enakah ?"tanya Nadifa
"Ooh enggak kok, masakan kamu selalu enak kok."
lain hal dengan Malik yang sampai saat ini masih menunggu jawaban pesan dari Nadifa.
Galih tetap mengunyah makananya sembari menatap ke wajah istrinya yang sedang asik mengunyah makanannya. Terbesit rasa penyeselan yang terjadi antara dirinya dengan Gita, walau itu semua terlaksana bukan atas kemaunnya.
"Maafkan aku sayang," ucap Galih dalam hati sambil melihati wajah istrinya.
__ADS_1
Suasana hati kedua nya pun sangat berbanding tebalik, Dimana Nadifa saat ini sedang memikirkan Malik, ia sudah terlalu lama belum membalas pesan itu kembali.
"Sebelum tidur sajalah nanti ku balas lagi," ucapnya Nadifa, sekilas melihat wajah suaminya.
nadifha semakin menjadi dengan isi hatinya. ia mencoba coba bermain dengan api yang ia tidak akan tahu bagaimana cara memadamkanya. setan apa yang mendiami fikirannya. saat ini ia tetap menjalani profesi sebagai seorang istri dengan baik untuk galih dan tetap mempertahankan rasa mencintai malik. ia melupakan ada cinta murni sejati yang dicurahkan mendidih oleh Galih suaminya. galih teramat sangat mencintainya.
"Kamu masih ada obat pusing ?" tanya Galih.
"Iya sayang ada. kamu pusing kenapa ?"
"Cuman pusing ringan aja, yasudah aku kembali ke kamar ya," ucap Malik sambil menenggak air putih kedalam kerongkongannya. bangkit dari duduknya menuju tanggga ke lantai atas.
Nadifa membereskan piring piring kotor mereka berdua membawanya ke wastafel lalu mencucinya dengan bersih. Setelah selesai, ia kembali ke meja makan mengambil hp nya dan berjalan menaiki tangga menuju kamar tidur mereka.
sebelum sampai pintu kamar tidur mereka.
nadifa menyalahkan hp nya, membuka aplikasi wa dan membalas pesan Malik.
"Terima kasih Pak, selamat tidur ya, selamat malam," ketik Nadifa kepada Malik. Setelah memastikan pesan terkirim dengan cepatnya langsung mematikan hp nya dan masuk kedalam kamar. Menunjukan ekspresi seperti biasa kepada suaminya.
__ADS_1
Ia mendekat ke arah Galih memberikan obat serta menyelimuti diri Galih dengan selimut tebal dan mendaratkan ciuman hangat dikening , pipi dan bibir Galih.
"Selamat tidur suamiku," ucap Nadifa membelai rambut suaminya.